Duo Bahlul dan PMI Jakarta Timur Bahas Pertolongan Pertama hingga Beragam Layanan Kemanusiaan di Jak 101 FM
4 November 2026

Jakarta Timur - Kemampuan memberikan pertolongan pertama menjadi salah satu hal penting yang perlu dimiliki masyarakat. Namun, menolong seseorang yang mengalami kondisi darurat tidak cukup hanya bermodalkan niat baik. Dibutuhkan pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman mengenai tindakan yang tepat agar bantuan yang diberikan tidak justru memperburuk kondisi korban.
Pentingnya pemahaman tersebut menjadi pembahasan utama dalam program siaran KITAP (Kita Arab Pintar!) bersama Duo Bahlul, Sahil dan Kamal, di Jak 101 FM, Rabu (4/11/2026). Dalam kesempatan tersebut, Kepala Seksi Organisasi dan Komunikasi PMI Kota Jakarta Timur Sekaligus Master Trainer First Aid PMI, Agus Bastian, hadir sebagai narasumber untuk membahas pertolongan pertama sekaligus memperkenalkan berbagai pelayanan PMI kepada masyarakat.
Melalui perbincangan tersebut, masyarakat diajak memahami bahwa pertolongan pertama merupakan tindakan awal untuk memberikan bantuan kepada seseorang yang mengalami cedera atau kondisi kegawatdaruratan sebelum mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Penolong perlu mengetahui batas kemampuan, memperhatikan keselamatan diri dan korban, serta memahami langkah yang harus dilakukan sesuai kondisi yang dihadapi.
Selain edukasi pertolongan pertama, pembahasan juga memperkenalkan peran relawan PMI yang menjadi bagian penting dalam menjalankan berbagai misi kemanusiaan. PMI memiliki unsur relawan PMR, Korps Sukarela (KSR), dan Tenaga Sukarela (TSR). Khusus TSR, mereka berkontribusi dengan memanfaatkan keahlian dan profesi yang dimiliki untuk mendukung pelayanan kemanusiaan.
Tidak hanya itu, masyarakat juga diperkenalkan dengan layanan Restoring Family Links (RFL), yaitu upaya membantu memulihkan hubungan dan komunikasi keluarga yang terpisah akibat konflik, bencana, migrasi, maupun situasi kemanusiaan lainnya.
Di bidang kesehatan, PMI turut menjalankan pelayanan donor darah melalui Unit Donor Darah (UDD). Berbagai pelayanan lainnya juga mencakup ambulans, edukasi kesehatan, kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana, distribusi bantuan, serta kegiatan sosial kemanusiaan.
Ketua PMI Kota Jakarta Timur, Bambang Pangestu A. menyampaikan bahwa pengetahuan pertolongan pertama perlu terus disebarluaskan agar semakin banyak masyarakat yang mampu memberikan bantuan secara tepat ketika menghadapi situasi darurat.
Kami berharap masyarakat tidak hanya memiliki kepedulian untuk menolong, tetapi juga dibekali pengetahuan dan keterampilan yang benar. Pertolongan pertama merupakan kemampuan penting yang dapat membantu menyelamatkan nyawa. Di sisi lain, kami juga ingin masyarakat mengenal bahwa PMI memiliki banyak layanan kemanusiaan dan membuka kesempatan bagi siapa pun untuk ikut berkontribusi.
Melalui siaran radio dan platform digital, PMI Jakarta Timur berharap edukasi pertolongan pertama dapat menjangkau masyarakat lebih luas. Kehadiran dalam program bersama Duo Bahlul ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan PMI secara lebih dekat, mulai dari relawan hingga berbagai pelayanan kemanusiaan yang diberikan kepada masyarakat.
Jangan asal jadi penolong. Kenali ilmunya, pahami caranya, dan utamakan keselamatan. Karena setiap pertolongan yang tepat dapat memberikan arti besar bagi keselamatan sesama.(opi)
Artikel Terkait

Wali Kota Jakarta Utara Lepas Dua Siswa PMR Ikuti International Youth Exchange Program ke Jepang
JAKARTA UTARA – Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat melepas dua anggota Palang Merah Remaja (PMR) Jakarta Utara untuk mengikuti program International Youth E
3 November 2026

Walikota Jakarta Timur Lepas Dua Perwakilan PMR Ikuti International Youth Exchange Program di Jepang
JAKARTA TIMUR–Wali Kota Administrasi Jakarta Timur melepas dua perwakilan Palang Merah Remaja (PMR) Jakarta Timur untuk mengikuti International Youth Exchange P
2 November 2026

Kembali Hadir Untuk Penyintas Kebakaran, PMI Jakpus Distribusikan 100 Box Makanan Siap Saji di Menteng Jaya
JAKARTA - Kepedulian terhadap warga terdampak kebakaran di kawasan Cikini, Kecamatan Menteng, terus ditunjukkan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Pusat.
30 Oktober 2026
