Berita TUK-PMI Jakarta Utara Gelar Uji Kompetensi untuk 51 Siswa SMK Media Karya
22/04/2026
JAKARTA - Tempat Uji Kompetensi (TUK) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Utara sedang menggelar Uji Sertifikasi Kompetensi (USK) bagi 51 siswa SMK Media Karya Jakarta. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 21–23 April 2026, ini merupakan hasil kolaborasi dengan LSP Asnakes Indonesia dan mendapat dukungan fasilitas dari RS Sukmul Sisma Medika.
Uji kompetensi ini bertujuan mengukur kesiapan peserta dalam menguasai keahlian teknis sesuai standar industri nasional. Sebelum menghadapi ujian praktik, seluruh peserta telah melewati tahap Pra-USK yang meliputi pembekalan materi dan pendampingan langsung dari asesor LSP Asnakes Indonesia. Pelaksanaan ujian praktik memanfaatkan fasilitas rumah sakit, termasuk tempat tidur pasien sebagai media simulasi prosedur klinis.
Ketua PMI Kota Jakarta Utara, Rijal, menyebut program ini sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas lulusan SMK kesehatan. “Ijazah membuktikan penyelesaian pendidikan, tetapi sertifikat kompetensi adalah pengakuan negara atas keahlian. Ini menjadi bekal vital untuk memasuki dunia kerja,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan di dunia kerja membutuhkan integrasi tiga pilar: pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan sikap (attitude).
Kepala SMK Media Karya Jakarta, Anto, mengingatkan siswa agar fokus pada pembuktian kompetensi, bukan sekadar mengejar sertifikat. “Ini momentum menunjukkan kalian benar-benar kompeten. Tetap fokus dan ikuti prosedur yang telah ditetapkan,” pesannya.
Perwakilan asesor LSP Asnakes Indonesia, Devi, menjelaskan bahwa proses sertifikasi bukan sekadar pengujian, melainkan pengumpulan bukti kompetensi peserta. “Harapan kami, seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan baik dan meraih hasil maksimal,” ucapnya.
Sementara itu, Direktur RS Sukmul Sisma Medika, dr. Kemilau, menyambut positif kolaborasi ini. Menurutnya, tingginya kebutuhan tenaga kesehatan di Indonesia membuat sertifikasi profesi menjadi krusial dalam menyiapkan tenaga kerja yang siap pakai. “Selain kompetensi teknis, etika pelayanan sangat penting. Tenaga kesehatan harus mampu memberikan layanan dengan empati dan profesionalisme,” tegasnya.
Peserta yang dinyatakan kompeten akan menerima sertifikat resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen PMI Kota Jakarta Utara dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia generasi muda, agar siap bersaing di industri kesehatan yang semakin kompetitif.(dayat)
Uji kompetensi ini bertujuan mengukur kesiapan peserta dalam menguasai keahlian teknis sesuai standar industri nasional. Sebelum menghadapi ujian praktik, seluruh peserta telah melewati tahap Pra-USK yang meliputi pembekalan materi dan pendampingan langsung dari asesor LSP Asnakes Indonesia. Pelaksanaan ujian praktik memanfaatkan fasilitas rumah sakit, termasuk tempat tidur pasien sebagai media simulasi prosedur klinis.
Ketua PMI Kota Jakarta Utara, Rijal, menyebut program ini sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas lulusan SMK kesehatan. “Ijazah membuktikan penyelesaian pendidikan, tetapi sertifikat kompetensi adalah pengakuan negara atas keahlian. Ini menjadi bekal vital untuk memasuki dunia kerja,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan di dunia kerja membutuhkan integrasi tiga pilar: pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan sikap (attitude).
Kepala SMK Media Karya Jakarta, Anto, mengingatkan siswa agar fokus pada pembuktian kompetensi, bukan sekadar mengejar sertifikat. “Ini momentum menunjukkan kalian benar-benar kompeten. Tetap fokus dan ikuti prosedur yang telah ditetapkan,” pesannya.
Perwakilan asesor LSP Asnakes Indonesia, Devi, menjelaskan bahwa proses sertifikasi bukan sekadar pengujian, melainkan pengumpulan bukti kompetensi peserta. “Harapan kami, seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan baik dan meraih hasil maksimal,” ucapnya.
Sementara itu, Direktur RS Sukmul Sisma Medika, dr. Kemilau, menyambut positif kolaborasi ini. Menurutnya, tingginya kebutuhan tenaga kesehatan di Indonesia membuat sertifikasi profesi menjadi krusial dalam menyiapkan tenaga kerja yang siap pakai. “Selain kompetensi teknis, etika pelayanan sangat penting. Tenaga kesehatan harus mampu memberikan layanan dengan empati dan profesionalisme,” tegasnya.
Peserta yang dinyatakan kompeten akan menerima sertifikat resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen PMI Kota Jakarta Utara dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia generasi muda, agar siap bersaing di industri kesehatan yang semakin kompetitif.(dayat)