Berita PMI Jakarta Timur Gelar Edukasi dan Pengenalan Ambulans di SMKN 66 Jakarta
08/12/2025
Lubang Buaya - PMI Kota Jakarta Timur melaksanakan kegiatan edukasi pengenalan ambulans dan simulasi penanganan darurat di SMK Negeri 66 Jakarta pada Sabtu, 6 Desember 2025. Kegiatan yang berlangsung sejak siang hingga sore ini diikuti oleh anggota baru PMR Wira, pengurus PMR, guru pembina, guru pendamping, alumni, dan pelatih.
Melalui ambulans Hiace beserta perlengkapannya, peserta diperkenalkan pada fungsi ambulans, jenis peralatan, serta penggunaan alat pelindung diri.
Petugas PMI memberikan penjelasan mengenai tas emergency, alat monitor pasien, tandu LSB, scoop, bidai, hingga stretcher. Setelah materi disampaikan, para siswa mempraktikkan langsung teknik evakuasi pasien menggunakan alat-alat tersebut di bawah pendampingan petugas PMI.
Untuk memperkuat pemahaman, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi insiden di lingkungan sekolah. Para anggota PMR berlatih bekerja dalam tim, menilai situasi darurat dengan cepat, serta menerapkan prosedur pertolongan pertama secara tepat. Simulasi ini memberikan pengalaman nyata sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi keadaan darurat.
Ketua PMI Kota Jakarta Timur, H.R. Krisdianto, M.Si menyampaikan apresiasi atas antusiasme para peserta.
“PMR adalah generasi muda yang menjadi garda terdepan dalam membangun budaya kesiapsiagaan. Melalui edukasi dan simulasi seperti ini, kami berharap mereka semakin percaya diri dalam memberikan pertolongan dan memahami pentingnya nilai kemanusiaan di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” ujarnya.
Peserta pun menyampaikan kesan positif setelah mengikuti kegiatan, salah satunya Sofatul Marwah yang merupakan anggota PMR mengungkapkan,
“Kegiatannya seru dan menantang, pokoknya seru deh, pesan untuk PMI Jakarta Timur semoga semakin maju dan kreatif” tuturnya.
Kegiatan ditutup dengan pengukuhan anggota baru PMR Wira SMK Negeri 66 Jakarta sebagai bentuk komitmen mereka untuk siap berperan aktif dalam aksi-aksi kemanusiaan. PMI berharap pelatihan ini dapat menjadi agenda rutin tahunan agar pembinaan PMR semakin kuat dan berkelanjutan.(akbar)
Melalui ambulans Hiace beserta perlengkapannya, peserta diperkenalkan pada fungsi ambulans, jenis peralatan, serta penggunaan alat pelindung diri.
Petugas PMI memberikan penjelasan mengenai tas emergency, alat monitor pasien, tandu LSB, scoop, bidai, hingga stretcher. Setelah materi disampaikan, para siswa mempraktikkan langsung teknik evakuasi pasien menggunakan alat-alat tersebut di bawah pendampingan petugas PMI.
Untuk memperkuat pemahaman, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi insiden di lingkungan sekolah. Para anggota PMR berlatih bekerja dalam tim, menilai situasi darurat dengan cepat, serta menerapkan prosedur pertolongan pertama secara tepat. Simulasi ini memberikan pengalaman nyata sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi keadaan darurat.
Ketua PMI Kota Jakarta Timur, H.R. Krisdianto, M.Si menyampaikan apresiasi atas antusiasme para peserta.
“PMR adalah generasi muda yang menjadi garda terdepan dalam membangun budaya kesiapsiagaan. Melalui edukasi dan simulasi seperti ini, kami berharap mereka semakin percaya diri dalam memberikan pertolongan dan memahami pentingnya nilai kemanusiaan di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” ujarnya.
Peserta pun menyampaikan kesan positif setelah mengikuti kegiatan, salah satunya Sofatul Marwah yang merupakan anggota PMR mengungkapkan,
“Kegiatannya seru dan menantang, pokoknya seru deh, pesan untuk PMI Jakarta Timur semoga semakin maju dan kreatif” tuturnya.
Kegiatan ditutup dengan pengukuhan anggota baru PMR Wira SMK Negeri 66 Jakarta sebagai bentuk komitmen mereka untuk siap berperan aktif dalam aksi-aksi kemanusiaan. PMI berharap pelatihan ini dapat menjadi agenda rutin tahunan agar pembinaan PMR semakin kuat dan berkelanjutan.(akbar)