Berita PMI DKI Jakarta Gelar Penyusunan Rencana Kontijensi Bencana Banjir, Kebakaran dan Konflik
05/02/2024

JAKARTA – Guna meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana di Ibukota, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta melakukan penyusunan rencana kontijensi untuk tiga jenis bencana yakni bencana banjir, kebakaran dan konflik.
Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 31 Januari hingga 2 Februari 2024 diikuti oleh 25 orang peserta yang terdiri dari unsur PMI tingkat Kota/Kabupaten dan dibuka oleh Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Provinsi DKI Jakarta, Edwar Bachtiar.
Dalam sambutannya, Edwar Bachtiar mengatakan tugas pokok PMI adalah membantu Pemerintah Indonesia di bidang sosial kemanusiaan terutama tugas-tugas Kepalangmerahan yang melliputi penanggulangan bencana, pertolongan pertama, pelayanan Kesehatan serta pelayanan tranfusi darah.
“Selama tiga hari ini kita bersama-sama menyusun rencana kontijensi bencana banjir, kebakaran dan konflik. Karena bencana banjir dan kebakaran merupakan jenis bencana yang sering terjadi di Jakarta,” kata Edwar.
Saat ini sudah memasuki musim penghujan, biasanya dengan curah hujan yang tinggi dapat menyebabkan banjir yang mengakibatkan masyarakat kehilangan harta benda serta mengungsi pada tempat yang sudah ditentukan.
Bencana kebakaran biasanya disebabkan oleh korsleting litrik (arus pendek) atau kelalaian manusia, sedangkan bencana konflik biasanya disebabkan karena perbedaan pendapat, unsur politik serta SARA.

Sementara itu, Oktariadi yang pada kesempatan ini menjadi fasilitator menjelaskan bahwa penyusunan rencana kontijensi ini sangat penting untuk memastikan kesiapsiagaan PMI dalam merespon bencana yang terjadi.
“Bencana itu bisa terjadi kapan saja dan dimana saja, oleh karena itu kita harus selalu siap dalam kondisi apanpun,” jelas Oktariadi.
Penyusunan rencana kontijensi ini melibatkan PMI se DKI Jakarta agar memiliki kesamaan dan pemahaman dalam merespon bencana baik dari langkah-langkah yang akan dikerjakan sebelum bencana terjadi, saat bencana serta setelah terjadinya bencana.
“Dengan memiliki rencana kontijensi yang kompherensif diharapkan PMI dapat sinklronisasi dengan pemangku kepentingan agar lebih siap dalam menghadapi berbagai potensi bencana di Jakarta,” tuturnya.(b26)
Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 31 Januari hingga 2 Februari 2024 diikuti oleh 25 orang peserta yang terdiri dari unsur PMI tingkat Kota/Kabupaten dan dibuka oleh Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Provinsi DKI Jakarta, Edwar Bachtiar.
Dalam sambutannya, Edwar Bachtiar mengatakan tugas pokok PMI adalah membantu Pemerintah Indonesia di bidang sosial kemanusiaan terutama tugas-tugas Kepalangmerahan yang melliputi penanggulangan bencana, pertolongan pertama, pelayanan Kesehatan serta pelayanan tranfusi darah.
“Selama tiga hari ini kita bersama-sama menyusun rencana kontijensi bencana banjir, kebakaran dan konflik. Karena bencana banjir dan kebakaran merupakan jenis bencana yang sering terjadi di Jakarta,” kata Edwar.
Saat ini sudah memasuki musim penghujan, biasanya dengan curah hujan yang tinggi dapat menyebabkan banjir yang mengakibatkan masyarakat kehilangan harta benda serta mengungsi pada tempat yang sudah ditentukan.
Bencana kebakaran biasanya disebabkan oleh korsleting litrik (arus pendek) atau kelalaian manusia, sedangkan bencana konflik biasanya disebabkan karena perbedaan pendapat, unsur politik serta SARA.

Sementara itu, Oktariadi yang pada kesempatan ini menjadi fasilitator menjelaskan bahwa penyusunan rencana kontijensi ini sangat penting untuk memastikan kesiapsiagaan PMI dalam merespon bencana yang terjadi.
“Bencana itu bisa terjadi kapan saja dan dimana saja, oleh karena itu kita harus selalu siap dalam kondisi apanpun,” jelas Oktariadi.
Penyusunan rencana kontijensi ini melibatkan PMI se DKI Jakarta agar memiliki kesamaan dan pemahaman dalam merespon bencana baik dari langkah-langkah yang akan dikerjakan sebelum bencana terjadi, saat bencana serta setelah terjadinya bencana.
“Dengan memiliki rencana kontijensi yang kompherensif diharapkan PMI dapat sinklronisasi dengan pemangku kepentingan agar lebih siap dalam menghadapi berbagai potensi bencana di Jakarta,” tuturnya.(b26)