Berita Gerakan Kerja Bhakti Massal Bersih Lingkungan Pasca Banjir di Jakarta Timur Terus Berlangsung
13/03/2025

JAKARTA, 12 Maret 2025 – Upaya percepatan pembersihan sampah dan lumpur pasca banjir di wilayah terdampak Kota Jakarta Timur masih terus berlangsung. Sesuai dengan arahan Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Iin Mutmainnah, ratusan personel gabungan bersama armada pendukung tetap dikerahkan untuk membersihkan lingkungan.
Saat ini, tumpukan sampah telah berangsur berkurang seiring dengan proses pengangkutan menggunakan truk-truk sampah.
Namun, lumpur yang mengering masih menjadi tantangan utama, terutama di wilayah terdampak luas seperti RW 07 Cililitan Kecil, yang kini dipenuhi debu akibat pengeringan lumpur.
Hari ini, Rabu (12/3), Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Timur, melalui koordinasi dengan Ketua PMI Kota Jakarta Timur, Drs. H.R. Kridisdianto, M.Si, kembali menurunkan empat personel serta satu unit mobil tangki untuk mendukung upaya pembersihan bersama tim gabungan. Fokus operasi kali ini berada di Kelurahan Cililitan, tepatnya di bawah Flyover Kalibata, yang masih membutuhkan pembersihan intensif.
Salah satu titik prioritas yang menjadi perhatian khusus adalah jalan depan TK Permata RT 09/RW 07 Kelurahan Cililitan. Sejak Senin lalu, para siswa telah kembali bersekolah, namun kondisi lingkungan sekitar masih dipenuhi debu akibat lumpur yang mengering.
Hal ini berisiko bagi kesehatan anak-anak, terutama terkait gangguan pernapasan seperti batuk dan pilek, serta potensi kontaminasi makanan yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan. “Kami khawatir debu yang beterbangan akibat lalu lintas kendaraan bisa berdampak buruk bagi kesehatan siswa TK yang sedang beraktivitas di sekolah,” ujar salah seorang tim lapangan PMI Kota Jakarta Timur.
Sebagai langkah preventif, PMI Kota Jakarta Timur juga akan menggencarkan hygiene promotion pasca banjir di sekolah-sekolah terdampak. Kegiatan ini akan melibatkan anggota Palang Merah Remaja (PMR) di sekolah-sekolah, serta Relawan binaan PMI, termasuk Korps Sukarela (KSR) dan Relawan Siaga Bencana (SIBAT) yang tersebar di masyarakat.
Dengan sinergi berbagai pihak, diharapkan kondisi lingkungan di Jakarta Timur segera pulih dan masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih nyaman dan aman.(abas)
Saat ini, tumpukan sampah telah berangsur berkurang seiring dengan proses pengangkutan menggunakan truk-truk sampah.
Namun, lumpur yang mengering masih menjadi tantangan utama, terutama di wilayah terdampak luas seperti RW 07 Cililitan Kecil, yang kini dipenuhi debu akibat pengeringan lumpur.
Hari ini, Rabu (12/3), Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Timur, melalui koordinasi dengan Ketua PMI Kota Jakarta Timur, Drs. H.R. Kridisdianto, M.Si, kembali menurunkan empat personel serta satu unit mobil tangki untuk mendukung upaya pembersihan bersama tim gabungan. Fokus operasi kali ini berada di Kelurahan Cililitan, tepatnya di bawah Flyover Kalibata, yang masih membutuhkan pembersihan intensif.
Salah satu titik prioritas yang menjadi perhatian khusus adalah jalan depan TK Permata RT 09/RW 07 Kelurahan Cililitan. Sejak Senin lalu, para siswa telah kembali bersekolah, namun kondisi lingkungan sekitar masih dipenuhi debu akibat lumpur yang mengering.
Hal ini berisiko bagi kesehatan anak-anak, terutama terkait gangguan pernapasan seperti batuk dan pilek, serta potensi kontaminasi makanan yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan. “Kami khawatir debu yang beterbangan akibat lalu lintas kendaraan bisa berdampak buruk bagi kesehatan siswa TK yang sedang beraktivitas di sekolah,” ujar salah seorang tim lapangan PMI Kota Jakarta Timur.
Sebagai langkah preventif, PMI Kota Jakarta Timur juga akan menggencarkan hygiene promotion pasca banjir di sekolah-sekolah terdampak. Kegiatan ini akan melibatkan anggota Palang Merah Remaja (PMR) di sekolah-sekolah, serta Relawan binaan PMI, termasuk Korps Sukarela (KSR) dan Relawan Siaga Bencana (SIBAT) yang tersebar di masyarakat.
Dengan sinergi berbagai pihak, diharapkan kondisi lingkungan di Jakarta Timur segera pulih dan masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih nyaman dan aman.(abas)