Berita Tingkatkan Kapasitas Kader Pengendalian DBD, PMI Jaktim Gelar Lokalatih KLB dan SBM
14/07/2026
JAKARTA – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Timur menggelar Lokalatih Pelatihan Kejadian Luar Biasa dan Surveilans Berbasis Masyarakat (SBM) sebagai bagian dari implementasi dari Mosquito-Borne Disease Prevention Program (MDPP).
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Bidang Pelayanan Kesehatan, Sosial dan Rumah Sakit PMI Provinsi DKI Jakarta, dr. Sibrohmalisi di Ruang Aula lantai tiga, Markas PMI Kota Jakarta Timur, Jalan I Gusti Ngurahrai No.77, Klender – Jakarta Timur. Selasa (14/7).
Dalam sambutannya, dr. Sibrohmalisi mengatakan bahwa kegiatan lokalatih pelatihan KLB dan SBM merupakan bagian dari memperkuat pemberdayaan masyarakat dalam menekan angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jakarta khususnya di Kecamatan Kramat jati dan Kecamatan Pasar Rebo.
"Hari ini kita berada di markas PMI Kota Jakarta Timur untuk melaksanakan lokalatih bagi para kader yang selama ini telah berperan aktif di masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan kapasitas mereka agar lebih intensif dalam upaya pencegahan dan pengendalian DBD,” kata dr. Sibrohmalisi.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi proyek percontohan (pilot project) yang diharapkan dapat diterapkan di wilayah lain apabila menunjukkan hasil yang baik.
"Jika hasilnya bagus, diharapkan program ini dapat menjadikan Jakarta lebih aman, nyaman dan bersih sekaligus mampu menekan angka kasus DBD mendekati angka nol persen. Ini merupakan wujud kepedulian PMI Provinsi DKI Jakarta dan PMI Kota Jakarta Timur dalam mendukung upaya pencegahan DBD melalui pemberdayaan masyarakat,” imbuhnya.
Ia juga menghimbau kepada para peserta agar ilmu yang diperoleh selama kegiatan ini agar di kembangkan dan diketok tularkan baik di rumah, keluarga, serta masyarakat.
Ketua Bidang Pelayanan Kesehatan dan Donor Darah PMI Kota Jakarta Timur, H. Wahyu Supriyatna, pada hari ini telah dilaksanakan kegiatan pelatihan DBD yang merupakan aplikasi dari MDPP yang dimotori oleh PMI Provinsi DKI Jakarta.
Menurutnya, apa yang menjadi arahan dari PMI Provinsi DKI Jakarta insyaallah akan diaplikasikan oleh para kader yang berada di dua kelurahan ini yakni di Kelurahan Pekayon dan Kelurahan Balekambang.
"Mudah-mudahan apa yang sudah kita harapkan sebelumnya, bahwa DBD insyaallah akan kita upayakan mendekati nol persen. Karena selama empat hari kedepan kegiatan akan dilaksanakan di Markas PM Kota Jakarta Timur sebagai bekal untuk mengimplementasikan program ini dilingkungan masing-masing,” kata H. Wahyu Supriyatna.
Sementara itu, Puskesmas Kecamatan Kramat Jati, dr. Inda Mutiara, sangat mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh PMI Kota Jakarta Timur. Dari sudut pandang kami di Puskesmas, khususnya Puskesmas Kecamatan Kramat Jati, kegiatan ini sangat baik karena mengusung konsep pemberdayaan masyarakat, dengan fokus pada upaya pencegahan dan pengendalian DBD di wilayah Jakarta Timur.
"Saya sangat senang melihat masyarakat mendapatkan pengetahuan melalui kegiatan ini. Jika sebelumnya pelatihan yang sering diberikan PMI berkaitan dengan Bantuan Hidup Dasar (BHD), kali ini fokusnya adalah DBD, yang hingga saat ini masih menjadi penyakit endemis di DKI Jakarta,” kata dr. Inda Mutiara.
Melalui kegiatan ini, masyarakat, khususnya para kader, diberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan teknis yang lebih mendalam. Hal ini sangat penting karena mereka merupakan ujung tombak dalam upaya pencegahan DBD di lingkungan masing-masing.
Dalam konsep KLB, terdapat dua kategori, yaitu KLB akibat bencana alam dan KLB non fisik. Dalam hal ini, penyakit masuk dalam golongan KLB, DBD merupakan bagian dari KLB non fisik. Artinya, peran PMI tidak hanya terbatas pada penanganan bencana, tetapi juga turut berkontribusi dalam upaya penanggulangan penyakit yang menjadi ancaman bagi masyarakat.
"Harapan ke depannya, semoga ilmu yang telah diberikan kepada masyarakat dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga memberikan dampak nyata. Kami berharap angka kasus DBD khususnya di Jakarta Timur dapat terus menurun dan pada akhirnya kita dapat mencapai zero kematian akibat DBD, itulah yang diharapkan,” imbuhnya.(b26)
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Bidang Pelayanan Kesehatan, Sosial dan Rumah Sakit PMI Provinsi DKI Jakarta, dr. Sibrohmalisi di Ruang Aula lantai tiga, Markas PMI Kota Jakarta Timur, Jalan I Gusti Ngurahrai No.77, Klender – Jakarta Timur. Selasa (14/7).
Dalam sambutannya, dr. Sibrohmalisi mengatakan bahwa kegiatan lokalatih pelatihan KLB dan SBM merupakan bagian dari memperkuat pemberdayaan masyarakat dalam menekan angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jakarta khususnya di Kecamatan Kramat jati dan Kecamatan Pasar Rebo.
"Hari ini kita berada di markas PMI Kota Jakarta Timur untuk melaksanakan lokalatih bagi para kader yang selama ini telah berperan aktif di masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan kapasitas mereka agar lebih intensif dalam upaya pencegahan dan pengendalian DBD,” kata dr. Sibrohmalisi.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi proyek percontohan (pilot project) yang diharapkan dapat diterapkan di wilayah lain apabila menunjukkan hasil yang baik.
"Jika hasilnya bagus, diharapkan program ini dapat menjadikan Jakarta lebih aman, nyaman dan bersih sekaligus mampu menekan angka kasus DBD mendekati angka nol persen. Ini merupakan wujud kepedulian PMI Provinsi DKI Jakarta dan PMI Kota Jakarta Timur dalam mendukung upaya pencegahan DBD melalui pemberdayaan masyarakat,” imbuhnya.
Ia juga menghimbau kepada para peserta agar ilmu yang diperoleh selama kegiatan ini agar di kembangkan dan diketok tularkan baik di rumah, keluarga, serta masyarakat.
Ketua Bidang Pelayanan Kesehatan dan Donor Darah PMI Kota Jakarta Timur, H. Wahyu Supriyatna, pada hari ini telah dilaksanakan kegiatan pelatihan DBD yang merupakan aplikasi dari MDPP yang dimotori oleh PMI Provinsi DKI Jakarta.
Menurutnya, apa yang menjadi arahan dari PMI Provinsi DKI Jakarta insyaallah akan diaplikasikan oleh para kader yang berada di dua kelurahan ini yakni di Kelurahan Pekayon dan Kelurahan Balekambang.
"Mudah-mudahan apa yang sudah kita harapkan sebelumnya, bahwa DBD insyaallah akan kita upayakan mendekati nol persen. Karena selama empat hari kedepan kegiatan akan dilaksanakan di Markas PM Kota Jakarta Timur sebagai bekal untuk mengimplementasikan program ini dilingkungan masing-masing,” kata H. Wahyu Supriyatna.
Sementara itu, Puskesmas Kecamatan Kramat Jati, dr. Inda Mutiara, sangat mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh PMI Kota Jakarta Timur. Dari sudut pandang kami di Puskesmas, khususnya Puskesmas Kecamatan Kramat Jati, kegiatan ini sangat baik karena mengusung konsep pemberdayaan masyarakat, dengan fokus pada upaya pencegahan dan pengendalian DBD di wilayah Jakarta Timur.
"Saya sangat senang melihat masyarakat mendapatkan pengetahuan melalui kegiatan ini. Jika sebelumnya pelatihan yang sering diberikan PMI berkaitan dengan Bantuan Hidup Dasar (BHD), kali ini fokusnya adalah DBD, yang hingga saat ini masih menjadi penyakit endemis di DKI Jakarta,” kata dr. Inda Mutiara.
Melalui kegiatan ini, masyarakat, khususnya para kader, diberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan teknis yang lebih mendalam. Hal ini sangat penting karena mereka merupakan ujung tombak dalam upaya pencegahan DBD di lingkungan masing-masing.
Dalam konsep KLB, terdapat dua kategori, yaitu KLB akibat bencana alam dan KLB non fisik. Dalam hal ini, penyakit masuk dalam golongan KLB, DBD merupakan bagian dari KLB non fisik. Artinya, peran PMI tidak hanya terbatas pada penanganan bencana, tetapi juga turut berkontribusi dalam upaya penanggulangan penyakit yang menjadi ancaman bagi masyarakat.
"Harapan ke depannya, semoga ilmu yang telah diberikan kepada masyarakat dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga memberikan dampak nyata. Kami berharap angka kasus DBD khususnya di Jakarta Timur dapat terus menurun dan pada akhirnya kita dapat mencapai zero kematian akibat DBD, itulah yang diharapkan,” imbuhnya.(b26)