Berita PMI Aceh Tengah Sambut Kedatangan PMI DKI Jakarta Misi Kemanusiaan Bencana Hidrometeorologi
15/01/2026
Aceh Tengah – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Aceh Tengah menyambut kedatangan tim PMI DKI Jakarta beserta rombongan dalam rangka misi kemanusiaan untuk membantu masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatera Barat, khususnya Kabupaten Aceh Tengah.
Kedatangan tim PMI DKI Jakarta menjadi bentuk nyata solidaritas dan kerja sama antardaerah dalam penanggulangan bencana banjir dan longsor (hidrometeorologi) yang melanda wilayah Kabupaten Aceh Tengah dan telah menelan korban jiwa sebanyak 22 orang berdasarkan data sementara, di tengah status tanggap darurat bencana.
Rombongan PMI DKI Jakarta terdiri dari dua orang pengurus pusat, dua koordinator Program Dukungan Psikososial (Psychosocial Support Programme/PSP), satu koordinator layanan kesehatan, dua koordinator promosi kesehatan, satu personel humas, serta tim distribusi logistik berjumlah enam orang.
Koordinator posko Tanggap Darurat Bencana (TDB) Fauzi Husaini,,menyatakan pihaknya siap berkolaborasi dan memfasilitasi seluruh rangkaian kegiatan kemanusiaan yang akan dilaksanakan bersama relawan di wilayah Aceh Tengah.
“Sinergi PMI Aceh Tengah dan PMI DKI Jakarta sangat membantu kerja posko tanggap darurat, terutama dalam pelayanan kesehatan, pendampingan psikososial, dan distribusi bantuan bagi masyarakat terdampak.
Ini menjadi bagian penting dalam percepatan pemulihan di masa tanggap darurat,” ujar Fauzi Husaini.
“PMI Aceh Tengah siap mendampingi tim PMI DKI Jakarta dalam menjalankan misi kemanusiaan, khususnya bagi masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Sinergi ini penting agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Iwan Rantony.
Ia menegaskan, kehadiran PMI di tengah bencana tidak hanya sebatas penyaluran bantuan logistik, tetapi juga mencakup layanan kesehatan, dukungan psikososial, serta promosi kesehatan bagi warga terdampak.
Hal senada disampaikan Hajar Ashwad, yang menekankan bahwa fungsi PMI dalam situasi bencana adalah sebagai garda terdepan dalam upaya kemanusiaan dengan mengedepankan prinsip netralitas, kemanusiaan, dan kesukarelaan.
“Bencana hidrometeorologi berdampak langsung pada kondisi fisik dan psikologis masyarakat.
Oleh karena itu, kepedulian PMI diwujudkan melalui pendampingan menyeluruh, mulai dari layanan kesehatan, dukungan psikososial, hingga distribusi logistik bantuan kepada warga terdampak bencana,” kata Hajar Ashwad.(joy)
Kedatangan tim PMI DKI Jakarta menjadi bentuk nyata solidaritas dan kerja sama antardaerah dalam penanggulangan bencana banjir dan longsor (hidrometeorologi) yang melanda wilayah Kabupaten Aceh Tengah dan telah menelan korban jiwa sebanyak 22 orang berdasarkan data sementara, di tengah status tanggap darurat bencana.
Rombongan PMI DKI Jakarta terdiri dari dua orang pengurus pusat, dua koordinator Program Dukungan Psikososial (Psychosocial Support Programme/PSP), satu koordinator layanan kesehatan, dua koordinator promosi kesehatan, satu personel humas, serta tim distribusi logistik berjumlah enam orang.
Koordinator posko Tanggap Darurat Bencana (TDB) Fauzi Husaini,,menyatakan pihaknya siap berkolaborasi dan memfasilitasi seluruh rangkaian kegiatan kemanusiaan yang akan dilaksanakan bersama relawan di wilayah Aceh Tengah.
“Sinergi PMI Aceh Tengah dan PMI DKI Jakarta sangat membantu kerja posko tanggap darurat, terutama dalam pelayanan kesehatan, pendampingan psikososial, dan distribusi bantuan bagi masyarakat terdampak.
Ini menjadi bagian penting dalam percepatan pemulihan di masa tanggap darurat,” ujar Fauzi Husaini.
“PMI Aceh Tengah siap mendampingi tim PMI DKI Jakarta dalam menjalankan misi kemanusiaan, khususnya bagi masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Sinergi ini penting agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Iwan Rantony.
Ia menegaskan, kehadiran PMI di tengah bencana tidak hanya sebatas penyaluran bantuan logistik, tetapi juga mencakup layanan kesehatan, dukungan psikososial, serta promosi kesehatan bagi warga terdampak.
Hal senada disampaikan Hajar Ashwad, yang menekankan bahwa fungsi PMI dalam situasi bencana adalah sebagai garda terdepan dalam upaya kemanusiaan dengan mengedepankan prinsip netralitas, kemanusiaan, dan kesukarelaan.
“Bencana hidrometeorologi berdampak langsung pada kondisi fisik dan psikologis masyarakat.
Oleh karena itu, kepedulian PMI diwujudkan melalui pendampingan menyeluruh, mulai dari layanan kesehatan, dukungan psikososial, hingga distribusi logistik bantuan kepada warga terdampak bencana,” kata Hajar Ashwad.(joy)