Berita PMI DKI Jakarta Gelar Workshop Pengelolaan Penggalangan Dana Bagi PMI Tingkat Kota/Kabupaten
14/11/2024

SENEN – Guna meningkatkan akuntabilitas dan kepercayaan publik serta stackeholder, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta bekerjasama dengan KAP Abdul Hamid dan Rekan menggelar Workshop Pengelolaan Penggalangan Dana bagi pegawai PMI ditingkat kota/kabupaten.
Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 14-15 November 2024 di ruang rapat lantai 2 (dua) Gedung Muhammadiyah, Jalan Kramat Raya No.49 Jakarta Pusat dan diikuti oleh 27 orang peserta dari unsur Satuan Pengawas Internal (SPI), Kepala Markas, Bidang Pengembangan Sumber Daya (PSD) dan Keuangan PMI se-DKI Jakarta.
Workshop Pengelolaan Penggalangan Dana PMI ini dibuka oleh Ketua Bidang Pengembangan Sumber Daya (PSD) Pengurus Provinsi PMI DKI Jakarta, Uceng J. didampingi Kepala Markas PMI Provinsi DKI Jakarta, Muhamad Muchtar, Kepala Unit SPI, Zainal serta perwakilan dari KAP Abdul Hamid dan Rekan, Wilda Farah.
Dalam sambutannya, Uceng J mengatakan kegiatan workshop yang dilaksanakan selama 2 (dua) hari ini bukan lamanya kita bertemu tetapi manfaat dari pertemuan hari ini dan besok bisa diaplikasikan pada PMI ditingkat kota/kabupaten masing-masing.
Dalam hal ini misalnya kegiatan Bulan Dana PMI dilaksanakan setiap tahun dengan tujuan untuk menghimpun dana dari masyarakat, yang nantinya akan dikembalikan lagi kepada masyarakat dalam bentuk program kemanusiaan seperti penanggulangan bencana, pelayanan sosial kesehatan serta pembinaan generasi muda.
Dalam menjalankan program kemanusiaan tersebut, PMI tidak lepas dari dukungan dan bantuan Pemprov DKI Jakarta, BUMN, BUMD, Stackeholder serta masyarakat.
“Untuk diketahui bersama, PMI hadir ditengah-tengah masyarakat bukan hanya saat bulan dana saja, tetapi hadir disaat masyarakat sedang membutuhkan bantuan baik sebelum bencana, saat bencana serta sesudah bencana PMI selalu hadir,” kata Uceng J.
Dirinya menambahkan, kegiatan Bulan Dana PMI ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun. Maka dari itu, PMI Provinsi DKI Jakarta melihat kendala dan mengevaluasi kondisi dilapangan bahwa setiap tahun kita harus mencoba untuk terus memperbaiki.
“Bulan Dana PMI saat ini sudah berjalan, permasalahan yang ditemukan saat dilapangan pasti ada, tinggal Bagaimana kedewasaan kita dalam menyelesaikan sebuah masalah agar kegiatan bulan dana PMI bisa tetap berjalan,” pungkasnya.
Dengan diadakannya workshop ini peserta nantinya akan mendapatkan materi tentang kebijakan pengelolaan keuangan, pengawasan keuangan, pertanggungjawaban serta pelaporan keuangan.
Diharapkan workshop ini dapat menjadikan salah satu wadah dalam menyediakan panduan, menstandarisasi serta menjadikan pijakan yang sama dalam memberlakukan setiap transaksi yang dijalankan dengan tujuan utamanya untuk meningkatkan akuntabilitas serta kepercayaan publik.
“Yang terpenting peserta juga mampu memaparkan bagaimana perencanaan, pelaksanaan dan pertanggungjawaban yang baik agar dapat diterima oleh masyarakat terkait kegiatan apa saja yang sudah dilakukan oleh PMI,” tuturnya.(b26)
Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 14-15 November 2024 di ruang rapat lantai 2 (dua) Gedung Muhammadiyah, Jalan Kramat Raya No.49 Jakarta Pusat dan diikuti oleh 27 orang peserta dari unsur Satuan Pengawas Internal (SPI), Kepala Markas, Bidang Pengembangan Sumber Daya (PSD) dan Keuangan PMI se-DKI Jakarta.
Workshop Pengelolaan Penggalangan Dana PMI ini dibuka oleh Ketua Bidang Pengembangan Sumber Daya (PSD) Pengurus Provinsi PMI DKI Jakarta, Uceng J. didampingi Kepala Markas PMI Provinsi DKI Jakarta, Muhamad Muchtar, Kepala Unit SPI, Zainal serta perwakilan dari KAP Abdul Hamid dan Rekan, Wilda Farah.
Dalam sambutannya, Uceng J mengatakan kegiatan workshop yang dilaksanakan selama 2 (dua) hari ini bukan lamanya kita bertemu tetapi manfaat dari pertemuan hari ini dan besok bisa diaplikasikan pada PMI ditingkat kota/kabupaten masing-masing.
Dalam hal ini misalnya kegiatan Bulan Dana PMI dilaksanakan setiap tahun dengan tujuan untuk menghimpun dana dari masyarakat, yang nantinya akan dikembalikan lagi kepada masyarakat dalam bentuk program kemanusiaan seperti penanggulangan bencana, pelayanan sosial kesehatan serta pembinaan generasi muda.
Dalam menjalankan program kemanusiaan tersebut, PMI tidak lepas dari dukungan dan bantuan Pemprov DKI Jakarta, BUMN, BUMD, Stackeholder serta masyarakat.
“Untuk diketahui bersama, PMI hadir ditengah-tengah masyarakat bukan hanya saat bulan dana saja, tetapi hadir disaat masyarakat sedang membutuhkan bantuan baik sebelum bencana, saat bencana serta sesudah bencana PMI selalu hadir,” kata Uceng J.
Dirinya menambahkan, kegiatan Bulan Dana PMI ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun. Maka dari itu, PMI Provinsi DKI Jakarta melihat kendala dan mengevaluasi kondisi dilapangan bahwa setiap tahun kita harus mencoba untuk terus memperbaiki.
“Bulan Dana PMI saat ini sudah berjalan, permasalahan yang ditemukan saat dilapangan pasti ada, tinggal Bagaimana kedewasaan kita dalam menyelesaikan sebuah masalah agar kegiatan bulan dana PMI bisa tetap berjalan,” pungkasnya.
Dengan diadakannya workshop ini peserta nantinya akan mendapatkan materi tentang kebijakan pengelolaan keuangan, pengawasan keuangan, pertanggungjawaban serta pelaporan keuangan.
Diharapkan workshop ini dapat menjadikan salah satu wadah dalam menyediakan panduan, menstandarisasi serta menjadikan pijakan yang sama dalam memberlakukan setiap transaksi yang dijalankan dengan tujuan utamanya untuk meningkatkan akuntabilitas serta kepercayaan publik.
“Yang terpenting peserta juga mampu memaparkan bagaimana perencanaan, pelaksanaan dan pertanggungjawaban yang baik agar dapat diterima oleh masyarakat terkait kegiatan apa saja yang sudah dilakukan oleh PMI,” tuturnya.(b26)