Palang Merah Indonesia

Pengurus FOKUSWANDA Jakarta Periode 2026–2031 Dikukuhkan, Perkuat Kolaborasi dan Gerakan Donor Darah

29 Oktober 2026

Pengurus FOKUSWANDA Jakarta Periode 2026–2031 Dikukuhkan, Perkuat Kolaborasi dan Gerakan Donor Darah

JAKARTA, 28 Oktober 2026 — Pengurus Forum Komunikasi Dermawan Darah 75–100 Indonesia Emas (FOKUSWANDA) Komisariat Provinsi DKI Jakarta periode 2026–2031 resmi dilantik dan dikukuhkan dalam kegiatan yang berlangsung di Gedung Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi, memperluas jejaring kemitraan, dan meningkatkan kontribusi dalam gerakan donor darah sukarela serta kegiatan kemanusiaan.

Drs. Sahrianta Tarigan, M.A. mengemban amanah sebagai Ketua FOKUSWANDA Komisariat Provinsi DKI Jakarta periode 2026–2031. Kepengurusan baru diharapkan mampu mengembangkan program kerja yang terarah, terukur, dan berkelanjutan dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Umum DPP FOKUSWANDA Pusat, Hj. Endang Agustini Syarwan Hamid, S.IP.; Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), Nannie Hadi Tjahjanto, S.H.; serta Wakil Ketua PMI Provinsi DKI Jakarta masa bakti 2025–2030, Eko Wicaksono, AMT, S.IP., M.EP., yang hadir mewakili Ketua PMI Provinsi DKI Jakarta, Beky Mardani, yang berhalangan hadir.

Perwakilan organisasi dan komunitas donor darah yang turut hadir meliputi Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI), Blood for Life Indonesia (Blood4LifeID), Rhesus Negatif Indonesia, Ikatan Donor Darah Sukarela (IDDS), dan Komunitas Sahabat Donor Darah (KSDD).

Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan pentingnya sinergi antarlembaga dan komunitas dalam memperluas edukasi, meningkatkan partisipasi pendonor sukarela, serta memperkuat kepedulian masyarakat terhadap kebutuhan darah.

Dalam periode kepengurusan 2026–2031, FOKUSWANDA Jakarta diharapkan dapat memperkuat koordinasi dengan DPP FOKUSWANDA Pusat, PMI, organisasi perempuan, dan komunitas donor darah. Kolaborasi tersebut perlu diwujudkan melalui program konkret, komunikasi yang berkesinambungan, serta evaluasi untuk memastikan kegiatan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Gerakan donor darah tidak cukup berhenti pada kegiatan seremonial. Diperlukan edukasi publik yang konsisten, perluasan jejaring pendonor, pelibatan generasi muda, dan kerja sama yang terencana agar budaya donor darah sukarela semakin berkembang.

FOKUSWANDA Jakarta juga diharapkan membangun tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel, dengan program kerja yang memiliki tujuan, pembagian tanggung jawab, serta indikator keberhasilan yang jelas.

Pelantikan dan pengukuhan ini menjadi awal dari amanah lima tahun ke depan. Keberhasilan kepengurusan tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan, tetapi juga dari kualitas kolaborasi, partisipasi masyarakat, dan manfaat kemanusiaan yang dihasilkan. (mm)

Baca Juga

Artikel Terkait