Berita Hadiri Musyawarah Kerja PMI Jakarta Barat, Ketua PMI DKI Jakarta dukung Program Berdampak untuk Warga Jakarta Barat
09/01/2026
Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Barat, Yuli Hartono, secara resmi membuka Musyawarah Kerja Palang Merah Indonesia Kota Jakarta Barat Tahun Anggaran 2026 di Aula Markas PMI Kota Jakarta Barat (8/1). Ia menegaskan bahwa musyawarah kerja merupakan kewajiban organisasi yang harus dilaksanakan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PMI.
“Musyawarah kerja mengevaluasi program-program kerja tahun sebelumnya, di mana yang sudah berjalan baik dapat dilanjutkan dan yang masih memiliki kekurangan agar diperbaiki,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Ketua PMI Kota Jakarta Barat, RM. Amien Haji, melaporkan capaian Bulan Dana PMI yang berhasil dihimpun sebesar Rp8.051.315.808 dari target 7,2 miliar rupiah, dana ini akan dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan kemanusiaan, penanggulangan bencana, pembinaan relawan, serta layanan kesehatan dan ambulans.
Dalam sambutannya, Ketua PMI Provinsi DKI Jakarta, Beky Mardani, menyampaikan bahwa perencanaan program PMI Jakarta Barat perlu disesuaikan dengan karakteristik wilayah, khususnya tingginya angka kejadian kebakaran.
“Jakarta Barat ini punya kekhasan, salah satunya tingkat kebakaran yang cukup tinggi, bahkan bisa mencapai sekitar 100 kejadian dalam satu tahun. Karena itu perlu ada perhatian khusus dalam penanggulangannya,” ujarnya.
Ia juga menilai layanan ambulans gratis yang telah berjalan memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan perlu terus ditingkatkan. “Pelayanan ambulans gratis, baik mengantar ke rumah sakit maupun menjemput pulang, itu sudah sangat membantu warga dan harus terus diperkuat,” katanya.
Selain itu, Beky mendorong adanya keseimbangan pengelolaan layanan melalui pengembangan skema ambulans berbayar yang terstandar dan dapat dikerjasamakan, sehingga keberlanjutan pelayanan PMI tetap terjaga.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pengurus dan Dewan Kehormatan PMI Kota Jakarta Barat, relawan PMI Kota Jakarta Barat yang terdiri dari KSR, TSR, FORPIS, dan PDDI, serta Kepala Seksi PMI Kota Jakarta Barat.(RR)
“Musyawarah kerja mengevaluasi program-program kerja tahun sebelumnya, di mana yang sudah berjalan baik dapat dilanjutkan dan yang masih memiliki kekurangan agar diperbaiki,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Ketua PMI Kota Jakarta Barat, RM. Amien Haji, melaporkan capaian Bulan Dana PMI yang berhasil dihimpun sebesar Rp8.051.315.808 dari target 7,2 miliar rupiah, dana ini akan dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan kemanusiaan, penanggulangan bencana, pembinaan relawan, serta layanan kesehatan dan ambulans.
Dalam sambutannya, Ketua PMI Provinsi DKI Jakarta, Beky Mardani, menyampaikan bahwa perencanaan program PMI Jakarta Barat perlu disesuaikan dengan karakteristik wilayah, khususnya tingginya angka kejadian kebakaran.
“Jakarta Barat ini punya kekhasan, salah satunya tingkat kebakaran yang cukup tinggi, bahkan bisa mencapai sekitar 100 kejadian dalam satu tahun. Karena itu perlu ada perhatian khusus dalam penanggulangannya,” ujarnya.
Ia juga menilai layanan ambulans gratis yang telah berjalan memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan perlu terus ditingkatkan. “Pelayanan ambulans gratis, baik mengantar ke rumah sakit maupun menjemput pulang, itu sudah sangat membantu warga dan harus terus diperkuat,” katanya.
Selain itu, Beky mendorong adanya keseimbangan pengelolaan layanan melalui pengembangan skema ambulans berbayar yang terstandar dan dapat dikerjasamakan, sehingga keberlanjutan pelayanan PMI tetap terjaga.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pengurus dan Dewan Kehormatan PMI Kota Jakarta Barat, relawan PMI Kota Jakarta Barat yang terdiri dari KSR, TSR, FORPIS, dan PDDI, serta Kepala Seksi PMI Kota Jakarta Barat.(RR)