Berita PMI Jakarta Utara dan PMI Tapanuli Tengah Bentuk SIBAT di Kelurahan Sipange untuk Wujudkan Masyarakat Tangguh Bencana
15/08/2026
TAPANULI TENGAH – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Utara berkolaborasi dengan PMI Kabupaten Tapanuli Tengah menggelar pelatihan dan pembentukan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) di Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Jumat (14/8/2026). Program pemulihan pascabencana ini bertujuan memperkuat kapasitas kesiapsiagaan warga dalam menghadapi ancaman banjir dan longsor yang kerap mengintai wilayah tersebut.
Kelurahan Sipange dikenal sebagai kawasan dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi, terutama banjir dan tanah longsor. Melalui pembentukan SIBAT, masyarakat dibekali pengetahuan serta keterampilan untuk mengenali risiko bencana, melakukan langkah kesiapsiagaan, dan mengambil tindakan awal sebelum bantuan eksternal tiba.
Wakil Bupati Tapanuli Tengah Hadiri Pembentukan SIBAT di Kecamatan Tukka
Kegiatan pelatihan SIBAT ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Tapanuli Tengah yang juga menjabat sebagai Ketua PMI Kabupaten Tapanuli Tengah, Mahmud Lubis. Turut hadir Sekretaris PMI Kabupaten Tapanuli Tengah M. Ibnu, Lurah Sipange Indra Perdana Pasaribu, S.A.P., serta Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) setempat.
Mahmud Lubis menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kelurahan Sipange yang antusias mengikuti pelatihan. Ia menegaskan bahwa Kecamatan Tukka merupakan salah satu wilayah paling terdampak saat bencana melanda.
"Daerah Tukka merupakan daerah yang paling terdampak pada saat bencana. Untuk itu, kami berharap pelaksanaan pelatihan ini bermanfaat bagi kepentingan masyarakat dan menjadikan warga benar-benar tangguh terhadap bencana, terutama di Kecamatan Tukka, Kelurahan Sipange," ujar Mahmud Lubis.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada ILUNI UI dan PT Telkom Indonesia atas dukungan penuh terhadap pelaksanaan pelatihan SIBAT di Kelurahan Sipange.
PMI Jakarta Utara Dampingi Masyarakat Selama Enam Hari
Erna Cahyani, pengurus PMI Kota Jakarta Utara, menjelaskan bahwa kehadiran PMI di Kelurahan Sipange merupakan bentuk pendampingan langsung kepada masyarakat dalam pelatihan dan pembentukan SIBAT.
"Hari ini saya memperkenalkan personel yang akan mendampingi masyarakat selama enam hari di Tapanuli Tengah. PMI Jakarta Utara berkolaborasi dengan PMI Kabupaten Tapanuli Tengah untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana," kata Erna Cahyani.
Erna menambahkan, perjalanan dan pelaksanaan kegiatan ini tidak lepas dari dukungan ILUNI UI dan Telkom Indonesia yang turut mendukung PMI dalam menjalankan misi kemanusiaan di Tapanuli Tengah.
"Karena masyarakat yang tangguh bukan hanya masyarakat yang mampu bertahan saat bencana terjadi, tetapi juga masyarakat yang siap, tahu apa yang harus dilakukan, dan mampu saling melindungi. PMI hadir, masyarakat tangguh, bencana lebih siap dihadapi," tuturnya.
Lurah Sipange Sebut Pelatihan SIBAT Sangat Bermanfaat untuk Wilayah Rawan Bencana
Lurah Sipange, Indra Perdana Pasaribu, mengungkapkan rasa terima kasih atas terselenggaranya pelatihan SIBAT di wilayahnya. Ia mengakui bahwa Kelurahan Sipange merupakan daerah rawan bencana, khususnya longsor dan banjir.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kegiatan hari ini yang sangat bermanfaat di Kelurahan Sipange. Kita ketahui Kelurahan Sipange ini merupakan daerah rawan bencana, yaitu longsor dan banjir. Kiranya dengan adanya pelatihan kepada masyarakat, bisa menjadi kelurahan yang tangguh terhadap bencana," ungkap Indra Perdana Pasaribu.
Ia menambahkan, melalui pembentukan SIBAT, masyarakat akan dilibatkan dalam pemetaan jalur evakuasi dan penentuan lokasi aman yang dapat digunakan saat bencana terjadi. Keberadaan warga terlatih diharapkan mampu mempercepat respons awal di lingkungan masing-masing.
PMI Gelar Psychosocial Support untuk Anak-Anak dan Promosi Kesehatan
Selain pelatihan SIBAT, PMI juga melaksanakan kegiatan Psychosocial Support Program (PSP) bagi anak-anak di Kelurahan Sipange serta program promosi kesehatan bagi masyarakat sekitar. Kegiatan ini menjadi bagian dari pendekatan holistik PMI dalam pemulihan pascabencana, tidak hanya menyasar aspek kesiapsiagaan tetapi juga kesehatan mental dan fisik warga.
Lurah Sipange berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Ia kembali menyampaikan apresiasi kepada PT Telkom Indonesia dan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) yang telah mendukung penuh kegiatan PMI di Kelurahan Sipange.
Membangun Masyarakat Tangguh Bencana dari Tingkat Kelurahan
Melalui program pembentukan SIBAT ini, PMI Jakarta Utara bersama PMI Kabupaten Tapanuli Tengah berupaya memperkuat peran masyarakat sebagai garda terdepan dalam menghadapi bencana. Pembentukan SIBAT di Kelurahan Sipange diharapkan menjadi langkah awal membangun komunitas yang lebih siap, tangguh, dan mampu melakukan tindakan cepat ketika bencana terjadi.
Program ini sekaligus menegaskan komitmen PMI dalam mendampingi masyarakat di wilayah rawan bencana agar memiliki kapasitas mandiri dalam mitigasi, kesiapsiagaan, dan respons awal bencana tanpa harus menunggu bantuan dari luar.(dayat)
Kelurahan Sipange dikenal sebagai kawasan dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi, terutama banjir dan tanah longsor. Melalui pembentukan SIBAT, masyarakat dibekali pengetahuan serta keterampilan untuk mengenali risiko bencana, melakukan langkah kesiapsiagaan, dan mengambil tindakan awal sebelum bantuan eksternal tiba.
Wakil Bupati Tapanuli Tengah Hadiri Pembentukan SIBAT di Kecamatan Tukka
Kegiatan pelatihan SIBAT ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Tapanuli Tengah yang juga menjabat sebagai Ketua PMI Kabupaten Tapanuli Tengah, Mahmud Lubis. Turut hadir Sekretaris PMI Kabupaten Tapanuli Tengah M. Ibnu, Lurah Sipange Indra Perdana Pasaribu, S.A.P., serta Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) setempat.
Mahmud Lubis menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kelurahan Sipange yang antusias mengikuti pelatihan. Ia menegaskan bahwa Kecamatan Tukka merupakan salah satu wilayah paling terdampak saat bencana melanda.
"Daerah Tukka merupakan daerah yang paling terdampak pada saat bencana. Untuk itu, kami berharap pelaksanaan pelatihan ini bermanfaat bagi kepentingan masyarakat dan menjadikan warga benar-benar tangguh terhadap bencana, terutama di Kecamatan Tukka, Kelurahan Sipange," ujar Mahmud Lubis.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada ILUNI UI dan PT Telkom Indonesia atas dukungan penuh terhadap pelaksanaan pelatihan SIBAT di Kelurahan Sipange.
PMI Jakarta Utara Dampingi Masyarakat Selama Enam Hari
Erna Cahyani, pengurus PMI Kota Jakarta Utara, menjelaskan bahwa kehadiran PMI di Kelurahan Sipange merupakan bentuk pendampingan langsung kepada masyarakat dalam pelatihan dan pembentukan SIBAT.
"Hari ini saya memperkenalkan personel yang akan mendampingi masyarakat selama enam hari di Tapanuli Tengah. PMI Jakarta Utara berkolaborasi dengan PMI Kabupaten Tapanuli Tengah untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana," kata Erna Cahyani.
Erna menambahkan, perjalanan dan pelaksanaan kegiatan ini tidak lepas dari dukungan ILUNI UI dan Telkom Indonesia yang turut mendukung PMI dalam menjalankan misi kemanusiaan di Tapanuli Tengah.
"Karena masyarakat yang tangguh bukan hanya masyarakat yang mampu bertahan saat bencana terjadi, tetapi juga masyarakat yang siap, tahu apa yang harus dilakukan, dan mampu saling melindungi. PMI hadir, masyarakat tangguh, bencana lebih siap dihadapi," tuturnya.
Lurah Sipange Sebut Pelatihan SIBAT Sangat Bermanfaat untuk Wilayah Rawan Bencana
Lurah Sipange, Indra Perdana Pasaribu, mengungkapkan rasa terima kasih atas terselenggaranya pelatihan SIBAT di wilayahnya. Ia mengakui bahwa Kelurahan Sipange merupakan daerah rawan bencana, khususnya longsor dan banjir.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kegiatan hari ini yang sangat bermanfaat di Kelurahan Sipange. Kita ketahui Kelurahan Sipange ini merupakan daerah rawan bencana, yaitu longsor dan banjir. Kiranya dengan adanya pelatihan kepada masyarakat, bisa menjadi kelurahan yang tangguh terhadap bencana," ungkap Indra Perdana Pasaribu.
Ia menambahkan, melalui pembentukan SIBAT, masyarakat akan dilibatkan dalam pemetaan jalur evakuasi dan penentuan lokasi aman yang dapat digunakan saat bencana terjadi. Keberadaan warga terlatih diharapkan mampu mempercepat respons awal di lingkungan masing-masing.
PMI Gelar Psychosocial Support untuk Anak-Anak dan Promosi Kesehatan
Selain pelatihan SIBAT, PMI juga melaksanakan kegiatan Psychosocial Support Program (PSP) bagi anak-anak di Kelurahan Sipange serta program promosi kesehatan bagi masyarakat sekitar. Kegiatan ini menjadi bagian dari pendekatan holistik PMI dalam pemulihan pascabencana, tidak hanya menyasar aspek kesiapsiagaan tetapi juga kesehatan mental dan fisik warga.
Lurah Sipange berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Ia kembali menyampaikan apresiasi kepada PT Telkom Indonesia dan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) yang telah mendukung penuh kegiatan PMI di Kelurahan Sipange.
Membangun Masyarakat Tangguh Bencana dari Tingkat Kelurahan
Melalui program pembentukan SIBAT ini, PMI Jakarta Utara bersama PMI Kabupaten Tapanuli Tengah berupaya memperkuat peran masyarakat sebagai garda terdepan dalam menghadapi bencana. Pembentukan SIBAT di Kelurahan Sipange diharapkan menjadi langkah awal membangun komunitas yang lebih siap, tangguh, dan mampu melakukan tindakan cepat ketika bencana terjadi.
Program ini sekaligus menegaskan komitmen PMI dalam mendampingi masyarakat di wilayah rawan bencana agar memiliki kapasitas mandiri dalam mitigasi, kesiapsiagaan, dan respons awal bencana tanpa harus menunggu bantuan dari luar.(dayat)