Berita Hadapi Pemilu 2024, PMI Jakut Bakal Buka Posko
05/02/2024

Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Utara akan membuka posko siaga kesehatan di setiap Kecamatan, guna mendukung kesuksesan penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) pada 14 Februari 2024. Rencana posko ini akan dibuka selama tiga hari mulai dari 13-15 Februari 2024 mendatang.
Ketua PMI Jakarta Utara, Rijal mengatakan, posko siaga kesehatan ini dirikan untuk mengantisipasi apabila anggota PPK, PPS, dan KPPS terjadi kelelahan, sakit dan sebagainya. Hal ini berkaca pada 2019 lalu, banyak anggota KPPS yang meninggal dunia karena kelelahan selama proses pemungutan suara Pemilihan Presiden.
Kemudian, antisipasi terjadi bentrok jika nanti ada salah satu pihak yang tidak setuju (dengan hasil pemilu cepat), maka PMI Jakarta Utara pun sudah siap.
"Sekitar 150 relawan PMI yang akan kami kerahkan. Nantinya setiap posko di Kecamatan akan dijaga oleh 10 sampai 20 orang relawan PMI dan petugas kesehatan," ujar Rijal.
Ia menambahkan, selain relawan PMI, pihaknya juga telah menyiapkan kendaraan operasional sebagai sarana pertolongan pertama berupa tiga unit ambulans, dua mobil janazah empat unit mobil rescue dan dua motor. Serta, mensiagakan Klinik 24 Jam yang ada di markas PMI Jakarta Utara di Jalan Plumpang Semper No.54, Tugu Selatan, Kecamatan Koja.
"Untuk teknis, nanti H-2 kami akan menyebar kartu nama yang tertera nomor crisis center dan telepon Posko 24 Jam untuk disebar masing-masing TPS. Petugas Pemilu dapat langsung menghubungi, lalu relawan kami langsung ke lokasi TPS itu," jelasnya.
Rijal menyampaikan kehadiran PMI Jakarta Utara dalam pesta demokrasi ini membuktikan bahwa PMI sebagai lembaga kemanusiaan selalu siap untuk mendukung kegiatan-kegiatan pemerintah, TNI, Polri, KPU Bawaslu atau kegiatan masyarakat lainnya.
Sambungnya, diharapkan pemilu 2024 mendatang dapat berjalan dengan lancar dan sukses, serta tidak terjadi sesuatu yang dapat membahayakan masyarakat.
"Selaku pribadi tentunya saya berharap pesta demokrasi bisa berjalan dengan lancar dan damai, serta dapat menghasilkan pemilu yang demokratis dan pemerintahan yang legitimit,dan dapat membawa indonesia lebih baik lagi, tegasnya.(acang/dayat)
Ketua PMI Jakarta Utara, Rijal mengatakan, posko siaga kesehatan ini dirikan untuk mengantisipasi apabila anggota PPK, PPS, dan KPPS terjadi kelelahan, sakit dan sebagainya. Hal ini berkaca pada 2019 lalu, banyak anggota KPPS yang meninggal dunia karena kelelahan selama proses pemungutan suara Pemilihan Presiden.
Kemudian, antisipasi terjadi bentrok jika nanti ada salah satu pihak yang tidak setuju (dengan hasil pemilu cepat), maka PMI Jakarta Utara pun sudah siap.
"Sekitar 150 relawan PMI yang akan kami kerahkan. Nantinya setiap posko di Kecamatan akan dijaga oleh 10 sampai 20 orang relawan PMI dan petugas kesehatan," ujar Rijal.
Ia menambahkan, selain relawan PMI, pihaknya juga telah menyiapkan kendaraan operasional sebagai sarana pertolongan pertama berupa tiga unit ambulans, dua mobil janazah empat unit mobil rescue dan dua motor. Serta, mensiagakan Klinik 24 Jam yang ada di markas PMI Jakarta Utara di Jalan Plumpang Semper No.54, Tugu Selatan, Kecamatan Koja.
"Untuk teknis, nanti H-2 kami akan menyebar kartu nama yang tertera nomor crisis center dan telepon Posko 24 Jam untuk disebar masing-masing TPS. Petugas Pemilu dapat langsung menghubungi, lalu relawan kami langsung ke lokasi TPS itu," jelasnya.
Rijal menyampaikan kehadiran PMI Jakarta Utara dalam pesta demokrasi ini membuktikan bahwa PMI sebagai lembaga kemanusiaan selalu siap untuk mendukung kegiatan-kegiatan pemerintah, TNI, Polri, KPU Bawaslu atau kegiatan masyarakat lainnya.
Sambungnya, diharapkan pemilu 2024 mendatang dapat berjalan dengan lancar dan sukses, serta tidak terjadi sesuatu yang dapat membahayakan masyarakat.
"Selaku pribadi tentunya saya berharap pesta demokrasi bisa berjalan dengan lancar dan damai, serta dapat menghasilkan pemilu yang demokratis dan pemerintahan yang legitimit,dan dapat membawa indonesia lebih baik lagi, tegasnya.(acang/dayat)