Berita Tingkatkan Kapasitas, PMI DKI Jakarta Ikuti Pelatihan Spesialis Aksi Antisipasi
07/01/2025
JAKARTA – Dalam rangka meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi tantangan bencana dan perubahan iklim, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta mengirimkan tiga orang peserta untuk mengikuti Pelatihan Spesialis Aksi Antisipasi.
Adapun peserta yang dikirim adalah Aliya Kemala Putri (PMI DKI Jakarta), Junaedi (PMI Kota Jakarta Selatan), dan Joko Istanto (PMI Jakarta Timur).
Pelatihan ini dilaksanakan pada 16-20 Desember 2024 di Hotel Grandhika Iskandarsyah Jakarta – Jakarta Selatan, dengan jumlah peserta sebanyak 38 orang. Peserta terdiri dari 34 personel Palang Merah Indonesia, dua personel Palang Merah Timor Leste, serta personel dari IFRC Country Cluster Delegation (CCD) Jakarta.
Aliya Kemala Putri, salah seorang peserta pelatihan, menjelaskan bahwa aksi antisipasi ini bertujuan untuk merespons perkiraan atau peringatan dini sebelum dampak bahaya terjadi. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi dampak dari peristiwa yang diprakirakan berdasarkan informasi berbasis ilmiah yang dikeluarkan oleh lembaga resmi seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Pelatihan ini membantu kami memahami prakiraan cuaca berbasis dampak yang dikeluarkan oleh BMKG melalui pemantauan cuaca. Saat ini, banyak bencana alam dipicu oleh kondisi iklim seperti banjir, tanah longsor, puting beliung, dan gelombang pasang. Ini membutuhkan perhatian bersama sebagai bagian dari tugas kemanusiaan,” ujar Aliya.
“Melalui pelatihan ini, kami belajar menerjemahkan informasi dari peringatan dini menjadi aksi antisipasi untuk mengurangi dampak dari bahaya yang diperkirakan sebelum terjadi, atau sebelum dampaknya yang paling akut dirasakan. Selain itu, kami juga diajarkan bagaimana menyampaikan informasi tersebut dengan cara yang mudah dipahami oleh masyarakat sehingga mereka dapat mengambil tindakan lebih awal untuk mengurangi risiko yang ada,” jelas Aliya lebih lanjut.
Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi langkah signifikan dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana hidrometeorologi yang dipicu oleh hujan ekstrem. PMI berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan berbagai pihak guna memastikan aksi antisipasi yang efektif.(alo)
Adapun peserta yang dikirim adalah Aliya Kemala Putri (PMI DKI Jakarta), Junaedi (PMI Kota Jakarta Selatan), dan Joko Istanto (PMI Jakarta Timur).
Pelatihan ini dilaksanakan pada 16-20 Desember 2024 di Hotel Grandhika Iskandarsyah Jakarta – Jakarta Selatan, dengan jumlah peserta sebanyak 38 orang. Peserta terdiri dari 34 personel Palang Merah Indonesia, dua personel Palang Merah Timor Leste, serta personel dari IFRC Country Cluster Delegation (CCD) Jakarta.
Aliya Kemala Putri, salah seorang peserta pelatihan, menjelaskan bahwa aksi antisipasi ini bertujuan untuk merespons perkiraan atau peringatan dini sebelum dampak bahaya terjadi. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi dampak dari peristiwa yang diprakirakan berdasarkan informasi berbasis ilmiah yang dikeluarkan oleh lembaga resmi seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Pelatihan ini membantu kami memahami prakiraan cuaca berbasis dampak yang dikeluarkan oleh BMKG melalui pemantauan cuaca. Saat ini, banyak bencana alam dipicu oleh kondisi iklim seperti banjir, tanah longsor, puting beliung, dan gelombang pasang. Ini membutuhkan perhatian bersama sebagai bagian dari tugas kemanusiaan,” ujar Aliya.
“Melalui pelatihan ini, kami belajar menerjemahkan informasi dari peringatan dini menjadi aksi antisipasi untuk mengurangi dampak dari bahaya yang diperkirakan sebelum terjadi, atau sebelum dampaknya yang paling akut dirasakan. Selain itu, kami juga diajarkan bagaimana menyampaikan informasi tersebut dengan cara yang mudah dipahami oleh masyarakat sehingga mereka dapat mengambil tindakan lebih awal untuk mengurangi risiko yang ada,” jelas Aliya lebih lanjut.
Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi langkah signifikan dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana hidrometeorologi yang dipicu oleh hujan ekstrem. PMI berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan berbagai pihak guna memastikan aksi antisipasi yang efektif.(alo)