Di Antara Reruntuhan Besi, Mereka Menjaga Nyawa Tetap Menyala
29 April 2026 · Redaksi PMI DKI

BEKASI – Malam itu, dentuman keras memecah rutinitas. Dua rangkaian kereta-KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line-bertabrakan di Stasiun Bekasi Timur, meninggalkan gerbong yang ringsek dan puluhan korban di dalamnya.
Di tengah kepanikan, suara teriakan meminta tolong bersahutan dari balik logam yang terjepit. Sejumlah penumpang masih terperangkap di antara struktur besi yang terlipat, sebagian dalam kondisi luka berat namun tetap bertahan—berpacu dengan waktu dan harapan.
Relawan PMI se-DKI Jakarta bersama tim gabungan berpacu dengan waktu mengevakuasi korban dari gerbong yang hancur. Setiap potongan logam yang dibuka menghadirkan harapan baru, sekaligus risiko yang tak kecil.
Di titik inilah kemanusiaan benar-benar diuji.
Di antara tim yang bekerja tanpa henti, tampak seorang petugas berseragam PMI dengan garis merah tegas di dadanya. Fino namanya, Koordinator Perawat Ambulans Gawat Darurat PMI Jakarta Timur. Ia merangkak masuk ke celah sempit gerbong, mendekati korban yang terjepit dalam kondisi kritis.
Selama lebih dari 10 jam, tanpa jeda, Tim Medis PMI bertahan di lokasi. Dalam ruang yang sempit dan berisiko tinggi, mereka melakukan tindakan medis krusial-memberikan oksigen untuk menjaga napas tetap ada, memasang akses intravena untuk cairan infus, memberikan terapi pereda nyeri, serta memantau kesadaran korban tanpa henti.
Setiap detik adalah pertaruhan.
Setiap tindakan adalah harapan.
Di luar, sirine ambulans bersahutan. Di dalam reruntuhan, perjuangan berlangsung dalam sunyi-namun penuh arti.
Kelelahan tidak menjadi alasan. Debu, darah, dan tekanan situasi tidak menghentikan langkah mereka. Karena bagi mereka, satu nyawa yang terselamatkan adalah alasan untuk terus bertahan.
Hingga akhirnya, setelah waktu panjang yang menguras tenaga dan emosi, korban berhasil dibebaskan dari himpitan logam.
Momen itu bukan sekadar keberhasilan evakuasi.
Itu adalah kemenangan kemanusiaan atas keterbatasan.
Peristiwa ini kembali menegaskan satu hal: ketika PMI sudah terjun ke lapangan, semangatnya tidak akan pernah redup.
Karena bagi mereka, kemanusiaan bukan pilihan.
Ia adalah panggilan yang tak pernah padam.(@BDH280426)
Artikel Terkait

Dukungan untuk NTT, PT. TEZ Capital and Finance Donasikan Rp50 Juta Melalui PMI Provinsi DKI Jakarta
JAKARTA - Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengalir, PT. TEZ Capital and Finance menyerahkan donasi sebesa
12 September 2026

Ringankan Beban Warga Terdampak Kebakaran, PMI Jakarta Timur Salurkan Bantuan
JAKARTA – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Timur menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak kebakaran di RT.012 RW.004, Kelurahan Susukan,
11 September 2026

PMI Jakarta Timur Dekatkan Pelayanan Kemanusiaan Melalui Sosialisasi Di 10 Kecamatan
Jakarta Timur — Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Timur terus memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan Sosialisasi Kepalangmerahan yang d
10 September 2026
