Berita Kolaborasi PMI Jakarta Utara, ILUNI UI, dan Telkom Latih SIBAT Tapanuli Tengah Hadapi Bencana
21/08/2026
TAPANULI TENGAH – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan bencana di wilayah rawan, PMI Jakarta Utara berkolaborasi dengan PMI Tapanuli Tengah menggelar Pelatihan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) di Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Pelatihan intensif ini menjadi langkah strategis untuk membangun kapasitas masyarakat agar lebih tangguh, serta siap melakukan pertolongan pertama dan penyelamatan jiwa saat bencana terjadi.
Pentingnya Ilmu Mitigasi untuk Keselamatan Nyawa
Camat Tukka, Simangugkalit, S.T., dalam arahannya menekankan pentingnya keseriusan peserta dalam menyerap setiap materi kebencanaan. Ia menegaskan bahwa bekal ilmu dasar ini adalah kunci keselamatan nyawa.
Ilmu yang Bapak-Ibu dapat beberapa hari ini mungkin kelihatannya sepele, tetapi itulah yang akan terjadi nantinya. Berbicara tentang bencana alam adalah berbicara tentang keselamatan nyawa dan jiwa,” tegas Simanungkalit, S.T
Senada dengan hal tersebut, Kepala BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah, Agus Haryanto, memberikan apresiasi tinggi kepada PMI Jakarta Utara atas inisiatif pelatihan bagi warga ini. Ia memaparkan bahwa Tapanuli Tengah merupakan wilayah dengan multi-bencana, yang meliputi:
* Banjir dan banjir bandang
* Tanah longsor
* Gempa bumi
* Tsunami
* Cuaca ekstrem
“Enam-enamnya ada di Tapanuli Tengah. Karena itu, ilmu yang diberikan PMI Jakarta Utara ini menjadi bekal krusial bagi masyarakat untuk menghadapi dan memitigasi bencana,” ujar Agus. Ia berharap anggota SIBAT yang baru dibentuk dapat bertransformasi menjadi duta kesiapsiagaan bencana yang aktif mengedukasi lingkungan sekitarnya.
Penyerahan SOP dan Komitmen Wabup Tapteng
Sebagai bentuk komitmen kelembagaan, acara ini juga ditandai dengan penyerahan SOP Penguatan Pengurangan Risiko Terpadu Berbasis Masyarakat dari Ketua PMI Tapanuli Tengah kepada Lurah Sipange.
Ketua PMI Kabupaten Tapanuli Tengah yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati, H. Muhammad Efendi, menyambut baik kolaborasi lintas wilayah antara PMI Jakarta Utara dan PMI Tapanuli Tengah ini. Mengingat sejarah wilayah tersebut yang pernah terdampak bencana, ia menilai penguatan kapasitas warga adalah harga mati.
“Pelatihan yang diberikan oleh PMI Jakarta Utara dengan berkolaborasi bersama PMI Tapanuli Tengah sangat penting bagi kita. Apa yang sudah dilatihkan harus diingat dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Dukungan ILUNI UI dan PT Telkom untuk Masyarakat Tangguh
Kegiatan kemanusiaan ini tidak lepas dari dukungan penuh Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) dan PT Telkom Indonesia. Sinergi ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat pemulihan dan ketangguhan masyarakat terdampak bencana di Tapanuli Tengah.
Melalui pembentukan dan penguatan SIBAT, PMI memiliki visi besar: mengubah paradigma masyarakat dari yang awalnya hanya menjadi penerima bantuan saat bencana, menjadi penolong pertama (first responder) yang handal di lingkungannya sendiri.(dayat)
Pelatihan intensif ini menjadi langkah strategis untuk membangun kapasitas masyarakat agar lebih tangguh, serta siap melakukan pertolongan pertama dan penyelamatan jiwa saat bencana terjadi.
Pentingnya Ilmu Mitigasi untuk Keselamatan Nyawa
Camat Tukka, Simangugkalit, S.T., dalam arahannya menekankan pentingnya keseriusan peserta dalam menyerap setiap materi kebencanaan. Ia menegaskan bahwa bekal ilmu dasar ini adalah kunci keselamatan nyawa.
Ilmu yang Bapak-Ibu dapat beberapa hari ini mungkin kelihatannya sepele, tetapi itulah yang akan terjadi nantinya. Berbicara tentang bencana alam adalah berbicara tentang keselamatan nyawa dan jiwa,” tegas Simanungkalit, S.T
Senada dengan hal tersebut, Kepala BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah, Agus Haryanto, memberikan apresiasi tinggi kepada PMI Jakarta Utara atas inisiatif pelatihan bagi warga ini. Ia memaparkan bahwa Tapanuli Tengah merupakan wilayah dengan multi-bencana, yang meliputi:
* Banjir dan banjir bandang
* Tanah longsor
* Gempa bumi
* Tsunami
* Cuaca ekstrem
“Enam-enamnya ada di Tapanuli Tengah. Karena itu, ilmu yang diberikan PMI Jakarta Utara ini menjadi bekal krusial bagi masyarakat untuk menghadapi dan memitigasi bencana,” ujar Agus. Ia berharap anggota SIBAT yang baru dibentuk dapat bertransformasi menjadi duta kesiapsiagaan bencana yang aktif mengedukasi lingkungan sekitarnya.
Penyerahan SOP dan Komitmen Wabup Tapteng
Sebagai bentuk komitmen kelembagaan, acara ini juga ditandai dengan penyerahan SOP Penguatan Pengurangan Risiko Terpadu Berbasis Masyarakat dari Ketua PMI Tapanuli Tengah kepada Lurah Sipange.
Ketua PMI Kabupaten Tapanuli Tengah yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati, H. Muhammad Efendi, menyambut baik kolaborasi lintas wilayah antara PMI Jakarta Utara dan PMI Tapanuli Tengah ini. Mengingat sejarah wilayah tersebut yang pernah terdampak bencana, ia menilai penguatan kapasitas warga adalah harga mati.
“Pelatihan yang diberikan oleh PMI Jakarta Utara dengan berkolaborasi bersama PMI Tapanuli Tengah sangat penting bagi kita. Apa yang sudah dilatihkan harus diingat dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Dukungan ILUNI UI dan PT Telkom untuk Masyarakat Tangguh
Kegiatan kemanusiaan ini tidak lepas dari dukungan penuh Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) dan PT Telkom Indonesia. Sinergi ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat pemulihan dan ketangguhan masyarakat terdampak bencana di Tapanuli Tengah.
Melalui pembentukan dan penguatan SIBAT, PMI memiliki visi besar: mengubah paradigma masyarakat dari yang awalnya hanya menjadi penerima bantuan saat bencana, menjadi penolong pertama (first responder) yang handal di lingkungannya sendiri.(dayat)