Berita Kebakaran Apartemen Pavilion, Kolaborasi Lintas Sektor Selamatkan 34 Penghuni
04/09/2026
JAKARTA – Kebakaran terjadi di Apartemen Pavilion, Jalan K.H. Mas Mansyur Kav. 24, Kelurahan Karet Tengsin, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Penanganan insiden dilakukan secara terpadu oleh unsur Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), TNI-Polri, Palang Merah Indonesia (PMI), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Pusat Krisis dan Kegawatdaruratan Kesehatan Daerah (PK3D) Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.
Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Provinsi DKI Jakarta, Budhi Pranoto, yang berada di lokasi kejadian mengatakan, hingga pukul 16.40 WIB sebanyak 34 penghuni berhasil dievakuasi dan mendapatkan pertolongan.
“Sebanyak 34 penghuni berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Beberapa di antaranya mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis di lokasi, sementara sejumlah korban lainnya dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut,” ujar Budhi.
Dalam operasi kemanusiaan tersebut, PMI se-DKI Jakarta mengerahkan enam unit ambulans yang berasal dari PMI Kota Administrasi dan Markas PMI Provinsi DKI Jakarta. Sebanyak 28 personel PMI diterjunkan untuk mendukung proses evakuasi, pelayanan kesehatan, pertolongan pertama, serta transportasi medis bagi korban.
Budhi menjelaskan, penanganan insiden berlangsung melalui koordinasi lintas sektor yang melibatkan berbagai instansi sesuai tugas dan fungsinya. Petugas Gulkarmat menjadi unsur utama dalam operasi pemadaman dan penyelamatan, sementara PMI, PK3D, BPBD, TNI, Polri, serta unsur terkait lainnya memberikan dukungan sesuai kapasitas masing-masing.
“Keberhasilan penanganan kejadian ini merupakan hasil kerja sama seluruh unsur yang bergerak secara cepat, terintegrasi dan terkoordinasi. Setiap instansi menjalankan perannya masing-masing untuk memastikan keselamatan penghuni serta percepatan penanganan korban,” katanya.
Menurut Budhi, kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam menghadapi keadaan darurat yang melibatkan banyak korban. Dengan sistem komando yang jelas, komunikasi yang efektif, dan dukungan sumber daya yang memadai, proses evakuasi dapat berlangsung lebih cepat dan terukur.
PMI sesuai mandatnya akan terus mendukung upaya pemerintah dalam penanganan bencana dan keadaan darurat kemanusiaan, baik pada kejadian kebakaran, banjir, maupun bentuk kedaruratan lainnya.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh petugas yang telah bekerja tanpa henti di lapangan. Sinergi antarlembaga seperti ini menjadi kekuatan utama dalam memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.(b26/bp)
Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Provinsi DKI Jakarta, Budhi Pranoto, yang berada di lokasi kejadian mengatakan, hingga pukul 16.40 WIB sebanyak 34 penghuni berhasil dievakuasi dan mendapatkan pertolongan.
“Sebanyak 34 penghuni berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Beberapa di antaranya mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis di lokasi, sementara sejumlah korban lainnya dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut,” ujar Budhi.
Dalam operasi kemanusiaan tersebut, PMI se-DKI Jakarta mengerahkan enam unit ambulans yang berasal dari PMI Kota Administrasi dan Markas PMI Provinsi DKI Jakarta. Sebanyak 28 personel PMI diterjunkan untuk mendukung proses evakuasi, pelayanan kesehatan, pertolongan pertama, serta transportasi medis bagi korban.
Budhi menjelaskan, penanganan insiden berlangsung melalui koordinasi lintas sektor yang melibatkan berbagai instansi sesuai tugas dan fungsinya. Petugas Gulkarmat menjadi unsur utama dalam operasi pemadaman dan penyelamatan, sementara PMI, PK3D, BPBD, TNI, Polri, serta unsur terkait lainnya memberikan dukungan sesuai kapasitas masing-masing.
“Keberhasilan penanganan kejadian ini merupakan hasil kerja sama seluruh unsur yang bergerak secara cepat, terintegrasi dan terkoordinasi. Setiap instansi menjalankan perannya masing-masing untuk memastikan keselamatan penghuni serta percepatan penanganan korban,” katanya.
Menurut Budhi, kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam menghadapi keadaan darurat yang melibatkan banyak korban. Dengan sistem komando yang jelas, komunikasi yang efektif, dan dukungan sumber daya yang memadai, proses evakuasi dapat berlangsung lebih cepat dan terukur.
PMI sesuai mandatnya akan terus mendukung upaya pemerintah dalam penanganan bencana dan keadaan darurat kemanusiaan, baik pada kejadian kebakaran, banjir, maupun bentuk kedaruratan lainnya.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh petugas yang telah bekerja tanpa henti di lapangan. Sinergi antarlembaga seperti ini menjadi kekuatan utama dalam memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.(b26/bp)