Berita Relawan Palang Merah Korea Gelar Aksi Sosial dan Kuliner di Pulau Untung Jawa
22/02/2025

UNTUNG JAWA - Kunjungan relawan Palang Merah Korea (Korean Red Cross) ke Kepulauan Seribu memasuki hari ketiga dengan berbagai kegiatan sosial dan budaya di Pulau Untung Jawa. Pada Jumat (21/2/2025), mereka menggelar aksi bersih pantai di Pantai Sakura, memberikan edukasi cuci tangan kepada murid SDN Pulau Untung Jawa 01 Pagi, serta memperkenalkan bahasa Korea kepada masyarakat setempat.
Kegiatan yang berlangsung interaktif ini diakhiri dengan special food challenge, di mana relawan Palang Merah Korea dan relawan Sibat PMI Kepulauan Seribu saling memperkenalkan kuliner khas masing-masing. Relawan PMI menyajikan pukcue dan keripik sukun, sementara relawan dari Korea menghadirkan tteokbokki, makanan berbahan dasar tepung beras dengan saus pedas khas Negeri Ginseng.
Anggota Pengurus Pusat PMI, Marsekal Muda TNI (Purn) Tri Bowo Budi Santoso, menyebut kunjungan ini sebagai bukti eratnya hubungan kemanusiaan antara Indonesia dan Korea Selatan.
"Kegiatan ini menunjukkan bahwa kerja sama kemanusiaan tidak memandang perbedaan bangsa, suku, atau agama. Melalui wadah kepalangmerahan, dunia menjadi lebih bersatu dalam menjaga nilai-nilai kemanusiaan," ujar Tri Bowo.
Ia menambahkan bahwa kegiatan yang berlandaskan kemanusiaan selalu memiliki dampak yang luas dan mendalam bagi masyarakat. Tidak hanya mempererat hubungan antarnegara, tetapi juga menanamkan nilai solidaritas dan kepedulian di tingkat lokal.
Menurutnya, PMI memiliki peran besar dalam membangun kesadaran sosial, khususnya di wilayah seperti Kepulauan Seribu yang memiliki tantangan geografis tersendiri. Dengan adanya dukungan dari organisasi kemanusiaan internasional seperti Palang Merah Korea, PMI dapat terus berkembang dan memberikan manfaat lebih luas kepada masyarakat.
Tri Bowo juga menyoroti pentingnya kesinambungan program kepalangmerahan di Kepulauan Seribu. Ia berharap kunjungan ini tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi bisa membuka peluang kerja sama berkelanjutan dalam berbagai aspek, seperti pendidikan kesehatan, mitigasi bencana, dan peningkatan kapasitas relawan lokal.
Selain itu, ia menilai bahwa Kepulauan Seribu memiliki potensi besar dalam menjadi wilayah percontohan program-program kemanusiaan. Dengan kekayaan alam dan budaya yang dimilikinya, PMI Kepulauan Seribu diharapkan dapat menjadi model dalam penerapan program kepalangmerahan yang inovatif dan berkelanjutan.
Ketua PMI Kepulauan Seribu, Fahrullah, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kesempatan menjadi tuan rumah dalam kegiatan ini.
“Kami sangat berterima kasih kepada PMI Pusat dan PMI DKI Jakarta atas dukungannya. Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi PMI Kepulauan Seribu agar lebih dikenal secara nasional maupun internasional,” kata Fahrullah.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf jika selama kegiatan berlangsung terdapat kekurangan. Namun, ia memastikan bahwa PMI Kepulauan Seribu akan terus berupaya meningkatkan kualitas program-program kemanusiaannya.
Kunjungan relawan Palang Merah Korea ini tidak hanya memperkuat kerja sama di bidang sosial dan kemanusiaan, tetapi juga membuka peluang bagi Kepulauan Seribu untuk semakin dikenal di tingkat global.(arip-p1000)
Kegiatan yang berlangsung interaktif ini diakhiri dengan special food challenge, di mana relawan Palang Merah Korea dan relawan Sibat PMI Kepulauan Seribu saling memperkenalkan kuliner khas masing-masing. Relawan PMI menyajikan pukcue dan keripik sukun, sementara relawan dari Korea menghadirkan tteokbokki, makanan berbahan dasar tepung beras dengan saus pedas khas Negeri Ginseng.
Anggota Pengurus Pusat PMI, Marsekal Muda TNI (Purn) Tri Bowo Budi Santoso, menyebut kunjungan ini sebagai bukti eratnya hubungan kemanusiaan antara Indonesia dan Korea Selatan.
"Kegiatan ini menunjukkan bahwa kerja sama kemanusiaan tidak memandang perbedaan bangsa, suku, atau agama. Melalui wadah kepalangmerahan, dunia menjadi lebih bersatu dalam menjaga nilai-nilai kemanusiaan," ujar Tri Bowo.
Ia menambahkan bahwa kegiatan yang berlandaskan kemanusiaan selalu memiliki dampak yang luas dan mendalam bagi masyarakat. Tidak hanya mempererat hubungan antarnegara, tetapi juga menanamkan nilai solidaritas dan kepedulian di tingkat lokal.
Menurutnya, PMI memiliki peran besar dalam membangun kesadaran sosial, khususnya di wilayah seperti Kepulauan Seribu yang memiliki tantangan geografis tersendiri. Dengan adanya dukungan dari organisasi kemanusiaan internasional seperti Palang Merah Korea, PMI dapat terus berkembang dan memberikan manfaat lebih luas kepada masyarakat.
Tri Bowo juga menyoroti pentingnya kesinambungan program kepalangmerahan di Kepulauan Seribu. Ia berharap kunjungan ini tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi bisa membuka peluang kerja sama berkelanjutan dalam berbagai aspek, seperti pendidikan kesehatan, mitigasi bencana, dan peningkatan kapasitas relawan lokal.
Selain itu, ia menilai bahwa Kepulauan Seribu memiliki potensi besar dalam menjadi wilayah percontohan program-program kemanusiaan. Dengan kekayaan alam dan budaya yang dimilikinya, PMI Kepulauan Seribu diharapkan dapat menjadi model dalam penerapan program kepalangmerahan yang inovatif dan berkelanjutan.
Ketua PMI Kepulauan Seribu, Fahrullah, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kesempatan menjadi tuan rumah dalam kegiatan ini.
“Kami sangat berterima kasih kepada PMI Pusat dan PMI DKI Jakarta atas dukungannya. Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi PMI Kepulauan Seribu agar lebih dikenal secara nasional maupun internasional,” kata Fahrullah.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf jika selama kegiatan berlangsung terdapat kekurangan. Namun, ia memastikan bahwa PMI Kepulauan Seribu akan terus berupaya meningkatkan kualitas program-program kemanusiaannya.
Kunjungan relawan Palang Merah Korea ini tidak hanya memperkuat kerja sama di bidang sosial dan kemanusiaan, tetapi juga membuka peluang bagi Kepulauan Seribu untuk semakin dikenal di tingkat global.(arip-p1000)