Berita PMI Provinsi DKI Jakarta Tinjau Langsung Lokasi Penanganan Penyintas Kebakaran Kemayoran dan Salurkan Bantuan Kemanusiaan
02/06/2026
JAKARTA - Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta terus melakukan pendampingan dan pelayanan kemanusiaan bagi warga terdampak kebakaran di kawasan Jalan Kemayoran Gempol, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat. Pada Selasa (2/6), PMI DKI Jakarta melakukan monitoring langsung ke lokasi pengungsian sekaligus menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi para penyintas.
Monitoring dipimpin oleh Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI DKI Jakarta, Budhi Pranoto, guna memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi selama masa tanggap darurat. Kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari koordinasi PMI DKI Jakarta dengan PMI Kota Jakarta Pusat yang sejak malam kejadian telah memberikan layanan pertolongan pertama, dukungan kesehatan, dan pengelolaan pengungsian.
Sebagai bentuk dukungan kepada warga terdampak, PMI DKI Jakarta mendistribusikan bantuan berupa 1 set tenda serbaguna, 15 paket family kit, 15 paket school kit, 15 lembar selimut, dan 20 karton air mineral. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar penyintas, khususnya keluarga yang saat ini masih berada di lokasi pengungsian.
"PMI DKI Jakarta berkomitmen untuk terus mendampingi warga terdampak kebakaran Kemayoran melalui dukungan logistik, pelayanan kesehatan, dan koordinasi kemanusiaan bersama berbagai pihak. Kami berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban para penyintas serta membantu mereka menjalani masa tanggap darurat dengan lebih baik," ujar Budhi Pranoto.
Ia menambahkan bahwa PMI DKI Jakarta akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi di lokasi pengungsian dan menyesuaikan dukungan yang diperlukan berdasarkan hasil asesmen lapangan.
Kebakaran yang terjadi pada Senin (1/6) malam tersebut menghanguskan ratusan rumah warga dan menyebabkan ratusan kepala keluarga terdampak. Saat ini para penyintas sementara ditempatkan di lokasi pengungsian di kawasan Lapangan Jusuf Hamka, Kemayoran.
PMI DKI Jakarta bersama PMI Kota Jakarta Pusat akan terus bersinergi dalam memberikan pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, baik melalui dukungan logistik, layanan kesehatan, maupun kegiatan pemulihan pascabencana sesuai kebutuhan di lapangan.(RR)
Monitoring dipimpin oleh Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI DKI Jakarta, Budhi Pranoto, guna memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi selama masa tanggap darurat. Kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari koordinasi PMI DKI Jakarta dengan PMI Kota Jakarta Pusat yang sejak malam kejadian telah memberikan layanan pertolongan pertama, dukungan kesehatan, dan pengelolaan pengungsian.
Sebagai bentuk dukungan kepada warga terdampak, PMI DKI Jakarta mendistribusikan bantuan berupa 1 set tenda serbaguna, 15 paket family kit, 15 paket school kit, 15 lembar selimut, dan 20 karton air mineral. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar penyintas, khususnya keluarga yang saat ini masih berada di lokasi pengungsian.
"PMI DKI Jakarta berkomitmen untuk terus mendampingi warga terdampak kebakaran Kemayoran melalui dukungan logistik, pelayanan kesehatan, dan koordinasi kemanusiaan bersama berbagai pihak. Kami berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban para penyintas serta membantu mereka menjalani masa tanggap darurat dengan lebih baik," ujar Budhi Pranoto.
Ia menambahkan bahwa PMI DKI Jakarta akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi di lokasi pengungsian dan menyesuaikan dukungan yang diperlukan berdasarkan hasil asesmen lapangan.
Kebakaran yang terjadi pada Senin (1/6) malam tersebut menghanguskan ratusan rumah warga dan menyebabkan ratusan kepala keluarga terdampak. Saat ini para penyintas sementara ditempatkan di lokasi pengungsian di kawasan Lapangan Jusuf Hamka, Kemayoran.
PMI DKI Jakarta bersama PMI Kota Jakarta Pusat akan terus bersinergi dalam memberikan pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, baik melalui dukungan logistik, layanan kesehatan, maupun kegiatan pemulihan pascabencana sesuai kebutuhan di lapangan.(RR)