Berita Ketua Umum PMI Lepas Kapal Kemanusiaan Gelombang II, MV OMARRASHEED Mulai Berlayar Menuju Sumatera
04/01/2026
JAKARTA — Kapal Kemanusiaan Palang Merah Indonesia (PMI) Gelombang II resmi mulai berlayar hari ini, Minggu (4/1/2026), pukul 16.00 WIB, dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, menuju Pelabuhan Belawan (Sumatera Utara), Pelabuhan Krueng Geukueh (Aceh Utara), dan Pelabuhan Malahayati Banda Aceh. Keberangkatan kapal kemanusiaan tersebut dilepas langsung oleh Ketua Umum PMI, Bapak H. M. Jusuf Kalla.
Kapal yang digunakan dalam misi kemanusiaan ini adalah MV. OMARRASHEED, dengan bobot mati (deadweight) 5.705 ton. Kapal tersebut mengangkut 2.586 ton bantuan kemanusiaan dengan nilai sekitar Rp65 miliar, yang terdiri atas kebutuhan pangan, alat dan bahan kebersihan, perlengkapan keluarga, logistik pendidikan, perlengkapan kesehatan, serta berbagai kebutuhan dasar lainnya bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatera.
Dalam sambutannya sebelum pelepasan kapal, Ketua Umum PMI H. M. Jusuf Kalla menegaskan bahwa pengiriman bantuan melalui jalur laut merupakan langkah strategis untuk memastikan distribusi logistik dalam jumlah besar dapat dilakukan secara efektif dan berkelanjutan.
“Bantuan ini adalah wujud kepedulian dan solidaritas seluruh bangsa Indonesia. PMI berupaya memastikan bantuan dapat sampai ke daerah terdampak dengan aman, tepat waktu, dan tepat sasaran, meskipun harus menempuh perjalanan laut yang panjang,” ujar Jusuf Kalla.
Ia juga menekankan bahwa misi kemanusiaan PMI tidak hanya mengirimkan logistik, tetapi membawa harapan dan dukungan moral bagi masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit akibat bencana. “Kapal ini membawa lebih dari sekadar barang. Di dalamnya ada niat tulus, keikhlasan, dan semangat kemanusiaan yang harus terus kita jaga,” tambahnya.
Setibanya di pelabuhan tujuan, seluruh bantuan akan diterima dan dikelola oleh PMI setempat untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat penerima manfaat sesuai dengan kebutuhan di lapangan. PMI memastikan proses distribusi dilakukan secara terkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait agar bantuan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Para relawan PMI yang terlibat dalam proses pengiriman dan distribusi bantuan menyampaikan harapan agar seluruh logistik dapat tiba dengan selamat dan segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Salah seorang relawan menyampaikan bahwa pelayaran ini merupakan bentuk pengabdian tanpa pamrih.
“Kami berharap bantuan ini bisa meringankan beban saudara-saudara kita di Sumatera. Kami berangkat dengan niat tulus dan semangat kemanusiaan, apa pun tantangan di laut akan kami hadapi demi kemanusiaan,” ujarnya.
Keberangkatan Kapal Kemanusiaan PMI Gelombang II ini menegaskan komitmen PMI untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam setiap situasi darurat. Dengan mengerahkan sumber daya, relawan, dan dukungan lintas pihak, PMI terus berupaya menjadi penghubung solidaritas nasional, memastikan bahwa bantuan kemanusiaan dapat menjangkau wilayah terdampak, sejauh apa pun jarak yang harus ditempuh.(bp)
Kapal yang digunakan dalam misi kemanusiaan ini adalah MV. OMARRASHEED, dengan bobot mati (deadweight) 5.705 ton. Kapal tersebut mengangkut 2.586 ton bantuan kemanusiaan dengan nilai sekitar Rp65 miliar, yang terdiri atas kebutuhan pangan, alat dan bahan kebersihan, perlengkapan keluarga, logistik pendidikan, perlengkapan kesehatan, serta berbagai kebutuhan dasar lainnya bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatera.
Dalam sambutannya sebelum pelepasan kapal, Ketua Umum PMI H. M. Jusuf Kalla menegaskan bahwa pengiriman bantuan melalui jalur laut merupakan langkah strategis untuk memastikan distribusi logistik dalam jumlah besar dapat dilakukan secara efektif dan berkelanjutan.
“Bantuan ini adalah wujud kepedulian dan solidaritas seluruh bangsa Indonesia. PMI berupaya memastikan bantuan dapat sampai ke daerah terdampak dengan aman, tepat waktu, dan tepat sasaran, meskipun harus menempuh perjalanan laut yang panjang,” ujar Jusuf Kalla.
Ia juga menekankan bahwa misi kemanusiaan PMI tidak hanya mengirimkan logistik, tetapi membawa harapan dan dukungan moral bagi masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit akibat bencana. “Kapal ini membawa lebih dari sekadar barang. Di dalamnya ada niat tulus, keikhlasan, dan semangat kemanusiaan yang harus terus kita jaga,” tambahnya.
Setibanya di pelabuhan tujuan, seluruh bantuan akan diterima dan dikelola oleh PMI setempat untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat penerima manfaat sesuai dengan kebutuhan di lapangan. PMI memastikan proses distribusi dilakukan secara terkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait agar bantuan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Para relawan PMI yang terlibat dalam proses pengiriman dan distribusi bantuan menyampaikan harapan agar seluruh logistik dapat tiba dengan selamat dan segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Salah seorang relawan menyampaikan bahwa pelayaran ini merupakan bentuk pengabdian tanpa pamrih.
“Kami berharap bantuan ini bisa meringankan beban saudara-saudara kita di Sumatera. Kami berangkat dengan niat tulus dan semangat kemanusiaan, apa pun tantangan di laut akan kami hadapi demi kemanusiaan,” ujarnya.
Keberangkatan Kapal Kemanusiaan PMI Gelombang II ini menegaskan komitmen PMI untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam setiap situasi darurat. Dengan mengerahkan sumber daya, relawan, dan dukungan lintas pihak, PMI terus berupaya menjadi penghubung solidaritas nasional, memastikan bahwa bantuan kemanusiaan dapat menjangkau wilayah terdampak, sejauh apa pun jarak yang harus ditempuh.(bp)