Berita Buka Musyawarah Kerja PMI, Wagub DKI Dorong Penguatan Kesiapsiagaan Bencana Hingga Donor Darah
29/01/2026
JAKARTA — Wakil Gubernur DKI Jakarta, H. Rano Karno, secara resmi membuka kegiatan Musyawarah Kerja Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta yang digelar di Gedung Muhammadiyah Lantai 5, Jakarta.
Musyawarah Kerja merupakan forum penyampaian evaluasi program kerja tahun 2025 dan forum perencanaan program kerja tahun 2026.
Pada kesempatan ini, kegiatan Musyawarah Kerja PMI Provinsi DKI Jakarta mengusung tema "Percepatan Digitalisasi dan Integrasi Layanan PMI Provinsi DKI Jakarta".
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur DKI Jakarta sekaligus Ketua Dewan Kehormatan PMI Provinsi DKI Jakarta, H. Rano Karno mengatakan bahwa Musyawarah Kerja merupakan forum strategis untuk menyusun rencana kerja berbasis data, khususnya terkait kesiapsiagaan bencana.
Menurutnya, bencana memang tidak dapat diprediksi, namun kesiapan harus selalu dibangun sejak dini.
“Bencana bukan hanya kejadian besar seperti banjir atau gempa, tetapi kecelakaan lalu lintas di jalan juga merupakan bagian dari bencana,” kata H. Rano Karno.
Ia menambahkan, peran vital PMI Provinsi DKI Jakarta dalam pemenuhan kebutuhan darah. Setiap harinya, PMI DKI Jakarta mampu memproduksi sekitar 1.000 hingga 1.200 kantong darah untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit di Jakarta.
“Jumlah rumah sakit swasta di Jakarta saja mencapai lebih dari 214 rumah sakit, belum termasuk RSUD. Bahkan rumah sakit di daerah sekitar seperti Depok dan Bogor juga mencari pasokan darah dari Jakarta. Artinya, komponen darah ini sangat penting,” tambahnya.
Terlebih, dirinya mengajak PMI untuk mulai menghitung dan memperkuat kapasitas, tidak hanya dari sisi finansial, tetapi juga sumber daya manusia.
Dengan jumlah penduduk Jakarta yang telah mencapai sekitar 11 juta jiwa, potensi donor darah dinilai sangat besar.
“Jakarta memiliki sekitar 60 ribu Aparatur Sipil Negara (ASN) dan 81 ribu PJLP. Jika setiap tiga bulan sekali mereka melakukan donor darah dan ini didesain dengan baik, maka kebutuhan darah akan sangat terbantu,” tuturnya.
Ia menekankan bahwa donor darah tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga baik untuk kesehatan pendonor itu sendiri. Oleh karena itu, Musyawarah Kerja ini diharapkan mampu melihat tantangan dan peluang ke depan seiring perkembangan Jakarta.
Sementara itu, Ketua PMI Provinsi DKI Jakarta, Beky Mardani, mengungkapkan bahwa pihaknya menargetkan pada April 2026 sudah dapat pindah dan menempati gedung baru PMI Provinsi DKI Jakarta.
Adapun untuk bagian laboratorium, direncanakan mulai beroperasi pada awal Februari 2026, seiring proses instalasi peralatan.
“Laboratorium ini akan menjadi salah satu yang tercanggih. Konsepnya seperti showroom, dengan peralatan modern berbasis robotic. Sehingga jika ingin melihat proses pengolahan darah bisa dari luar ruangan tanpa harus masuk ke dalam,” ungkap Beky Mardani.
Ia menjelaskan bahwa proses instalasi membutuhkan waktu karena peralatan laboratorium tersebut didatangkan langsung dari Amerika.
Beky juga memastikan bahwa stok darah di Jakarta saat ini dalam kondisi aman. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa menjelang bulan Ramadhan, perolehan darah biasanya mengalami penurunan.
“Karena itu, dorongan kepada ASN dan PJLP untuk donor darah saat Ramadhan seperti yang disampaikan Pak Wagub sangat penting agar pasokan darah tetap terjaga,” jelasnya.(b26)
Musyawarah Kerja merupakan forum penyampaian evaluasi program kerja tahun 2025 dan forum perencanaan program kerja tahun 2026.
Pada kesempatan ini, kegiatan Musyawarah Kerja PMI Provinsi DKI Jakarta mengusung tema "Percepatan Digitalisasi dan Integrasi Layanan PMI Provinsi DKI Jakarta".
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur DKI Jakarta sekaligus Ketua Dewan Kehormatan PMI Provinsi DKI Jakarta, H. Rano Karno mengatakan bahwa Musyawarah Kerja merupakan forum strategis untuk menyusun rencana kerja berbasis data, khususnya terkait kesiapsiagaan bencana.
Menurutnya, bencana memang tidak dapat diprediksi, namun kesiapan harus selalu dibangun sejak dini.
“Bencana bukan hanya kejadian besar seperti banjir atau gempa, tetapi kecelakaan lalu lintas di jalan juga merupakan bagian dari bencana,” kata H. Rano Karno.
Ia menambahkan, peran vital PMI Provinsi DKI Jakarta dalam pemenuhan kebutuhan darah. Setiap harinya, PMI DKI Jakarta mampu memproduksi sekitar 1.000 hingga 1.200 kantong darah untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit di Jakarta.
“Jumlah rumah sakit swasta di Jakarta saja mencapai lebih dari 214 rumah sakit, belum termasuk RSUD. Bahkan rumah sakit di daerah sekitar seperti Depok dan Bogor juga mencari pasokan darah dari Jakarta. Artinya, komponen darah ini sangat penting,” tambahnya.
Terlebih, dirinya mengajak PMI untuk mulai menghitung dan memperkuat kapasitas, tidak hanya dari sisi finansial, tetapi juga sumber daya manusia.
Dengan jumlah penduduk Jakarta yang telah mencapai sekitar 11 juta jiwa, potensi donor darah dinilai sangat besar.
“Jakarta memiliki sekitar 60 ribu Aparatur Sipil Negara (ASN) dan 81 ribu PJLP. Jika setiap tiga bulan sekali mereka melakukan donor darah dan ini didesain dengan baik, maka kebutuhan darah akan sangat terbantu,” tuturnya.
Ia menekankan bahwa donor darah tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga baik untuk kesehatan pendonor itu sendiri. Oleh karena itu, Musyawarah Kerja ini diharapkan mampu melihat tantangan dan peluang ke depan seiring perkembangan Jakarta.
Sementara itu, Ketua PMI Provinsi DKI Jakarta, Beky Mardani, mengungkapkan bahwa pihaknya menargetkan pada April 2026 sudah dapat pindah dan menempati gedung baru PMI Provinsi DKI Jakarta.
Adapun untuk bagian laboratorium, direncanakan mulai beroperasi pada awal Februari 2026, seiring proses instalasi peralatan.
“Laboratorium ini akan menjadi salah satu yang tercanggih. Konsepnya seperti showroom, dengan peralatan modern berbasis robotic. Sehingga jika ingin melihat proses pengolahan darah bisa dari luar ruangan tanpa harus masuk ke dalam,” ungkap Beky Mardani.
Ia menjelaskan bahwa proses instalasi membutuhkan waktu karena peralatan laboratorium tersebut didatangkan langsung dari Amerika.
Beky juga memastikan bahwa stok darah di Jakarta saat ini dalam kondisi aman. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa menjelang bulan Ramadhan, perolehan darah biasanya mengalami penurunan.
“Karena itu, dorongan kepada ASN dan PJLP untuk donor darah saat Ramadhan seperti yang disampaikan Pak Wagub sangat penting agar pasokan darah tetap terjaga,” jelasnya.(b26)