Palang Merah Indonesia
Berita PMI Kota

PMI Jakarta Utara Gelar Uji Kompetensi BNSP 2026, 20 Peserta Ikuti Sertifikasi Pertolongan Pertama

19 Oktober 2026

PMI Jakarta Utara Gelar Uji Kompetensi BNSP 2026, 20 Peserta Ikuti Sertifikasi Pertolongan Pertama

JAKARTA UTARA – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Utara menggelar Pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi Kerja (PSKK) Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) 2026 untuk bidang Pertolongan Pertama. Kegiatan yang berlangsung di Markas PMI Jakarta Utara, Semper, pada Minggu (18/10/2026) ini diikuti 20 peserta dari tiga wilayah, yakni Jakarta Utara, Kabupaten Bekasi, dan Jakarta Selatan.

Selain pelaksanaan uji kompetensi, kegiatan tersebut mencakup verifikasi Tempat Uji Kompetensi (TUK) sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia PMI, khususnya pengurus, staf, dan relawan di bidang Pertolongan Pertama.

Ketua Bidang PSD dan Kemitraan sekaligus Kepala TUK PMI Jakarta Utara, Erna Cahyani, S.ST., M.Si., mengatakan kegiatan PSKK menjadi kesempatan bagi relawan dan staf PMI untuk mengikuti sertifikasi kompetensi sesuai bidang tugasnya.

“Pelaksanaan ini merupakan kesempatan bagi teman-teman relawan dan staf untuk mengikuti uji kompetensi di bidang Pertolongan Pertama. Kami berharap seluruh peserta dapat memperoleh hasil terbaik dan dinyatakan kompeten,” ujar Erna.

Ia menjelaskan, persiapan kegiatan dilakukan setelah kepastian pelaksanaan diterima pada 12 Oktober 2026. Panitia bersama pengelola TUK kemudian menyiapkan kebutuhan administrasi dan teknis agar asesmen dapat berlangsung sesuai jadwal.

Dari total 20 peserta, sebanyak 11 orang berasal dari PMI Jakarta Utara, lima orang dari PMI Kabupaten Bekasi, dan empat orang dari PMI Kota Jakarta Selatan. Para peserta mengikuti proses asesmen untuk mengukur kompetensi berdasarkan standar yang berlaku.

Erna menambahkan, penyelenggaraan PSKK tersebut merupakan hasil kolaborasi antara PMI Jakarta Utara, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), dan peserta. Kerja sama ini diharapkan dapat membuka peluang pelaksanaan sertifikasi kompetensi secara berkelanjutan.

PMI Jakarta Utara Didorong Kembangkan Pusat Kompetensi Relawan

Kepala Markas Pusat PMI sekaligus perwakilan LSP dan asesor, Arifin Muhammad Hadi, mengapresiasi peran PMI Jakarta Utara dalam penyelenggaraan PSKK BNSP 2026.

Menurut Arifin, komitmen dalam menyelenggarakan sertifikasi kompetensi menjadi salah satu upaya untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia PMI. Ia juga mendorong PMI Jakarta Utara mengembangkan fasilitas pendidikan dan pelatihan serta memperluas kerja sama dengan lembaga sertifikasi.

Arifin menilai kebutuhan sumber daya manusia yang terlatih perlu mendapat perhatian, mengingat Jakarta Utara menghadapi beragam potensi risiko, mulai dari kebakaran dan banjir rob hingga kecelakaan di wilayah perairan.

Ia berharap PMI Jakarta Utara dapat mengembangkan peran sebagai pusat keunggulan (center of excellence) dalam peningkatan kompetensi relawan, termasuk pada bidang Pertolongan Pertama dan penyelamatan di wilayah perairan.

Ketua PMI Jakarta Utara Tekankan Kompetensi dan Karakter Relawan

Ketua PMI Kota Jakarta Utara, Rijal, S.E., menegaskan bahwa peningkatan kompetensi relawan perlu berjalan beriringan dengan pembentukan karakter, kedisiplinan, dan budi pekerti.

Menurut Rijal, kemampuan teknis harus disertai integritas dan sikap yang baik agar relawan dapat menjalankan tugas kemanusiaan secara bertanggung jawab.

“Ilmu dan budi pekerti harus berjalan seiring. Relawan harus memiliki kedisiplinan, integritas, keikhlasan, serta semangat untuk terus belajar agar ilmu yang dimiliki benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” kata Rijal.

Ia juga mendorong agar kegiatan uji kompetensi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak relawan PMI yang memiliki kemampuan sesuai standar. Dengan demikian, kesiapsiagaan dan kualitas pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat diharapkan semakin meningkat.

Melalui pelaksanaan PSKK BNSP 2026 dan verifikasi TUK, PMI Jakarta Utara berupaya memperkuat pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang Pertolongan Pertama. Peningkatan keterampilan, profesionalisme, kedisiplinan, dan karakter relawan menjadi bagian penting dalam mendukung kesiapsiagaan serta pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat.(dayat)

Baca Juga

Artikel Terkait