Berita Bambang Sutarna Buka Diklatsar KSR PMI Kota Jakarta Utara Tahun 2024
31/05/2024

PLUMPANG – Sekretaris Pengurus Kota Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Utara, Bambang Sutarna membuka kegiatan pembukaan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Korps Sukarela (KSR) PMI Kota Jakarta Utara Angkatan Kemanusiaan 3 (tiga) di Markas PMI Kota Jakarta Utara, Jalan Plumpang Semper No.54 Jakarta Utara. Selasa (28/5).
Dalam sambutannya, Bambang Sutarna mengatakan relawan mempunyai peranan yang sangat penting dalam keberlangsungan hidup organisasi serta memberikan sumbangsihnya kepada tugas-tugas Kemanusiaan.
Saat ini Langkah nyata yang dilakukan PMI Kota Jakarta Utara ini adalah membentuk anggota Korps Sukarela (KSR) yang baru dengan mengadakan Pendidikan dan Latihan Korps Sukarela Dasar (Diklatsar) tahun 2024.
“Kegiatan Diklatsar ini dilaksanakan selama 5 (lima) hari terhitung tanggal 28 Mei hingga 1 Juni 2024. Sebelum melaksanakan aplikasi lapangan calon anggota KSR ini akan mendapatkan pembekalan materi yang disampaikan oleh fasilitator di Markas PMI Kota Jakarta Utara, kemudian dilanjutkan dengan aplikasi lapangan di Bumi Perkemahan Sukamantri Bogor,” kata Bambang Sutarna.
Jumlah calon anggota KSR PMI Kota Jakarta Utara yang mendaftarkan diri untuk menjadi relawan PMI Kota Jakarta Utara ini sebanyak 32 orang. Kemudian setelah dilakukan seleksi menjadi 29 orang yang mengikuti Diklatsar ini.
Setelah mengikuti Diklatsar, diharapkan calon anggota KSR dapat melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan bersifat sukarela dan tidak membeda-bedakan ras, suku, agama dan golongan sesuai dengan Prinsip-Prinsip Dasar Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah.
Sementara itu Ketua Bidang Anggota dan Relawan Pengurus Provinsi PMI DKI Jakarta, Andi Angger Sutawijaya menjelaskan berdirinya Palang Merah Indonesia (PMI) hanya berbeda satu bulan sejak diproklamasikan nya kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, tepat tanggal 17 September 1945 dibentuklah PMI.
“PMI mempunyai sejarah yang Panjang bukan hanya dalam konteks kemanusiaan, tetapi juga dalam konteks memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Karena pada saat itu Bung Karno merasa bahwa Indonesia harus ambil peranan dalam konteks dunia dan gerakan Kepalangmerahan ini adalah gerakan dunia karena agar bangsa Indonesia dapat diakui oleh dunia,” jelas Andi Angger Sutawijaya.
Ketika teman-teman tergabung didalam gerakan PMI maka teman-teman bukan hanya menjadi anggota di PMI Kota Jakarta Utara tetapi secara tidak langsung teman-teman juga terkoneksi dengan gerakan Palang Merah seluruh dunia.
Jadi Pendidikan dan Latihan Dasar dapat diartikan sebagai pintu gerbang masuknya teman-teman di dunia PMI, sehingga kegiatan ini menjadi sebuah kegiatan awal yang harus dilalui oleh setiap calon anggota KSR demi menciptakan generasi PMI yang memiliki jiwa sosial dan tangguh. (b26)
Dalam sambutannya, Bambang Sutarna mengatakan relawan mempunyai peranan yang sangat penting dalam keberlangsungan hidup organisasi serta memberikan sumbangsihnya kepada tugas-tugas Kemanusiaan.
Saat ini Langkah nyata yang dilakukan PMI Kota Jakarta Utara ini adalah membentuk anggota Korps Sukarela (KSR) yang baru dengan mengadakan Pendidikan dan Latihan Korps Sukarela Dasar (Diklatsar) tahun 2024.
“Kegiatan Diklatsar ini dilaksanakan selama 5 (lima) hari terhitung tanggal 28 Mei hingga 1 Juni 2024. Sebelum melaksanakan aplikasi lapangan calon anggota KSR ini akan mendapatkan pembekalan materi yang disampaikan oleh fasilitator di Markas PMI Kota Jakarta Utara, kemudian dilanjutkan dengan aplikasi lapangan di Bumi Perkemahan Sukamantri Bogor,” kata Bambang Sutarna.
Jumlah calon anggota KSR PMI Kota Jakarta Utara yang mendaftarkan diri untuk menjadi relawan PMI Kota Jakarta Utara ini sebanyak 32 orang. Kemudian setelah dilakukan seleksi menjadi 29 orang yang mengikuti Diklatsar ini.
Setelah mengikuti Diklatsar, diharapkan calon anggota KSR dapat melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan bersifat sukarela dan tidak membeda-bedakan ras, suku, agama dan golongan sesuai dengan Prinsip-Prinsip Dasar Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah.
Sementara itu Ketua Bidang Anggota dan Relawan Pengurus Provinsi PMI DKI Jakarta, Andi Angger Sutawijaya menjelaskan berdirinya Palang Merah Indonesia (PMI) hanya berbeda satu bulan sejak diproklamasikan nya kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, tepat tanggal 17 September 1945 dibentuklah PMI.
“PMI mempunyai sejarah yang Panjang bukan hanya dalam konteks kemanusiaan, tetapi juga dalam konteks memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Karena pada saat itu Bung Karno merasa bahwa Indonesia harus ambil peranan dalam konteks dunia dan gerakan Kepalangmerahan ini adalah gerakan dunia karena agar bangsa Indonesia dapat diakui oleh dunia,” jelas Andi Angger Sutawijaya.
Ketika teman-teman tergabung didalam gerakan PMI maka teman-teman bukan hanya menjadi anggota di PMI Kota Jakarta Utara tetapi secara tidak langsung teman-teman juga terkoneksi dengan gerakan Palang Merah seluruh dunia.
Jadi Pendidikan dan Latihan Dasar dapat diartikan sebagai pintu gerbang masuknya teman-teman di dunia PMI, sehingga kegiatan ini menjadi sebuah kegiatan awal yang harus dilalui oleh setiap calon anggota KSR demi menciptakan generasi PMI yang memiliki jiwa sosial dan tangguh. (b26)