Berita PMI Jaktim Beri Layanan Dukungan Psikososial Kepada Siswa/i SDN 01 Pondok Bambu
02/08/2024

DUREN SAWIT - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Timur berikan layanan dukungan psikososial kepada Siswa/i Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Pondok Bambu. Senin (29/7)
Kordinator layanan dukungan psikososial PMI Kota Jakarta Timur, Noviyanti Aghel mengatakan kegiatan ini diberikan untuk menggali perasaan siswa/i akibat kebakaran melanda sekolah nya beberap waktu lalu. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mencegah dampak lanjutan yang lebih buruk dari situasi yang traumatis.
“Hari ini kami mengerahkan 8 petugas untuk memberikan layanan dukungan psikososial kepada Siswa/i SDN 01 Pondok Bambu guna menghilangkan rasa trauma yang dialaminya atas insiden kebakaran yang terjadi,” kata Noviyanti Aghel.
Melalui kegiatan tersebut siswa diajak mengambarkan dan menceritakan emosi yang di alami melalui gambar. Siswa juga diberikan edukasi dan diajarkan mengatasi reaksi - reaksi alami yang dirasakan ketika mengalami musibah/ bencana.
Target sasaran kami terfokus pada siswa/i kelas 5 (lima) dahulu karena pada saat terjadi insiden kebakaran, kelas mereka lah yang paling terdekat dari sumber api nanti akan dilanjutkan dengan kelas-kelas lainnya.
Noviyanti Aghel menambahkan, kegiatan layanan dukungan psikososial ini dilakukan secara bergantian mengingat siswa/i yang berada di kelas 5 (lima) sebanyak 96 orang jadi harus dilaksanakan secara bergantian.
“Semoga dengan dilaksanakan kegiatan ini siswa/i bisa kembali berinteraksi dengan teman dan lingkungannya,” tuturnya.(abas)
Kordinator layanan dukungan psikososial PMI Kota Jakarta Timur, Noviyanti Aghel mengatakan kegiatan ini diberikan untuk menggali perasaan siswa/i akibat kebakaran melanda sekolah nya beberap waktu lalu. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mencegah dampak lanjutan yang lebih buruk dari situasi yang traumatis.
“Hari ini kami mengerahkan 8 petugas untuk memberikan layanan dukungan psikososial kepada Siswa/i SDN 01 Pondok Bambu guna menghilangkan rasa trauma yang dialaminya atas insiden kebakaran yang terjadi,” kata Noviyanti Aghel.
Melalui kegiatan tersebut siswa diajak mengambarkan dan menceritakan emosi yang di alami melalui gambar. Siswa juga diberikan edukasi dan diajarkan mengatasi reaksi - reaksi alami yang dirasakan ketika mengalami musibah/ bencana.
Target sasaran kami terfokus pada siswa/i kelas 5 (lima) dahulu karena pada saat terjadi insiden kebakaran, kelas mereka lah yang paling terdekat dari sumber api nanti akan dilanjutkan dengan kelas-kelas lainnya.
Noviyanti Aghel menambahkan, kegiatan layanan dukungan psikososial ini dilakukan secara bergantian mengingat siswa/i yang berada di kelas 5 (lima) sebanyak 96 orang jadi harus dilaksanakan secara bergantian.
“Semoga dengan dilaksanakan kegiatan ini siswa/i bisa kembali berinteraksi dengan teman dan lingkungannya,” tuturnya.(abas)