Berita Jusuf Kalla Buka Latgab dan Bhakti Sibat PMI Nasional III di Kebumen
25/09/2024

KEBUMEN – Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat, Jusuf Kalla membuka secara resmi kegiatal Latihan Gabungan (Latgab) Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) PMI Nasional III di Hutan Kota Kebumen – Jawa Tengah. Selasa (24/9)
Kegiatan ini diikuti oleh 1.200 anggota Sibat se-Indonesia serta negara tetangga seperti Palang Merah Singapura.
Dalam sambutannya, Jusuf Kalla menghimbau kepada peserta Latihan Gabungan Sibat agar sama-sama bergerak melakukan penanaman pohon untuk penghijauan serta mencegah banjir, mencegah tanah longsor serta mencegah kepanasan.
PMI bersama seluruh masyarakat membentuk Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) artinya relawan PMI bukan hanya yang ada tetapi seluruh masyarakat Indonesia untuk menjaga lingkungannya dengan cara memperbaiki iklim dan menanam pohon sebanyak-banyaknya baik di kawasan gunung, bukit atau sekeliling kita.
“PR kita adalah bagaimana relawan PMI bersama-sama masyarakat setidak-tidaknya setiap tahunnya bisa menanam sejuta pohon paling sedikit, dan itulah makna Latihan Gabungan ini yang kita laksanakan secara bersama-sama,” kata Jusuf Kalla.
Pada kesempatan ini saya juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah atas kerjasamanya dalam terselenggaranya pelaksanaan kegiatan Latihan Gabungan ini dan para relawan.
“Anda menanam pohon hari ini artinya anda sudah memperbaiki masa depan,” tuturnya.
Pihaknya menambahkan bahwa PMI saat ini tengah berupaya untuk meningkatkan penggunaan teknologi. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan drone untuk menyalurkan bibit-bibit pohon yang telah dimodifikasi. Dengan cara ini, kita berharap dapat memperkuat upaya penghijauan yang kita lakukan,” ungkapnya.
“Sekali lagi saya ingin menyampaikan semangat kepada anda semua beserta relawan dan seluruh masyarakat yang bersama-sama mendukung kegiatan ini, mudah-mudahan Latihan Gabungan ini sangat bermanfaat,” tutup Jusuf Kalla.
Sementara itu, Ketua Bidang PMR dan Relawan Pengurus Pusat PMI, Sasongko Tedjo mengatakan Tenaga Sukarela (TSR) merupakan bagian dari relawan PMI, dan TSR berbasis masyarakat adalah jawaban dari tag line PMI dalam merespon yaitu 6 Jam Sampai, dimana relawan yang tyerada di masyarakat yang diharapkan mampu untuk memberikan pelayanan pertama pada Saat situasi kedaruratan baik kedaruratan bencana ataupun kedaruratan lainnya.
Saat ini peran TSR Sibat tidak hanya berfokus untuk tanggap darurat bencana tapi juga untuk seluruh fase bencana termasuk sebelum dan sesudah bencana itu terjadi. Hal ini dapat dibuktikan dengan semakin banyaknya TSR Sibat yang di-inisiasi secara mandiri tanpa ada dukungan dari lembaga donor.
Selain itu pula semakin banyaknya inovasi-inovasi yang dilakukan Oleh Relawan PMI dalam upaya mewujudkan ketangguhan lingkungan khususnya untuk menghadapi perubahan iklim yang semakin nyata dampaknya.
Pihaknya menjelaskan, inovasi dan kreativitas TSR sibat juga memberikan dampak lanjutan baik bagi lingkungan maupun bagi individu, antara lain upava pengurangan risiko yang memberi nilai ekonomis untuk masyarakat, juga meningkatkan ketahanan pangan bagi lingkungan serta meningkatkan derajat kesehatan bagi masyarakat.
Terima kasih untuk seluruh komponen masyarakat yang telah turut membantu terselenggaranya kegiatan ini, khususnya kepada Pemerintah Kabupaten Kebumen, PMI Kabupaten Kebumen, PMI Provinsi Jawa Tengah, seluruh instansi pemerintah, Mitra Gerakan Palang Merah yang ada di Indonesia, Politeknik Akbara, Pihak Swasta dan semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu-persatu tanpa mengurangi rasa
terima kasih kami.
“Selamat berlatih, berbagi dan berbhakti, semoga ini adalah awal untuk meningkatkan sinergitas dalam ,membangun ketangguhan iklim,” jelas Sasongko Tedjo.(b26)
Kegiatan ini diikuti oleh 1.200 anggota Sibat se-Indonesia serta negara tetangga seperti Palang Merah Singapura.
Dalam sambutannya, Jusuf Kalla menghimbau kepada peserta Latihan Gabungan Sibat agar sama-sama bergerak melakukan penanaman pohon untuk penghijauan serta mencegah banjir, mencegah tanah longsor serta mencegah kepanasan.
PMI bersama seluruh masyarakat membentuk Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) artinya relawan PMI bukan hanya yang ada tetapi seluruh masyarakat Indonesia untuk menjaga lingkungannya dengan cara memperbaiki iklim dan menanam pohon sebanyak-banyaknya baik di kawasan gunung, bukit atau sekeliling kita.
“PR kita adalah bagaimana relawan PMI bersama-sama masyarakat setidak-tidaknya setiap tahunnya bisa menanam sejuta pohon paling sedikit, dan itulah makna Latihan Gabungan ini yang kita laksanakan secara bersama-sama,” kata Jusuf Kalla.
Pada kesempatan ini saya juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah atas kerjasamanya dalam terselenggaranya pelaksanaan kegiatan Latihan Gabungan ini dan para relawan.
“Anda menanam pohon hari ini artinya anda sudah memperbaiki masa depan,” tuturnya.
Pihaknya menambahkan bahwa PMI saat ini tengah berupaya untuk meningkatkan penggunaan teknologi. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan drone untuk menyalurkan bibit-bibit pohon yang telah dimodifikasi. Dengan cara ini, kita berharap dapat memperkuat upaya penghijauan yang kita lakukan,” ungkapnya.
“Sekali lagi saya ingin menyampaikan semangat kepada anda semua beserta relawan dan seluruh masyarakat yang bersama-sama mendukung kegiatan ini, mudah-mudahan Latihan Gabungan ini sangat bermanfaat,” tutup Jusuf Kalla.
Sementara itu, Ketua Bidang PMR dan Relawan Pengurus Pusat PMI, Sasongko Tedjo mengatakan Tenaga Sukarela (TSR) merupakan bagian dari relawan PMI, dan TSR berbasis masyarakat adalah jawaban dari tag line PMI dalam merespon yaitu 6 Jam Sampai, dimana relawan yang tyerada di masyarakat yang diharapkan mampu untuk memberikan pelayanan pertama pada Saat situasi kedaruratan baik kedaruratan bencana ataupun kedaruratan lainnya.
Saat ini peran TSR Sibat tidak hanya berfokus untuk tanggap darurat bencana tapi juga untuk seluruh fase bencana termasuk sebelum dan sesudah bencana itu terjadi. Hal ini dapat dibuktikan dengan semakin banyaknya TSR Sibat yang di-inisiasi secara mandiri tanpa ada dukungan dari lembaga donor.
Selain itu pula semakin banyaknya inovasi-inovasi yang dilakukan Oleh Relawan PMI dalam upaya mewujudkan ketangguhan lingkungan khususnya untuk menghadapi perubahan iklim yang semakin nyata dampaknya.
Pihaknya menjelaskan, inovasi dan kreativitas TSR sibat juga memberikan dampak lanjutan baik bagi lingkungan maupun bagi individu, antara lain upava pengurangan risiko yang memberi nilai ekonomis untuk masyarakat, juga meningkatkan ketahanan pangan bagi lingkungan serta meningkatkan derajat kesehatan bagi masyarakat.
Terima kasih untuk seluruh komponen masyarakat yang telah turut membantu terselenggaranya kegiatan ini, khususnya kepada Pemerintah Kabupaten Kebumen, PMI Kabupaten Kebumen, PMI Provinsi Jawa Tengah, seluruh instansi pemerintah, Mitra Gerakan Palang Merah yang ada di Indonesia, Politeknik Akbara, Pihak Swasta dan semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu-persatu tanpa mengurangi rasa
terima kasih kami.
“Selamat berlatih, berbagi dan berbhakti, semoga ini adalah awal untuk meningkatkan sinergitas dalam ,membangun ketangguhan iklim,” jelas Sasongko Tedjo.(b26)