Palang Merah Indonesia
Kabar Markas

Di Nagekeo, PMI Promosikan Hidup Sehat Kepada Anak-Anak Penyintas Gempa NTT

20 September 2026

Di Nagekeo, PMI Promosikan Hidup Sehat Kepada Anak-Anak Penyintas  Gempa NTT

Nagekeo - Palang Merah Indonesia (PMI) menggelar program promosi kesehatan di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, terutama ditujukan untuk anak-anak penyintas gempa.

Kegiatan yang berlangsung sejak 15 September 2026 dan masih berjalan hingga kini, telah berlangsung di sejumlah lokasi, salah satunya di Desa Aeramo dan Sekolah Dasar Kristen Wolorae, Kecamatan Aesesa.

Program didukung oleh International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC), International Committee of the Red Cross (ICRC), serta mitra Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, di antaranya Palang Merah Australia, Palang Merah Amerika, dan Palang Merah Jepang.

Pelaksanaan kegiatan melibatkan relawan PMI setempat serta relawan PMI dengan spesialisasi tertentu yang didatangkan dari sejumlah wilayah, termasuk DKI Jakarta dan Provinsi Bali.

Kegiatan promosi kesehatan meliputi edukasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), enam langkah cuci tangan, Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) dan rabies, diare, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), serta Demam Berdarah Dengue (DBD).

Agar materi lebih mudah dipahami dan menarik bagi anak-anak, edukasi dilakukan melalui berbagai metode, seperti nyanyian, permainan dadu edukatif, penyampaian materi, serta praktik langsung mencuci tangan menggunakan sabun.

Kegiatan ini menjadi penting dalam situasi pascabencana, ketika risiko munculnya berbagai penyakit dapat meningkat. Anak-anak merupakan salah satu kelompok yang perlu mendapatkan perhatian karena tetap harus beraktivitas, belajar, dan bermain di tengah kondisi lingkungan yang mengalami perubahan.

Karena itu, penanganan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan logistik, tetapi juga dengan peningkatan pengetahuan dan kebiasaan hidup bersih dan sehat.

Melalui promosi kesehatan, anak-anak diajak untuk melihat, mengingat, memahami, dan mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, edukasi yang diberikan diharapkan dapat menjadi kebiasaan yang terus diterapkan, baik selama masa pemulihan maupun setelah situasi kembali normal. (aby-js)

Baca Juga

Artikel Terkait