Berita Tingkatkan Potensi UMKM, PMI DKI Jakarta Audiensi Dengan DPPKUMKM
28/02/2024

JAKARTA – Kepala Unit Pengembangan Usaha PMI Provinsi DKI Jakarta, Erna Cahyani bersama seluruh tim Pengembangan Unit Usaha dan Pegawai Markas Provinsi melakukan audiensi ke Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Provinsi DKI Jakarta yang diterima oleh Kepala Bidang UMKM Dinas PPKUMKM Provinsi DKI Jakarta, Adhytia di Ruang Rapat 1 (satu) Gedung DPPKUKM Jalan Perintis Kemerdekaan No.3 Kelapa Gading, Jakarta Utara.. Rabu (21/2/2024)
PMI Provinsi DKI Jakarta di tahun 2024 ini Unit Pengembangan Usaha memiliki target akan membangun jejaring kemitraan dan kerjasama dengan berkolaborasi baik dengan unsur SKPD/UKPD maupun dengan pihak non pemerintah.
“Ada 25 instansi pemerintah yang akan dilakukan audiensi nantinya, salah satunya Dinas PPKUMKM Provinsi DKI Jakarta,” kata Erna.
Tujuan dari audiensi ini adalah menggali potensi kemitraan dalam mendukung berkembangnya unit-unit usaha yang telah dibentuk oleh PMI Provinsi DKI Jakarta baik berupa dukungan program, sarpras, permodalan ataupun pembinaan dan pengembangannya.
Ada 7 (tujuh) point besar yang kami usulkan untuk kerjasama diantaranya : Penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan bagi relawan, Pembinaan dan pengembangan koperasi yang dimiliki oleh PMI Provinsi DKI Jakarta, Pembinaan UMKM bagi relawan dan masyarakat, pegawai, Rekomendasi sebagai Pembina bagi perkembangan usaha dan UMKM di 5 wilayah di internal PMI se Provinsi DKI Jakarta, Mendapatkan dukungan Sarpras dan Investasi ataupun fasilitas yang memungkinkan diberikan, Mendapatkan rekomendasi untuk mengakses mitra-mitra Dinas PPKUMKM (PD Pasar Djaya, Food Station) serta Mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan-pelatihan dan bimbingan teknis.
Dimana peluang-peluang tersebut bisa menjadi dukungan bagi unit-unit usaha di PMI Provinsi DKI Jakarta melalui Unit Pengembangan Usaha dalam melaksanakan strategis pendanaan baru. Bahkan tidak hanya di PMI Provinsi DKI Jakarta saja, tetapi juga bagi PMI Kota/Kabupaten se DKI Jakarta bahkan PMI se Indonesia.
Tantangan ke depannya adalah persaingan dan pemasaran menjadi salah satu kajian bagi Unit Pengembangan Usaha dalam mengembangkan entitas usaha-usaha PMI DKI Jakarta.
“Melalui audiensi ini Unit Pengembangan Usaha sangat berharap untuk bisa bermitra dan bekerjasama dengan Dinas-dinas untuk memberikan dukungannya ke depan,” tuturnya.
Namun dalam hal ini dibutuhkan komitmen dan keseriusan bagi manajemen dan pengurus untuk betul-betul pengelolaan unit-unit usaha tersebut, sehingga lebih cepat berkembangnya. Dan bagaimana tugas PMI Provinsi menjadi Pembina bagi pembentukan unit-unit usaha di PMI Kota/Kabupaten atau membangun jejaring dengan PMI Provinsi/Kota/Kabupaten lainnya.
Unit Pengembangan Usaha PMI Provinsi DKI Jakarta, akan terus berupaya dan berusaha bekerjasama tidak hanya dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetapi juga dengan pihak-pihak swasta dan pemerintah daerah lainnya.
Lanjutnya, usai melakukan audiensi diharapkan adanya Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Unit Pengembangan Usaha (UPU) PMI Provinsi DKI Jakarta dengan Dinas PPKUMKM sebagai penjajakan untuk dilakukannya kemitraan.
“Dengan adanya PKS tentunya kolaborasi dan dukungan dari pemerintah dan swasta sangat bermanfaat bagi unit pengembangan usaha dalam pembinaan dan pengembangan unit usahanya. Selain itu, PMI Provinsi DKI Jakarta dapat membangun komunikasi berkelanjutan secara baik dengan SKPD PPKUKM maupun SKPD lainnya,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bidang UMKM Dinas PPKUMKM Provinsi DKI Jakarta, Adhytia menyambut baik tentang apa yang tadi sudah dipaparkan oleh Unit Pengembangan Usaha PMI Provinsi DKI Jakarta.
Bagi relawan PMI yang sudah memiliki usaha mandiri nantinya akan kami ikut sertakan pada program-program yang sudah berjalan ditingkat Kecamatan. Tetapi relawan tersebut harus dalam pemantauan Unit Pengembangan Usaha PMI Provinsi DKI Jakarta.
Saat ini PMI Provinsi DKI Jakarta sudah terdata dan memiliki unit usaha yang sudah berjalan, oleh karenanya perlu dilakukan pemetaan yang lebih detail agar pasar dalam produk UMKM tersebut dapat dipasarkan dengan cepat dan tepat.
“Kami sangat tertarik dengan koperasi atau toserba yang sudah terbentuk di sekolah swasta tepatnya di wilayah Jakarta Utara,” kata Adhytia.
Nantinya, bilamana proses kerjasama terjadi kami sarankan agar melibatkan Bank DKI dalam kegiatan ini. karena program-program yang akan di kerjasamakan nanti akan memudahkan relawan PMI Provinsi DKI Jakarta dalam akses pembiayaan.
“Diharapkan usai audiensi ini dilakukan komunikasi lebih lanjut dan melakukan pemetaan yang mendetail sehingga kedepannya segala bentuk program-program yang memiliki potensi ini bisa dilakukan kerjasama,” tutupnya.(b26)
PMI Provinsi DKI Jakarta di tahun 2024 ini Unit Pengembangan Usaha memiliki target akan membangun jejaring kemitraan dan kerjasama dengan berkolaborasi baik dengan unsur SKPD/UKPD maupun dengan pihak non pemerintah.
“Ada 25 instansi pemerintah yang akan dilakukan audiensi nantinya, salah satunya Dinas PPKUMKM Provinsi DKI Jakarta,” kata Erna.
Tujuan dari audiensi ini adalah menggali potensi kemitraan dalam mendukung berkembangnya unit-unit usaha yang telah dibentuk oleh PMI Provinsi DKI Jakarta baik berupa dukungan program, sarpras, permodalan ataupun pembinaan dan pengembangannya.
Ada 7 (tujuh) point besar yang kami usulkan untuk kerjasama diantaranya : Penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan bagi relawan, Pembinaan dan pengembangan koperasi yang dimiliki oleh PMI Provinsi DKI Jakarta, Pembinaan UMKM bagi relawan dan masyarakat, pegawai, Rekomendasi sebagai Pembina bagi perkembangan usaha dan UMKM di 5 wilayah di internal PMI se Provinsi DKI Jakarta, Mendapatkan dukungan Sarpras dan Investasi ataupun fasilitas yang memungkinkan diberikan, Mendapatkan rekomendasi untuk mengakses mitra-mitra Dinas PPKUMKM (PD Pasar Djaya, Food Station) serta Mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan-pelatihan dan bimbingan teknis.
Dimana peluang-peluang tersebut bisa menjadi dukungan bagi unit-unit usaha di PMI Provinsi DKI Jakarta melalui Unit Pengembangan Usaha dalam melaksanakan strategis pendanaan baru. Bahkan tidak hanya di PMI Provinsi DKI Jakarta saja, tetapi juga bagi PMI Kota/Kabupaten se DKI Jakarta bahkan PMI se Indonesia.
Tantangan ke depannya adalah persaingan dan pemasaran menjadi salah satu kajian bagi Unit Pengembangan Usaha dalam mengembangkan entitas usaha-usaha PMI DKI Jakarta.
“Melalui audiensi ini Unit Pengembangan Usaha sangat berharap untuk bisa bermitra dan bekerjasama dengan Dinas-dinas untuk memberikan dukungannya ke depan,” tuturnya.
Namun dalam hal ini dibutuhkan komitmen dan keseriusan bagi manajemen dan pengurus untuk betul-betul pengelolaan unit-unit usaha tersebut, sehingga lebih cepat berkembangnya. Dan bagaimana tugas PMI Provinsi menjadi Pembina bagi pembentukan unit-unit usaha di PMI Kota/Kabupaten atau membangun jejaring dengan PMI Provinsi/Kota/Kabupaten lainnya.
Unit Pengembangan Usaha PMI Provinsi DKI Jakarta, akan terus berupaya dan berusaha bekerjasama tidak hanya dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetapi juga dengan pihak-pihak swasta dan pemerintah daerah lainnya.
Lanjutnya, usai melakukan audiensi diharapkan adanya Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Unit Pengembangan Usaha (UPU) PMI Provinsi DKI Jakarta dengan Dinas PPKUMKM sebagai penjajakan untuk dilakukannya kemitraan.
“Dengan adanya PKS tentunya kolaborasi dan dukungan dari pemerintah dan swasta sangat bermanfaat bagi unit pengembangan usaha dalam pembinaan dan pengembangan unit usahanya. Selain itu, PMI Provinsi DKI Jakarta dapat membangun komunikasi berkelanjutan secara baik dengan SKPD PPKUKM maupun SKPD lainnya,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bidang UMKM Dinas PPKUMKM Provinsi DKI Jakarta, Adhytia menyambut baik tentang apa yang tadi sudah dipaparkan oleh Unit Pengembangan Usaha PMI Provinsi DKI Jakarta.
Bagi relawan PMI yang sudah memiliki usaha mandiri nantinya akan kami ikut sertakan pada program-program yang sudah berjalan ditingkat Kecamatan. Tetapi relawan tersebut harus dalam pemantauan Unit Pengembangan Usaha PMI Provinsi DKI Jakarta.
Saat ini PMI Provinsi DKI Jakarta sudah terdata dan memiliki unit usaha yang sudah berjalan, oleh karenanya perlu dilakukan pemetaan yang lebih detail agar pasar dalam produk UMKM tersebut dapat dipasarkan dengan cepat dan tepat.
“Kami sangat tertarik dengan koperasi atau toserba yang sudah terbentuk di sekolah swasta tepatnya di wilayah Jakarta Utara,” kata Adhytia.
Nantinya, bilamana proses kerjasama terjadi kami sarankan agar melibatkan Bank DKI dalam kegiatan ini. karena program-program yang akan di kerjasamakan nanti akan memudahkan relawan PMI Provinsi DKI Jakarta dalam akses pembiayaan.
“Diharapkan usai audiensi ini dilakukan komunikasi lebih lanjut dan melakukan pemetaan yang mendetail sehingga kedepannya segala bentuk program-program yang memiliki potensi ini bisa dilakukan kerjasama,” tutupnya.(b26)