Berita TTX: Simulasi untuk Optimalkan Rencana Kontinjensi Banjir Jakarta
08/01/2025
JAKARTA – Dalam menghadapi tantangan bencana hidrometeorologi yang kian meningkat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyelenggarakan kegiatan Tabletop Exercise (TTX) untuk penguatan rencana kontinjensi banjir pada 19 - 20 Desember 2024. Kegiatan ini melibatkan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta, BPBD, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya di wilayah DKI Jakarta.
TTX merupakan simulasi berbasis diskusi yang dirancang untuk menguji dan meningkatkan kesiapsiagaan rencana kontinjensi dalam menghadapi banjir yang sering terjadi akibat intensitas hujan tinggi dan pola cuaca ekstrem yang dipicu oleh perubahan iklim. Melalui pendekatan ini, para peserta diajak untuk memecahkan skenario-skenario yang realistis, termasuk respons darurat hingga koordinasi lintas sektor.
Iwan Susanto, Kasubbid Penanggulangan Bencana Palang Merah Indonesia Provinsi DKI Jakarta, yang turut hadir dalam kegiatan ini, menjelaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mitigasi bencana.
"TTX ini merupakan upaya kami bersama BNPB, BPBD dan semua pihak untuk memastikan kesiapan semua pihak dalam menghadapi potensi banjir besar, terutama di kawasan yang rentan. Dengan kolaborasi dan pemahaman yang lebih baik, kita dapat meminimalkan risiko dan dampak yang mungkin terjadi pada masyarakat," jelas Iwan Susanto.
Kegiatan ini juga menyoroti pentingnya analisis risiko berbasis data hidrometeorologi, seperti curah hujan, debit sungai, dan prediksi perubahan cuaca, untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat..
Diharapkan, melalui TTX yang dilaksanakan pada 19 - 20 Desember 2024 dan penyempurnaan rencana kontinjensi banjir, respon terhadap bencana hidrometeorologi di DKI Jakarta dapat dilakukan lebih efektif, sehingga melindungi masyarakat dari risiko yang lebih besar. (alo)
TTX merupakan simulasi berbasis diskusi yang dirancang untuk menguji dan meningkatkan kesiapsiagaan rencana kontinjensi dalam menghadapi banjir yang sering terjadi akibat intensitas hujan tinggi dan pola cuaca ekstrem yang dipicu oleh perubahan iklim. Melalui pendekatan ini, para peserta diajak untuk memecahkan skenario-skenario yang realistis, termasuk respons darurat hingga koordinasi lintas sektor.
Iwan Susanto, Kasubbid Penanggulangan Bencana Palang Merah Indonesia Provinsi DKI Jakarta, yang turut hadir dalam kegiatan ini, menjelaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mitigasi bencana.
"TTX ini merupakan upaya kami bersama BNPB, BPBD dan semua pihak untuk memastikan kesiapan semua pihak dalam menghadapi potensi banjir besar, terutama di kawasan yang rentan. Dengan kolaborasi dan pemahaman yang lebih baik, kita dapat meminimalkan risiko dan dampak yang mungkin terjadi pada masyarakat," jelas Iwan Susanto.
Kegiatan ini juga menyoroti pentingnya analisis risiko berbasis data hidrometeorologi, seperti curah hujan, debit sungai, dan prediksi perubahan cuaca, untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat..
Diharapkan, melalui TTX yang dilaksanakan pada 19 - 20 Desember 2024 dan penyempurnaan rencana kontinjensi banjir, respon terhadap bencana hidrometeorologi di DKI Jakarta dapat dilakukan lebih efektif, sehingga melindungi masyarakat dari risiko yang lebih besar. (alo)