Palang Merah Indonesia
Kabar Markas

81 Tahun PMI, Semangat Kemanusiaan Bung Hatta Terus Menginspirasi

16 September 2026

81 Tahun PMI, Semangat Kemanusiaan Bung Hatta Terus Menginspirasi

Jakarta – Jelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI), segenap jajaran PMI DKI Jakarta, PMI Kota Jakarta Selatan, serta Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan menggelar apel dan tabur bunga di Makam Bung Hatta, Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Rabu (16/9/2026).

Pada kesempatan itu hadir putri kedua Bung Hatta, Gemala Rabi’ah Hatta, yang mengingatkan bahwa sejarah berdirinya PMI tidak terlepas dari pemikiran Bung Hatta mengenai pentingnya ketersediaan darah bagi masyarakat Indonesia. Mengenang jasa-jasa Bung Hatta dan awal berdirinya PMI, tampak saat itu pemikiran beliau sudah sangat maju.

Pada tahun 1927, Bung Hatta mengunjungi Jenewa. Kita tahu, di Jenewa terdapat markas Palang Merah Internasional dan beliau juga bertemu dengan para tokoh di sana. “Pada saat itu Indonesia masih belum merdeka, tetapi Ayah sudah memikirkan bahwa suatu hari nanti Indonesia akan merdeka dan rakyat harus memiliki bank darah. Itu merupakan salah satu konsep awal yang beliau pikirkan,” kenang Gemala Rabi’ah Hatta.

Dia menambahkan, masyarakat perlu terus diberikan pemahaman bahwa mereka dapat berkontribusi pada sesama melalui donor darah, terutama untuk membantu memenuhi kebutuhan golongan darah yang langka. “Saya berharap ke depan PMI terus berbenah, apalagi PMI sudah berusia 81 tahun. Ini merupakan perjalanan yang luar biasa panjang. Sehingga masyarakat pun semakin memahami bahwa keberadaan PMI sangat penting,” tambahnya.

Sementara itu, Walikota Administrasi Jakarta Selatan, Syafrin Liputo mengatakan, makam Bung Hatta memiliki nilai sejarah penting bagi bangsa Indonesia. Selain dikenal sebagai Bapak Proklamator, Bung Hatta juga merupakan salah satu tokoh yang memiliki peran penting dalam sejarah berdirinya Palang Merah Indonesia (PMI).

“Dalam rangka memperingati Hari PMI, hari ini kita melaksanakan ziarah dan tabur bunga di makam Bung Hatta sebagai bentuk penghormatan sekaligus untuk mengenang jasa dan perjuangan beliau, termasuk dalam proses awal berdirinya PMI di Indonesia,” imbuh Syafrin Liputo, seraya menambahkan, “Saat ini, kita yang melanjutkan pembangunan dapat merasakan manfaat dari perjuangan dan jasa Bung Hatta dalam meletakkan dasar bagi keberadaan PMI sebagai organisasi kemanusiaan di Indonesia,” jelasnya.

Syafrin juga menegaskan, PMI perlu terus melakukan penyesuaian dengan perkembangan teknologi dan informasi. Masyarakat kita sudah semakin melek teknologi, sehingga upaya untuk menggugah dan mengajak masyarakat agar terus memberikan kontribusi nyata bagi PMI juga perlu dilakukan melalui pemanfaatan teknologi informasi.

Dengan demikian, khususnya generasi muda, dapat lebih memahami sejarah berdirinya PMI dan mengetahui mengapa Bung Hatta memiliki peran penting dalam perjalanan awal PMI. Sejarah tersebut perlu disosialisasikan secara masif melalui berbagai platform dan teknologi informasi, sehingga semangat kemanusiaan yang telah diwariskan para pendahulu dapat terus diteruskan oleh generasi berikutnya. (b26)

Baca Juga

Artikel Terkait