Berita Langkah Kemanusiaan PMI Menembus Longsor Demi Berikan Layanan di Desa Umang
17/01/2026
ACEH TENGAH - Langit Aceh Tengah belum sepenuhnya ramah ketika langkah-langkah kemanusiaan Palang Merah Indonesia (PMI) harus berhadapan dengan geliat alam yang baru terjadi hanya selang beberapa menit saja.
Longsoran tanah dan pohon tumbang menutup akses jalan menuju Desa Umang, Kecamatan Linge. Namun bagi PMI, rintangan bukan alasan untuk berhenti.
PMI Provinsi DKI Jakarta bersama PMI Kabupaten Aceh Tengah tetap menembus jalur yang tertutup demi menjangkau warga terdampak banjir dan tanah longsor.
Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Provinsi DKI Jakarta, Budhi Pranoto, menuturkan bahwa perjalanan menuju lokasi tidak berjalan mudah.
Tim sempat tertahan akibat longsoran dan pepohonan besar yang menutup badan jalan. Dengan koordinasi dan kerja bersama, jalur akhirnya berhasil dibuka sehingga bantuan dapat sampai ke lokasi pengungsian.
Setibanya di pengungsian, PMI langsung menggelar layanan kemanusiaan. Pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk memastikan kondisi warga tetap terpantau, sementara promosi kesehatan diberikan agar masyarakat dapat menjaga kebersihan dan mencegah penyakit di tengah keterbatasan.
Bagi anak-anak, PMI menghadirkan dukungan psikososial, menghadirkan ruang aman agar tawa dan keceriaan mereka perlahan kembali pascabencana.
Tak hanya layanan, bantuan logistik juga disalurkan. Beras, kebutuhan pokok, serta berbagai perlengkapan diserahkan kepada warga.
Bantuan ini bersumber dari kepedulian masyarakat Jakarta, yang diharapkan dapat meringankan beban sekaligus menguatkan semangat warga Desa Umang dalam menyambut bulan suci Ramadan.
Kepala Desa Umang, Nasrul, menjelaskan bahwa hingga kini sebagian besar warga masih bertahan di pengungsian yang berlokasi di Simpang Gelampang Uning, sekitar sembilan kilometer dari permukiman mereka.
Keretakan di kawasan pegunungan membuat warga belum berani kembali ke rumah masing-masing karena ancaman longsor susulan yang masih membayangi.
“Selama di pengungsian, kebutuhan paling mendesak kami adalah air bersih. Kami sangat membutuhkan pipanisasi agar warga bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Nasrul.
Selain itu, ia juga menyampaikan masih adanya kekurangan lain seperti selimut, beras, dan sembako untuk kebutuhan harian.
Sebanyak sekitar 130 kepala keluarga atau 340 jiwa tercatat terdampak dan berada di pengungsian. Meski demikian, beberapa warga masih bertahan di desa karena kondisi tertentu, seperti menderita penyakit menahun, serta keterbatasan akses akibat jalan yang amblas dan terputus sehingga evakuasi belum dapat dilakukan sepenuhnya.
Di tengah keterbatasan itu, kehadiran PMI menjadi penguat harapan. Sukma, salah seorang warga Desa Umang, menyampaikan rasa terima kasihnya atas layanan kemanusiaan yang diberikan.
Ia mengungkapkan bahwa pemeriksaan kesehatan, dukungan psikososial, promosi kesehatan, hingga bantuan perlengkapan sekolah bagi anak-anak sangat berarti bagi masyarakat.
“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami. Terima kasih kepada PMI Provinsi DKI Jakarta, PMI Kabupaten Aceh Tengah, dan seluruh donatur atas kepedulian dan perhatian yang telah diberikan,” ungkap Sukma.
Di balik longsor dan jalan yang terputus, langkah kemanusiaan PMI terus bergerak. Menembus keterbatasan, hadir membawa layanan, harapan, dan keyakinan bahwa warga Desa Umang tidak sendiri menghadapi bencana.(b26)
Longsoran tanah dan pohon tumbang menutup akses jalan menuju Desa Umang, Kecamatan Linge. Namun bagi PMI, rintangan bukan alasan untuk berhenti.
PMI Provinsi DKI Jakarta bersama PMI Kabupaten Aceh Tengah tetap menembus jalur yang tertutup demi menjangkau warga terdampak banjir dan tanah longsor.
Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Provinsi DKI Jakarta, Budhi Pranoto, menuturkan bahwa perjalanan menuju lokasi tidak berjalan mudah.
Tim sempat tertahan akibat longsoran dan pepohonan besar yang menutup badan jalan. Dengan koordinasi dan kerja bersama, jalur akhirnya berhasil dibuka sehingga bantuan dapat sampai ke lokasi pengungsian.
Setibanya di pengungsian, PMI langsung menggelar layanan kemanusiaan. Pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk memastikan kondisi warga tetap terpantau, sementara promosi kesehatan diberikan agar masyarakat dapat menjaga kebersihan dan mencegah penyakit di tengah keterbatasan.
Bagi anak-anak, PMI menghadirkan dukungan psikososial, menghadirkan ruang aman agar tawa dan keceriaan mereka perlahan kembali pascabencana.
Tak hanya layanan, bantuan logistik juga disalurkan. Beras, kebutuhan pokok, serta berbagai perlengkapan diserahkan kepada warga.
Bantuan ini bersumber dari kepedulian masyarakat Jakarta, yang diharapkan dapat meringankan beban sekaligus menguatkan semangat warga Desa Umang dalam menyambut bulan suci Ramadan.
Kepala Desa Umang, Nasrul, menjelaskan bahwa hingga kini sebagian besar warga masih bertahan di pengungsian yang berlokasi di Simpang Gelampang Uning, sekitar sembilan kilometer dari permukiman mereka.
Keretakan di kawasan pegunungan membuat warga belum berani kembali ke rumah masing-masing karena ancaman longsor susulan yang masih membayangi.
“Selama di pengungsian, kebutuhan paling mendesak kami adalah air bersih. Kami sangat membutuhkan pipanisasi agar warga bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Nasrul.
Selain itu, ia juga menyampaikan masih adanya kekurangan lain seperti selimut, beras, dan sembako untuk kebutuhan harian.
Sebanyak sekitar 130 kepala keluarga atau 340 jiwa tercatat terdampak dan berada di pengungsian. Meski demikian, beberapa warga masih bertahan di desa karena kondisi tertentu, seperti menderita penyakit menahun, serta keterbatasan akses akibat jalan yang amblas dan terputus sehingga evakuasi belum dapat dilakukan sepenuhnya.
Di tengah keterbatasan itu, kehadiran PMI menjadi penguat harapan. Sukma, salah seorang warga Desa Umang, menyampaikan rasa terima kasihnya atas layanan kemanusiaan yang diberikan.
Ia mengungkapkan bahwa pemeriksaan kesehatan, dukungan psikososial, promosi kesehatan, hingga bantuan perlengkapan sekolah bagi anak-anak sangat berarti bagi masyarakat.
“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami. Terima kasih kepada PMI Provinsi DKI Jakarta, PMI Kabupaten Aceh Tengah, dan seluruh donatur atas kepedulian dan perhatian yang telah diberikan,” ungkap Sukma.
Di balik longsor dan jalan yang terputus, langkah kemanusiaan PMI terus bergerak. Menembus keterbatasan, hadir membawa layanan, harapan, dan keyakinan bahwa warga Desa Umang tidak sendiri menghadapi bencana.(b26)