Gelar Pemusatan Pelatihan, PMI Provinsi DKI Jakarta Siap Perkenalkan Budaya Betawi dan Berbagi Pengalaman Pada Palang Merah Jepang
17 Oktober 2026

JAKARTA - Sebelum bertolak ke Jepang untuk mengikuti program pertukaran pelajar dengan Palang Merah Jepang, anggota Palang Merah Remaja (PMR) perwakilan PMI Provinsi DKI Jakarta terlebih dahulu menjalani pemusatan pelatihan.
Tahap ini menjadi bagian penting untuk membekali dan mematangkan kesiapan peserta agar mampu membawa nama baik PMI Provinsi DKI Jakarta sekaligus menyerap pengetahuan dan pengalaman baru selama program berlangsung.
Kegiatan pemusatan pelatihan dibuka oleh Pengurus Provinsi PMI DKI Jakarta Ketua Bidang Anggota dan Relawan, Maeza Angga Rizki di lantai 2 (dua) Gedung PMI Provinsi DKI Jakarta, Jalan Kramat Raya No.47 Jakarta Pusat.
Dalam sambutannya, Maeza mengatakan saat ini PMI Provinsi DKI Jakarta melakukan pemusatan pelatihan pembekalan pada kegiatan International Exchange Program sesuai dengan semangatnya kota Jakarta sebagai kota global.
Dalam hal ini, PMI Provinsi DKI Jakarta juga memiliki visi internasional yakni telah bekerjasama dengan Palang Merah Jepang dalam hal pertukaran Palang Merah Remaja. Di mana teman-teman PMR ini atau Palang Merah Remaja ini nantinya akan melakukan kunjungan ke Palang Merah Jepang untuk bertukar budaya yang kita bawa adalah budaya Jakarta, seninya Jakarta, makanan-makanan khas Jakarta dan akan kita presentasikan di Jepang nanti.
Kegiatan ini akan berlangsung di tanggal 5 sampai dengan 11 November. Dan pemusatan pelatihan hari pertama ini kita memiliki pembahasan terkait tentang kepalang merahan, kegiatan-kegiatan keseharian PMR dan juga membahas tentang bagaimana kita belajar kosa kata atau percakapan Jepang sehari-hari sehingga teman-teman PMR ini bisa mempresentasikannya dengan lebih baik ketika nanti waktu pelaksanannya.
Adapun jumlah peserta yang diberangkatkan sebanyak 16 orang terdiri dari 4 orang pendamping dan 12 orang siswa se-DKI Jakarta Terdiri dari palang merah remaja tingkat Madya dan juga palang merah remaja tingkat Wira.
“Pelaksanaan pertukaran pelajar ini menjadi bagian dari upaya membentuk generasi muda PMR yang tidak hanya memiliki kepedulian terhadap sesama, tetapi juga mampu beradaptasi dan berkontribusi dalam lingkungan global,” kata Maeza.
Sementara itu, salah seorang peserta pemusatan pelatihan dari SMP 95 Jakarta, Windaru Naina Nindiasyam mengaku tidak menyangka dapat terpilih untuk mengikuti program tersebut.
“Awalnya saya benar-benar tidak percaya dengan hasilnya. Saya juga tidak pernah membayangkan bisa sampai terbang ke Jepang. Bagi saya, ini merupakan pengalaman yang sangat bermakna sekaligus penuh perjuangan hingga akhirnya saya bisa terpilih menjadi salah satu perwakilan, bukan hanya dari Jakarta Utara, tetapi juga mewakili Provinsi DKI Jakarta dan Indonesia,” kata Windaru Naina Nindiasyam.
Selama pelaksanaan pemusatan peatihan, dirinya mulai mempersiapkan berbagai hal, mulai dari pengetahuan yang dinilai akan berguna selama berada di Jepang hingga materi kebudayaan Betawi.
“Persiapan pertama yang saya lakukan adalah mempelajari berbagai pengetahuan yang nantinya bisa berguna selama berada di Jepang. Kemudian, saya juga mempersiapkan materi tentang kebudayaan Betawi yang akan saya perkenalkan di sana,” imbuhnya.
Windaru menambahkan, salah satu hal yang paling ingin dipelajari selama berada di Jepang adalah kesiapsiagaan masyarakat, khususnya anak-anak, dalam menghadapi bencana alam.
Menurutnya, ia tertarik mengetahui bagaimana anak-anak di Jepang dapat bersikap tenang, tertib, dan sigap ketika menghadapi situasi bencana.
Keikutsertaannya dalam program pertukaran pelajar tersebut juga menjadi kesempatan bagi saya untuk membawa nama Indonesia ke tingkat internasional. Ia berharap keberagaman budaya Indonesia dapat semakin dikenal oleh masyarakat dari berbagai negara.
“Harapan terbesar saya adalah budaya Indonesia yang sangat beragam bisa semakin dikenal secara internasional. Saya ingin teman-teman dari negara lain bisa mengenal Indonesia lebih dekat melalui budaya yang kita miliki,” tuturnya.(b26)
Artikel Terkait

Bersama PMI, Sekolah Murid Merdeka Kirimkan Kepedulian bagi Korban Bencana
JAKARTA - Di tengah perjuangan masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, kepedulian dari sesama menjadi pe
17 Oktober 2026

Dukung Bulan Dana PMI, Gubernur Tegaskan Donasi Bersifat Sukarela dan Dari Hati
Gubernur Pramono Anung dengan tegas menyampaikan bahwa penggalangan dana PMI sepanjang pelaksanaan Bulan Dana PMI 2026 bersifat sukarela. Tidak boleh besarannya dipatok sedemikian rupa.
9 Oktober 2026

Di Nagekeo, PMI Promosikan Hidup Sehat Kepada Anak-Anak Penyintas Gempa NTT
Palang Merah Indonesia (PMI) menggelar promosikan hidup sehat di Kabupaten Nagekeo, NTT, yang terutama ditujukan untuk anak-anak penyintas gempa.
20 September 2026
