Berita Sambut Tahun Ajaran Baru, PMI Jakarta Utara Bekali Pelajar dengan Pertolongan Pertama dan Jiwa Kerelawanan
15/07/2026
JAKARTA - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Utara menyambuti tahun ajaran baru dengan menyambangi SMK Bintang Nusantara dan SMP Plus Al-Fudhola dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026/2027, Rabu (15/7). Kegiatan ini bertujuan menanamkan karakter kemanusiaan sekaligus membekali siswa dengan keterampilan dasar pertolongan pertama.
Ketua Bidang Organisasi dan Relawan PMI Kota Jakarta Utara, Troy Aldi Pratama, hadir langsung untuk memperkenalkan Palang Merah Remaja (PMR). Ia menekankan bahwa PMR bukan sekadar ekstrakurikuler, melainkan wadah strategis untuk membentuk kepedulian, karakter kemanusiaan, dan kesiapan generasi muda dalam membantu sesama.
Khusus bagi siswa SMK Bintang Nusantara, materi pertolongan pertama ini dinilai sangat krusial. Program keahlian Teknik Sepeda Motor memiliki potensi risiko kerja di bengkel praktik, sehingga pemahaman keselamatan dan penanganan cedera awal menjadi bekal yang vital bagi para siswa.
"Pertolongan pertama bukan hanya keterampilan bagi tenaga kesehatan atau relawan. Pengetahuan sederhana tentang bagaimana bersikap dan mengambil tindakan awal yang tepat dapat menjadi bekal berharga bagi para pelajar, baik di sekolah, di rumah, maupun di tengah masyarakat," ujar Troy.
Antusiasme tinggi turut ditunjukkan oleh siswa-siswi SMP Plus Al-Fudhola. Hal ini terlihat dari aktifnya sesi tanya jawab dan keberanian para siswa menjadi sukarelawan dalam simulasi Pengangkutan Orang Luka (P.O.L.). Menurut Troy, tingginya antusiasme ini membuktikan bahwa pendidikan kemanusiaan sangat mudah diterima generasi muda jika dikemas secara interaktif dan relevan dengan keseharian mereka.
"Kami ingin para pelajar memahami bahwa di dalam PMR ada proses belajar untuk peduli, berani mengambil peran, bekerja sama, serta memiliki kesiapan untuk membantu sesama secara benar dan bertanggung jawab," tambahnya.
Kepala SMK Bintang Nusantara, H. Tubagus Arif, S.Ag., M.AP., menyambut baik inisiatif ini. "Kami berharap pembekalan ini dapat meningkatkan kesadaran siswa terhadap keselamatan, serta membuat mereka sigap mengambil tindakan awal yang tepat saat menghadapi kondisi darurat," ungkapnya.
Senada dengan itu, Kepala SMP Plus Al-Fudhola, Hj. Isye Triani, S.Pd., mengapresiasi kehadiran PMI. "Kami berharap pengalaman ini dapat menumbuhkan kepedulian, keberanian untuk menolong, serta karakter kemanusiaan dalam diri anak-anak kami," ujarnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Seksi PMR dan Relawan, perwakilan relawan, serta Tim Humas PMI Kota Jakarta Utara. Rombongan diterima hangat oleh kedua kepala sekolah yang sepakat bahwa dunia pendidikan tidak hanya harus mencetak generasi yang unggul secara akademik, tetapi juga tangguh secara sosial dan peduli terhadap kemanusiaan.
Melalui langkah ini, PMI Kota Jakarta Utara terus mengukuhkan komitmennya dalam mendorong pendidikan kemanusiaan sejak dini dan memperkuat peran PMR sebagai wadah pembentukan generasi muda yang peduli, terampil, dan tangguh.(dayat)
Ketua Bidang Organisasi dan Relawan PMI Kota Jakarta Utara, Troy Aldi Pratama, hadir langsung untuk memperkenalkan Palang Merah Remaja (PMR). Ia menekankan bahwa PMR bukan sekadar ekstrakurikuler, melainkan wadah strategis untuk membentuk kepedulian, karakter kemanusiaan, dan kesiapan generasi muda dalam membantu sesama.
Khusus bagi siswa SMK Bintang Nusantara, materi pertolongan pertama ini dinilai sangat krusial. Program keahlian Teknik Sepeda Motor memiliki potensi risiko kerja di bengkel praktik, sehingga pemahaman keselamatan dan penanganan cedera awal menjadi bekal yang vital bagi para siswa.
"Pertolongan pertama bukan hanya keterampilan bagi tenaga kesehatan atau relawan. Pengetahuan sederhana tentang bagaimana bersikap dan mengambil tindakan awal yang tepat dapat menjadi bekal berharga bagi para pelajar, baik di sekolah, di rumah, maupun di tengah masyarakat," ujar Troy.
Antusiasme tinggi turut ditunjukkan oleh siswa-siswi SMP Plus Al-Fudhola. Hal ini terlihat dari aktifnya sesi tanya jawab dan keberanian para siswa menjadi sukarelawan dalam simulasi Pengangkutan Orang Luka (P.O.L.). Menurut Troy, tingginya antusiasme ini membuktikan bahwa pendidikan kemanusiaan sangat mudah diterima generasi muda jika dikemas secara interaktif dan relevan dengan keseharian mereka.
"Kami ingin para pelajar memahami bahwa di dalam PMR ada proses belajar untuk peduli, berani mengambil peran, bekerja sama, serta memiliki kesiapan untuk membantu sesama secara benar dan bertanggung jawab," tambahnya.
Kepala SMK Bintang Nusantara, H. Tubagus Arif, S.Ag., M.AP., menyambut baik inisiatif ini. "Kami berharap pembekalan ini dapat meningkatkan kesadaran siswa terhadap keselamatan, serta membuat mereka sigap mengambil tindakan awal yang tepat saat menghadapi kondisi darurat," ungkapnya.
Senada dengan itu, Kepala SMP Plus Al-Fudhola, Hj. Isye Triani, S.Pd., mengapresiasi kehadiran PMI. "Kami berharap pengalaman ini dapat menumbuhkan kepedulian, keberanian untuk menolong, serta karakter kemanusiaan dalam diri anak-anak kami," ujarnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Seksi PMR dan Relawan, perwakilan relawan, serta Tim Humas PMI Kota Jakarta Utara. Rombongan diterima hangat oleh kedua kepala sekolah yang sepakat bahwa dunia pendidikan tidak hanya harus mencetak generasi yang unggul secara akademik, tetapi juga tangguh secara sosial dan peduli terhadap kemanusiaan.
Melalui langkah ini, PMI Kota Jakarta Utara terus mengukuhkan komitmennya dalam mendorong pendidikan kemanusiaan sejak dini dan memperkuat peran PMR sebagai wadah pembentukan generasi muda yang peduli, terampil, dan tangguh.(dayat)