Berita PMI DKI Jakarta Berikan Penghargaan kepada 10 Bank Darah Rumah Sakit Terbaik
15/08/2026
Jakarta - Unit Donor Darah (UDD) PMI Provinsi DKI Jakarta memberikan penghargaan kepada Bank Darah Rumah Sakit (BDRS) di Provinsi DKI Jakarta sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan dedikasi dalam memberikan pelayanan darah yang aman, berkualitas, dan berorientasi pada keselamatan pasien di Aula Lt.5 Gedung Muhammadiyah pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Pemberian Penghargaan ini merupakan bagian dari program bidang Pelayanan Darah UDD PMI Provinsi DKI Jakarta berdasarkan hasil nilai performa BDRS pada kunjungan rutin dan formal sepanjang tahun 2025. Melalui kegiatan tersebut, PMI melakukan pembinaan, pemantauan, serta penilaian terhadap konsistensi pengelolaan dan pelayanan darah di rumah sakit.
Saat ini terdapat 64 BDRS di DKI Jakarta, terdiri dari 58 BDRS dan 6 Ujicoba BDRS. Dalam pelayanannya, kebutuhan darah di rumah sakit mencapai sekitar 1.000 kantong per hari. Pada Juni 2025, PMI DKI Jakarta juga melayani permintaan dropping darah sebanyak 21.992 kantong, dengan total 10.873 permintaan.
Pemberian penghargaan kepada 10 BDRS terbaik menjadi bentuk apresiasi sekaligus momentum untuk mendorong peningkatan mutu pelayanan darah secara berkelanjutan. Keberhasilan pelayanan darah merupakan hasil kerja bersama antara PMI, BDRS, tenaga kesehatan, serta seluruh pihak yang terlibat dalam memastikan darah tersedia dan dapat diberikan kepada pasien pada waktu yang tepat.
Ketua PMI Provinsi DKI Jakarta, Beky Mardani menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukanlah tujuan akhir, melainkan motivasi bagi seluruh BDRS untuk terus mempertahankan dan meningkatkan standar pelayanan.
“Pelayanan darah bukan hanya persoalan administrasi dan teknis pelayanan. Di balik setiap kantong darah, ada harapan dan ada kehidupan yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.
Ke depan, PMI DKI Jakarta mendorong tiga hal utama, yaitu penguatan kolaborasi antara PMI dan rumah sakit, peningkatan mutu pelayanan BDRS, serta penguatan gerakan donor darah rutin di lingkungan rumah sakit.
PMI DKI Jakarta juga mengajak seluruh rumah sakit untuk terus memperkuat koordinasi dan kerja sama dalam memenuhi kebutuhan darah bagi pasien. Kegiatan donor darah rutin di lingkungan rumah sakit diharapkan dapat turut mendukung ketersediaan stok darah sekaligus memperkuat gerakan kemanusiaan.
“Pada akhirnya, keberhasilan pelayanan darah bukanlah keberhasilan PMI sendiri maupun rumah sakit sendiri. Ini adalah keberhasilan kita bersama dalam memastikan pasien mendapatkan darah yang dibutuhkan pada saat yang tepat,” lanjutnya.
Melalui penghargaan ini, PMI Provinsi DKI Jakarta berharap sinergi dengan seluruh rumah sakit dan BDRS semakin kuat sehingga pelayanan darah di DKI Jakarta dapat terus berkembang, aman, berkualitas, dan mengutamakan keselamatan pasien.(dwi)
Pemberian Penghargaan ini merupakan bagian dari program bidang Pelayanan Darah UDD PMI Provinsi DKI Jakarta berdasarkan hasil nilai performa BDRS pada kunjungan rutin dan formal sepanjang tahun 2025. Melalui kegiatan tersebut, PMI melakukan pembinaan, pemantauan, serta penilaian terhadap konsistensi pengelolaan dan pelayanan darah di rumah sakit.
Saat ini terdapat 64 BDRS di DKI Jakarta, terdiri dari 58 BDRS dan 6 Ujicoba BDRS. Dalam pelayanannya, kebutuhan darah di rumah sakit mencapai sekitar 1.000 kantong per hari. Pada Juni 2025, PMI DKI Jakarta juga melayani permintaan dropping darah sebanyak 21.992 kantong, dengan total 10.873 permintaan.
Pemberian penghargaan kepada 10 BDRS terbaik menjadi bentuk apresiasi sekaligus momentum untuk mendorong peningkatan mutu pelayanan darah secara berkelanjutan. Keberhasilan pelayanan darah merupakan hasil kerja bersama antara PMI, BDRS, tenaga kesehatan, serta seluruh pihak yang terlibat dalam memastikan darah tersedia dan dapat diberikan kepada pasien pada waktu yang tepat.
Ketua PMI Provinsi DKI Jakarta, Beky Mardani menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukanlah tujuan akhir, melainkan motivasi bagi seluruh BDRS untuk terus mempertahankan dan meningkatkan standar pelayanan.
“Pelayanan darah bukan hanya persoalan administrasi dan teknis pelayanan. Di balik setiap kantong darah, ada harapan dan ada kehidupan yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.
Ke depan, PMI DKI Jakarta mendorong tiga hal utama, yaitu penguatan kolaborasi antara PMI dan rumah sakit, peningkatan mutu pelayanan BDRS, serta penguatan gerakan donor darah rutin di lingkungan rumah sakit.
PMI DKI Jakarta juga mengajak seluruh rumah sakit untuk terus memperkuat koordinasi dan kerja sama dalam memenuhi kebutuhan darah bagi pasien. Kegiatan donor darah rutin di lingkungan rumah sakit diharapkan dapat turut mendukung ketersediaan stok darah sekaligus memperkuat gerakan kemanusiaan.
“Pada akhirnya, keberhasilan pelayanan darah bukanlah keberhasilan PMI sendiri maupun rumah sakit sendiri. Ini adalah keberhasilan kita bersama dalam memastikan pasien mendapatkan darah yang dibutuhkan pada saat yang tepat,” lanjutnya.
Melalui penghargaan ini, PMI Provinsi DKI Jakarta berharap sinergi dengan seluruh rumah sakit dan BDRS semakin kuat sehingga pelayanan darah di DKI Jakarta dapat terus berkembang, aman, berkualitas, dan mengutamakan keselamatan pasien.(dwi)