Berita PMI Provinsi DKI Jakarta Terima Audiensi TaNiskala
10/11/2024

SENEN – Dalam rangka membangun sinergitas dalam nilai-nilai sosial dan kemanusiaan, TaNiskala melakukan audiensi ke Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta.
Audiensi tersebut dipimpin oleh Co-Founder & Public Relation TaNiskala, Amertia Reesia dan diterima oleh Ketua Bidang Pelayanan Kesehata dan Sosial PMI DKI Jakarta, dr. Sibrohmalisi di ruang rapat kantor PMI Provinsi DKI Jakarta, Jalan Kramat Raya No.47 Jakarta Pusat. Jum’at (8/11)
Dalam paparannya Amertia Reesia menjelaskan, TaNiskala merupakan suatu ruang digital yang mengadvokasi dan menyediakan informasi tentang Kesehatan sosial dan reproduksi serta krisis iklim.
Adapun fokus isu-isu yang sudah kami sampaikan kepada masyarakat khususnya orang muda seperti kesehatan reproduksi remaja, manajemen kebersihan menstruasi, HIV & AIDS, kesehatan gender, pencegahan pernikahan anak, pencegahan kekerasan seksual, pencegahan kekerasan berbasis gender online (KBGO), bullying & cyberbullying dikalangan remaja serta keamanan digital.
Berdasarkan survey demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2017 bahwa hanya 12% perempuan dan 6% laki-laki yang mengetahui sumber informasi dan layanan Kesehatan produksi.
Lanjutnya, dalam penyediaan informasi dan layanan Kesehatan reproduksi untuk orang muda masih terdapat kesenjangan. Misalnya sekitar setengah orang muda menjadikan internet atau media sosial sebagai salah satu sumber informasi tentang Kesehatan produksi.
Hal ini mennunjukkan bahwa intervensi kesehatan reproduksi digital merupakan bagian terpenting dalam pemenuhan kebutuhan dan hak kesehatan reproduksi bagi orang muda.
Diharapkan setelah melakukan audiensi ini dapat menimbulkan potensi kerjasama antara TaNiskala dan PMI DKI Jakarta dalam melakukan kampanye digital baik berupa video pendek maupun podcast, kemudian berkolaborasi dalam program Jelajahi Pengetahuan (JALAN) tentang kesehatan seksual dan reproduksi di sekolah-sekolah, serta adanya forum dialog dan edukasi Bersama relawan PMI dalam membahas isu-isu Kesehatan seksual dan reproduksi.
Sementara itu, Ketua Bidang Pelayanan Kesehata dan Sosial PMI DKI Jakarta, dr. Sibrohmalisi menyambut baik dan memberikan apresiasi atas kehadiran saudara saudari saya dari TaNiskala yang berfokus pada nilai-nilai sosial di masyarakat.
Berdasarkan informasi yang tadi sudah disampaikan oleh TaNiskala, maka kami (PMI) bersedia untuk berkolaborasi dengan TaNiskala, karena antara PMI dan TaNiskala memiliki banyak irisan yang sama yakni fokus pada kesehatan sosial dan reproduksi, mitigasi bencana serta adaptasi perubahan iklim.
Dalam waktu dekat, kita akan berkolaborasi dengan TaNiskala melakukan kampanye serta memberikan edukasi bagi anggota Palang Merah Remaja (PMR) dengan topik pembahasan seperti kesehatan seksual dan reproduksi melalui daring dengan harapan dapat diikuti oleh PMI ditingkat Kota/Kabupaten se DKI Jakarta.
“Dengan memanfaatkan teknologi yang dimiliki seperti ponsel, maka saya yakin kegiatan ini akan terlaksana karena adik-adik PMR bisa mengikuti kegiatan tersebut dari rumah, dan yang terpenting tidak memerlukan biaya,” kata dr. Sibrohmalisi.
Semoga dengan memberikan edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan menambah pengetahuan masyarakat khususnya bagi adik-adik PMR.(b26)
Audiensi tersebut dipimpin oleh Co-Founder & Public Relation TaNiskala, Amertia Reesia dan diterima oleh Ketua Bidang Pelayanan Kesehata dan Sosial PMI DKI Jakarta, dr. Sibrohmalisi di ruang rapat kantor PMI Provinsi DKI Jakarta, Jalan Kramat Raya No.47 Jakarta Pusat. Jum’at (8/11)
Dalam paparannya Amertia Reesia menjelaskan, TaNiskala merupakan suatu ruang digital yang mengadvokasi dan menyediakan informasi tentang Kesehatan sosial dan reproduksi serta krisis iklim.
Adapun fokus isu-isu yang sudah kami sampaikan kepada masyarakat khususnya orang muda seperti kesehatan reproduksi remaja, manajemen kebersihan menstruasi, HIV & AIDS, kesehatan gender, pencegahan pernikahan anak, pencegahan kekerasan seksual, pencegahan kekerasan berbasis gender online (KBGO), bullying & cyberbullying dikalangan remaja serta keamanan digital.
Berdasarkan survey demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2017 bahwa hanya 12% perempuan dan 6% laki-laki yang mengetahui sumber informasi dan layanan Kesehatan produksi.
Lanjutnya, dalam penyediaan informasi dan layanan Kesehatan reproduksi untuk orang muda masih terdapat kesenjangan. Misalnya sekitar setengah orang muda menjadikan internet atau media sosial sebagai salah satu sumber informasi tentang Kesehatan produksi.
Hal ini mennunjukkan bahwa intervensi kesehatan reproduksi digital merupakan bagian terpenting dalam pemenuhan kebutuhan dan hak kesehatan reproduksi bagi orang muda.
Diharapkan setelah melakukan audiensi ini dapat menimbulkan potensi kerjasama antara TaNiskala dan PMI DKI Jakarta dalam melakukan kampanye digital baik berupa video pendek maupun podcast, kemudian berkolaborasi dalam program Jelajahi Pengetahuan (JALAN) tentang kesehatan seksual dan reproduksi di sekolah-sekolah, serta adanya forum dialog dan edukasi Bersama relawan PMI dalam membahas isu-isu Kesehatan seksual dan reproduksi.
Sementara itu, Ketua Bidang Pelayanan Kesehata dan Sosial PMI DKI Jakarta, dr. Sibrohmalisi menyambut baik dan memberikan apresiasi atas kehadiran saudara saudari saya dari TaNiskala yang berfokus pada nilai-nilai sosial di masyarakat.
Berdasarkan informasi yang tadi sudah disampaikan oleh TaNiskala, maka kami (PMI) bersedia untuk berkolaborasi dengan TaNiskala, karena antara PMI dan TaNiskala memiliki banyak irisan yang sama yakni fokus pada kesehatan sosial dan reproduksi, mitigasi bencana serta adaptasi perubahan iklim.
Dalam waktu dekat, kita akan berkolaborasi dengan TaNiskala melakukan kampanye serta memberikan edukasi bagi anggota Palang Merah Remaja (PMR) dengan topik pembahasan seperti kesehatan seksual dan reproduksi melalui daring dengan harapan dapat diikuti oleh PMI ditingkat Kota/Kabupaten se DKI Jakarta.
“Dengan memanfaatkan teknologi yang dimiliki seperti ponsel, maka saya yakin kegiatan ini akan terlaksana karena adik-adik PMR bisa mengikuti kegiatan tersebut dari rumah, dan yang terpenting tidak memerlukan biaya,” kata dr. Sibrohmalisi.
Semoga dengan memberikan edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan menambah pengetahuan masyarakat khususnya bagi adik-adik PMR.(b26)