Palang Merah Indonesia
Jejak Kolaborasi

Dengarkan Cerita Warga, Cara PMI Hadirkan Dukungan Psikososial di Desa Olaia

1 Oktober 2026

Dengarkan Cerita Warga, Cara PMI Hadirkan Dukungan Psikososial di Desa Olaia

Nagekeo - Gempa tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga menyisakan rasa takut dan kekhawatiran bagi masyarakat yang mengalaminya. Hal tersebut dirasakan warga Desa Olaia, Dusun 4, RT 007, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.

Untuk membantu masyarakat menghadapi dampak emosional pascagempa, Tim Layanan Dukungan Psikososial (PSS) PMI melakukan asesmen secara langsung kepada masyarakat pada Selasa (29/9/2026).

Dilanjutkan dengan melakukan PSS kepada penyintas gempa sebanyak 57 orang, terdiri atas 25 anak dan 32 orang dewasa, termasuk tujuh lansia. Tim melakukan pendekatan secara sederhana dan ramah agar masyarakat dapat merasa nyaman dalam bercerita mengenai pengalaman, perasaan, serta kebutuhan mereka setelah gempa.

Pada anak-anak, tim menggali berbagai perasaan yang muncul setelah kejadian gempa, termasuk rasa takut dan kekhawatiran ketika mengingat kembali peristiwa tersebut. Beberapa anak masih membutuhkan rasa aman dan pendampingan dari orang dewasa di lingkungan mereka.

Sementara itu, ibu-ibu dan lansia diajak berdiskusi mengenai kondisi keluarga, kekhawatiran terhadap keselamatan anggota keluarga, serta kehidupan mereka selama masa pemulihan. Dari proses tersebut, masyarakat menyampaikan bahwa rasa takut dan gelisah terhadap kemungkinan gempa susulan masih dirasakan.

Dampak gempa juga turut memengaruhi aktivitas keseharian masyarakat. Aktivitas menenun dan bertani sempat terhenti setelah gempa. Dalam kondisi tersebut, sebagian warga lebih banyak menjalankan aktivitas rumah tangga sambil berusaha menata kembali kehidupan mereka.

Bagi lansia, situasi pascagempa menghadirkan tantangan tersendiri. Selain rasa takut, mereka membutuhkan perhatian, pendampingan, dan rasa aman dari keluarga maupun lingkungan sekitar.

“Mendengarkan menjadi langkah awal untuk menemani masyarakat dalam proses pemulihan. Mereka tidak hanya membutuhkan bantuan secara fisik, tetapi juga ruang yang aman untuk bercerita dan merasa didengar,” ungkap Farah dari Tim Layanan Dukungan Psikososial PMI

Hasil asesmen menjadi dasar bagi Tim PSS untuk menentukan bentuk dukungan lanjutan sesuai kebutuhan masyarakat. Kehadiran layanan psikososial ini diharapkan dapat membantu masyarakat secara perlahan membangun kembali rasa aman dan kepercayaan diri setelah menghadapi bencana.

Sebab, pemulihan tidak hanya tentang membangun kembali rumah yang rusak, tetapi juga memulihkan rasa aman di dalam diri setiap orang yang terdampak. Tim PSS PMI Pusat El dan Farah bersinergi dengan relawan Kab Nagekeo (Ici dan Risa) membantu pemulihan menjadi lebih baik. (fpaj)

Baca Juga

Artikel Terkait