Berita Hadir Pada Pembukaan DIklatsar KSR PMI Jakut, Eko Witjaksono: Mantapkan Hati Untuk Menjadi Relawan Kemanusiaan
24/04/2026
JAKARTA – Wakil Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta, Eko Witjaksono, menghadiri pembukaan Pendidikan Dasar Korps Sukarela (KSR) PMI Kota Jakarta Utara yang berlangsung di Aula Lantai 3, Gedung PMI Kota Jakarta Utara, Jalan Plumpang Semper No. 54, Jakarta Utara, Jumat (24/4).
Dalam sambutannya, Eko mengatakan bahwa Pendidikan Dasar bagi relawan PMI merupakan bagian penting dalam upaya mencetak relawan yang tangguh, profesional, dan siap menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan.
Menurutnya, relawan PMI adalah ujung tombak dalam pelayanan kemanusiaan, baik di bidang kesehatan maupun penanggulangan bencana.
"Pendidikan dan latihan dasar ini bukan hanya sekadar melatih kemampuan evakuasi, tetapi juga membekali relawan dengan pengetahuan mitigasi bencana agar risiko kebencanaan di Jakarta dapat diminimalisir,” kata Eko Witjaksono.
Ia menambahkan, sebagai kota metropolitan, Jakarta tidak terlepas dari berbagai potensi bencana, terutama banjir dan kebakaran. Oleh karena itu, selama pendidikan nanti para peserta akan dibekali materi yang tidak hanya meningkatkan kapasitas diri, tetapi juga kemampuan untuk mengedukasi masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan kebakaran yang kerap terjadi di wilayah Jakarta.
Dirinya juga mengapresiasi skema pelatihan yang telah disusun oleh Bidang Relawan. Pada pendidikan dasar kali ini, tercatat sebanyak 39 peserta mengikuti pelatihan, termasuk empat orang yang merupakan alumni Palang Merah Remaja (PMR).
Hal tersebut menunjukkan adanya kesinambungan kaderisasi relawan di lingkungan PMI, mulai dari PMR, kemudian berlanjut ke KSR, hingga nantinya dapat berkembang menjadi Tenaga Sukarela (TSR).
"Semoga materi yang diberikan selama pendidikan dan pelatihan dapat diserap dengan baik oleh para peserta, sehingga kelak mampu diimplementasikan dalam pengabdian nyata kepada masyarakat,” tambahnya.
Ia juga memberikan motivasi kepada para peserta dengan mencontohkan sejumlah Pengurus PMI yang memulai pengabdian dari KSR, di antaranya Ketua Bidang Relawan PMI Provinsi DKI Jakarta, Maeza, yang berawal dari KSR, serta Troy yang juga berasal dari KSR.
"Jangan pernah ragu untuk memantapkan hati menjadi relawan kemanusiaan. Rasa empati dan kepedulian terhadap sesama tidak diajarkan di bangku sekolah. Itu adalah panggilan hati, sekaligus anugerah dari Tuhan,” tuturnya.
Di akhir sambutannya, Eko menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang akan mengikuti pendidikan dan latihan dasar.(RR/b26)
Sebagai penutup, ia membacakan sebuah pantun:
Jalan pagi di Pulau Bidadari
Minum kelapa di Pulau Harapan
Relawan keren penuh prestasi
Layanan prima tebarkan kebaikan
Dalam sambutannya, Eko mengatakan bahwa Pendidikan Dasar bagi relawan PMI merupakan bagian penting dalam upaya mencetak relawan yang tangguh, profesional, dan siap menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan.
Menurutnya, relawan PMI adalah ujung tombak dalam pelayanan kemanusiaan, baik di bidang kesehatan maupun penanggulangan bencana.
"Pendidikan dan latihan dasar ini bukan hanya sekadar melatih kemampuan evakuasi, tetapi juga membekali relawan dengan pengetahuan mitigasi bencana agar risiko kebencanaan di Jakarta dapat diminimalisir,” kata Eko Witjaksono.
Ia menambahkan, sebagai kota metropolitan, Jakarta tidak terlepas dari berbagai potensi bencana, terutama banjir dan kebakaran. Oleh karena itu, selama pendidikan nanti para peserta akan dibekali materi yang tidak hanya meningkatkan kapasitas diri, tetapi juga kemampuan untuk mengedukasi masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan kebakaran yang kerap terjadi di wilayah Jakarta.
Dirinya juga mengapresiasi skema pelatihan yang telah disusun oleh Bidang Relawan. Pada pendidikan dasar kali ini, tercatat sebanyak 39 peserta mengikuti pelatihan, termasuk empat orang yang merupakan alumni Palang Merah Remaja (PMR).
Hal tersebut menunjukkan adanya kesinambungan kaderisasi relawan di lingkungan PMI, mulai dari PMR, kemudian berlanjut ke KSR, hingga nantinya dapat berkembang menjadi Tenaga Sukarela (TSR).
"Semoga materi yang diberikan selama pendidikan dan pelatihan dapat diserap dengan baik oleh para peserta, sehingga kelak mampu diimplementasikan dalam pengabdian nyata kepada masyarakat,” tambahnya.
Ia juga memberikan motivasi kepada para peserta dengan mencontohkan sejumlah Pengurus PMI yang memulai pengabdian dari KSR, di antaranya Ketua Bidang Relawan PMI Provinsi DKI Jakarta, Maeza, yang berawal dari KSR, serta Troy yang juga berasal dari KSR.
"Jangan pernah ragu untuk memantapkan hati menjadi relawan kemanusiaan. Rasa empati dan kepedulian terhadap sesama tidak diajarkan di bangku sekolah. Itu adalah panggilan hati, sekaligus anugerah dari Tuhan,” tuturnya.
Di akhir sambutannya, Eko menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang akan mengikuti pendidikan dan latihan dasar.(RR/b26)
Sebagai penutup, ia membacakan sebuah pantun:
Jalan pagi di Pulau Bidadari
Minum kelapa di Pulau Harapan
Relawan keren penuh prestasi
Layanan prima tebarkan kebaikan