Berita Tingkatkan Awareness Terhadap Isu Kesehatan, Anggota PMR Ikuti Pelatihan KAP
07/06/2024

JAKARTA – Dalam rangka penguatan kapasitas mitra dalam merespon isu Kesehatan di masyarakat usia produktif terkhusus pemuda (youth), Portal Kesehatan Masyarakat (Portkesmas) menggelar kegiatan Training of Communicators KAP – Imunisasi HPV dan Literasi Digital Kesehatan bagi pemimpin muda di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UNIKA Atma Jaya. Rabu (29/5).
Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang peserta yang terdiri dari Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia, Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia, Ikatan Lembaga Mahasiswa Kebidanan Indonesia, Pengurus Senat Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UNIKA Atma Jaya, Mitra Muda UNICEF Indonesia, Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama, Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Generasi Brencana BKKBN, Forum Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), Saka Bakti Husada Cabang Jakarta Selatan serta Palang Merah Remaja (PMR).
Salah seorang peserta yang mewakili Palang Merah Remaja (PMR) dari PMI Kota Jakarta Timur yang sekaligus Kordinator FORPIS PMI Provinsi DKI Jakarta, Shafa Haura mengungkapkan Portkesmas merupakan wadah pelibatan kepemudaan dalam percepatan penyelesaian isu-isu kesehatan di Indonesia.
Portkesmas sendiri bertugas melakukan advokasi terhadap upaya kesehatan masyarakat Indonesia melalui promosi kesehatan, kesehatan lingkungan, kesehatan ibu, anak, dan keluarga berencana, gizi, pencegahan dan pengendalian penyakit.
Selama mengikuti pelatihan ini menggunakan prinsip KAP (Komunikasi Antar Pribadi) yang membahas tentang isu kesehatan mengenai kanker serviks yang disebabkan oleh HPV (Human Papiloma Virus) dan menyampaikan pesan pentingnya imunisasi HPV sekaligus workshop mengenai literasi digital.
Prinsip dasar KAP memfokuskan pada pendekatan antara komunikator dan audiens melalui permainan, lagu hingga pergerakan yang bertujuan untuk membangun keakraban, saling mendengarkan dan berbicara.
“Kami dilatih untuk dapat menggunakan cara yang berbeda dengan prinsip dasar KAP untuk melakukan penyuluhan kepada masyarakat,” ungkap Shafa Haura.
Tak hanya itu, dengan mengikuti kegiatan ini kami juga dapat mengetahui dampak negatif media sosial seperti penyebaran berita hoax yang menyebar di masyarakat, cara menyikapi berita hoax serta cara mengatasinya.
“Setelah mengikuti kegiatan ini kami akan mengadakan penyuluhan bersama adik-adik PMR se Jakarta untuk bisa lebih meningkatkan awarness mereka terhadap isu kesehatan dengan menerapkan prinsip KAP,” tuturnya. (b26)
Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang peserta yang terdiri dari Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia, Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia, Ikatan Lembaga Mahasiswa Kebidanan Indonesia, Pengurus Senat Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UNIKA Atma Jaya, Mitra Muda UNICEF Indonesia, Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama, Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Generasi Brencana BKKBN, Forum Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), Saka Bakti Husada Cabang Jakarta Selatan serta Palang Merah Remaja (PMR).
Salah seorang peserta yang mewakili Palang Merah Remaja (PMR) dari PMI Kota Jakarta Timur yang sekaligus Kordinator FORPIS PMI Provinsi DKI Jakarta, Shafa Haura mengungkapkan Portkesmas merupakan wadah pelibatan kepemudaan dalam percepatan penyelesaian isu-isu kesehatan di Indonesia.
Portkesmas sendiri bertugas melakukan advokasi terhadap upaya kesehatan masyarakat Indonesia melalui promosi kesehatan, kesehatan lingkungan, kesehatan ibu, anak, dan keluarga berencana, gizi, pencegahan dan pengendalian penyakit.
Selama mengikuti pelatihan ini menggunakan prinsip KAP (Komunikasi Antar Pribadi) yang membahas tentang isu kesehatan mengenai kanker serviks yang disebabkan oleh HPV (Human Papiloma Virus) dan menyampaikan pesan pentingnya imunisasi HPV sekaligus workshop mengenai literasi digital.
Prinsip dasar KAP memfokuskan pada pendekatan antara komunikator dan audiens melalui permainan, lagu hingga pergerakan yang bertujuan untuk membangun keakraban, saling mendengarkan dan berbicara.
“Kami dilatih untuk dapat menggunakan cara yang berbeda dengan prinsip dasar KAP untuk melakukan penyuluhan kepada masyarakat,” ungkap Shafa Haura.
Tak hanya itu, dengan mengikuti kegiatan ini kami juga dapat mengetahui dampak negatif media sosial seperti penyebaran berita hoax yang menyebar di masyarakat, cara menyikapi berita hoax serta cara mengatasinya.
“Setelah mengikuti kegiatan ini kami akan mengadakan penyuluhan bersama adik-adik PMR se Jakarta untuk bisa lebih meningkatkan awarness mereka terhadap isu kesehatan dengan menerapkan prinsip KAP,” tuturnya. (b26)