Berita Ketua PMI Jakut Buka Diklat KSR, 38 Peserta Disiapkan Hadapi Risiko Bencana
24/04/2026
Jakarta - Sebanyak 38 peserta resmi mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Korps Sukarela (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Utara. Kegiatan dibuka oleh Ketua PMI Jakarta Utara Rijal, ini dilaksanakan di Markas PMI Jakarta Utara, Semper, Koja, Jumat (24/4/2026). Hadir di acara ini, Wali Kota Jakarta Utara yang diwakili oleh Kabag Kesra Jakarta Utara Cut Ali, Wakil Ketua PMI Jakarta Eko Witjaksono, dan Kabid Relawan PMI Jakarta, Maeza Angga Rizky
Dalam sambutannya, Rijal menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang telah lolos seleksi ketat. Menurutnya, kesempatan mengikuti Diklat Dasar ini merupakan privilese yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.
"Selain pendidikan teknis kebencanaan, kalian juga akan ditempa untuk menjadi relawan yang berkarakter, beradab, dan menjunjung tinggi sopan santun," tegas Rijal.
Ia menambahkan, salah satu materi spesifik dalam Diklat Dasar kali ini adalah penguatan kapasitas organisasi. Hal ini dinilai penting untuk menjawab tantangan di lapangan.
"Saya memperhatikan masih ada relawan yang perlu meningkatkan kemampuan berorganisasi, khususnya dalam menyampaikan pendapat secara konstruktif. Materi ini kami hadirkan untuk menjawab kebutuhan tersebut," imbuhnya.
Rijal pun berpesan agar para peserta menjaga semangat, kejujuran, dan integritas sepanjang masa pelatihan hingga nanti terjun ke masyarakat.
Sementara itu, Wakil Ketua PMI DKI Jakarta Eko Witjaksono, dalam pesannya menekankan urgensi penyelenggaraan Diklat Dasar mengingat kondisi Jakarta yang rawan bencana.
"Kita tidak bisa memungkiri, Jakarta masih menghadapi risiko banjir dan kebakaran yang cukup tinggi. Karena itu, kesiapan relawan menjadi kunci," tutur Eko.
Eko mendorong agar kurikulum Diklat Dasar PMI tidak hanya berfokus pada respons tanggap darurat, tetapi juga memperkuat aspek mitigasi dan pencegahan.
"Yang lebih penting lagi, para peserta nantinya mampu menjadi agen sosialisasi yang efektif untuk mengedukasi masyarakat tentang langkah-langkah pencegahan bencana," ujarnya.
Ketua Panitia Diklat Dasar KSR PMI Jakarta Utara, Troy Aldi Pratama, menjelaskan bahwa dari 87 pendaftar, hanya 39 orang yang lolos seleksi ketat. Rinciannya, 12 peserta perempuan dan 27 peserta laki-laki.
"Pendaftaran dibuka sejak 10 Maret hingga 20 April 2026. Kami melakukan seleksi administrasi, wawancara, dan tes kesehatan untuk memastikan kualitas peserta," kata Troy.
Pelatihan dilaksanakan selama enam hari kerja dengan skema blended learning: tiga hari materi teori dan simulasi dasar di Markas PMI Jakarta Utara, dilanjutkan tiga hari pelatihan praktik intensif di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) PMI Jakarta Utara di Pamijahan, Bogor, Jawa Barat.
Dalam pelaksanaannya, PMI Jakarta Utara berkolaborasi dengan Kodim 0502/Jakarta Utara dan Kopaska TNI AL untuk memperkuat aspek kedisiplinan, teknik lapangan, dan kesiapsiagaan operasional.(dayat)
Dalam sambutannya, Rijal menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang telah lolos seleksi ketat. Menurutnya, kesempatan mengikuti Diklat Dasar ini merupakan privilese yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.
"Selain pendidikan teknis kebencanaan, kalian juga akan ditempa untuk menjadi relawan yang berkarakter, beradab, dan menjunjung tinggi sopan santun," tegas Rijal.
Ia menambahkan, salah satu materi spesifik dalam Diklat Dasar kali ini adalah penguatan kapasitas organisasi. Hal ini dinilai penting untuk menjawab tantangan di lapangan.
"Saya memperhatikan masih ada relawan yang perlu meningkatkan kemampuan berorganisasi, khususnya dalam menyampaikan pendapat secara konstruktif. Materi ini kami hadirkan untuk menjawab kebutuhan tersebut," imbuhnya.
Rijal pun berpesan agar para peserta menjaga semangat, kejujuran, dan integritas sepanjang masa pelatihan hingga nanti terjun ke masyarakat.
Sementara itu, Wakil Ketua PMI DKI Jakarta Eko Witjaksono, dalam pesannya menekankan urgensi penyelenggaraan Diklat Dasar mengingat kondisi Jakarta yang rawan bencana.
"Kita tidak bisa memungkiri, Jakarta masih menghadapi risiko banjir dan kebakaran yang cukup tinggi. Karena itu, kesiapan relawan menjadi kunci," tutur Eko.
Eko mendorong agar kurikulum Diklat Dasar PMI tidak hanya berfokus pada respons tanggap darurat, tetapi juga memperkuat aspek mitigasi dan pencegahan.
"Yang lebih penting lagi, para peserta nantinya mampu menjadi agen sosialisasi yang efektif untuk mengedukasi masyarakat tentang langkah-langkah pencegahan bencana," ujarnya.
Ketua Panitia Diklat Dasar KSR PMI Jakarta Utara, Troy Aldi Pratama, menjelaskan bahwa dari 87 pendaftar, hanya 39 orang yang lolos seleksi ketat. Rinciannya, 12 peserta perempuan dan 27 peserta laki-laki.
"Pendaftaran dibuka sejak 10 Maret hingga 20 April 2026. Kami melakukan seleksi administrasi, wawancara, dan tes kesehatan untuk memastikan kualitas peserta," kata Troy.
Pelatihan dilaksanakan selama enam hari kerja dengan skema blended learning: tiga hari materi teori dan simulasi dasar di Markas PMI Jakarta Utara, dilanjutkan tiga hari pelatihan praktik intensif di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) PMI Jakarta Utara di Pamijahan, Bogor, Jawa Barat.
Dalam pelaksanaannya, PMI Jakarta Utara berkolaborasi dengan Kodim 0502/Jakarta Utara dan Kopaska TNI AL untuk memperkuat aspek kedisiplinan, teknik lapangan, dan kesiapsiagaan operasional.(dayat)