Berita Pmi dan Sudin Pendidikan II Jajaki Kolaborasi Program
15/11/2022

Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Utara dan Suku Dinas Pendidikan Wilayah 2 Kota Administrasi Jakarta Utara menggelar rapat koordinasi kolaborasi program. Selain pejabat Suku Dinas Pendidikan Wilayah 2 Jakarta Utara, kegiatan dihadiri Kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri se-Kecamatan Cilincing, Koja dan Kelapa Gading.
Ketua PMI Jakarta Utara, Rijal menjelaskan, organisasinya tidak hanya berkenaan dengan pengelolaan darah dan penanganan bencana saja. Secara programatik, PMI juga mengurusi relawan, kemanusiaan dan penanganan kesehatan.
“Kita sangat konsen dengan pembinaan Palang Merah Remaja (PMR) yang ada di sekolah. Kami juga punya posko dengan relawan yang siaga 24 jam menerima aduan masyarakat,” ujarnya, Selasa (15/11).
Dilanjutkan Rijal, keberadaan PMR akan sangat mendukung pola hidup bersih sehat (PBS) di sekolah. Selain itu, mereka akan dibekali materi pendidikan tanggap kebencanaan dan mengasah rasa kemanusian sehingga peduli dengan sekitar.
Disamping itu, Rijal menjelaskan berbagai program PMI Kota Jakarta Utara di luar penanganan darurat, seperti penyemprotan disinfektan dan fogging yang juga bisa diaplikasikan di sekolah. Kemudian, PMI Jakarta Utara juga memiliki armada angkut yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan masyarakat secara gratis.
“Tujuan kita sama bagaimana membangun Jakarta Utara lebih baik. Apa yang bisa dikolaborasikan mari kita bahas,” tegasnya.
Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah 2 Kota Administrasi Jakarta Utara, Purwanto berharap kolaborasi program bisa diimplementasikan dalam bentuk tertulis. Dicontohkannya, peran dan fungsi Unit Kesehatan Sekolah (UKS) bisa ditingkatkan dengan program serta sumber daya yang dimiliki PMI Jakarta Utara.
“Kami berharap kolaborasi bisa dituangkan dalam MoU bersama. Bila terealisasi ini merupakan yang pertama di DKI Jakarta,” tandasnya. (BFS/Dayat)
Ketua PMI Jakarta Utara, Rijal menjelaskan, organisasinya tidak hanya berkenaan dengan pengelolaan darah dan penanganan bencana saja. Secara programatik, PMI juga mengurusi relawan, kemanusiaan dan penanganan kesehatan.
“Kita sangat konsen dengan pembinaan Palang Merah Remaja (PMR) yang ada di sekolah. Kami juga punya posko dengan relawan yang siaga 24 jam menerima aduan masyarakat,” ujarnya, Selasa (15/11).
Dilanjutkan Rijal, keberadaan PMR akan sangat mendukung pola hidup bersih sehat (PBS) di sekolah. Selain itu, mereka akan dibekali materi pendidikan tanggap kebencanaan dan mengasah rasa kemanusian sehingga peduli dengan sekitar.
Disamping itu, Rijal menjelaskan berbagai program PMI Kota Jakarta Utara di luar penanganan darurat, seperti penyemprotan disinfektan dan fogging yang juga bisa diaplikasikan di sekolah. Kemudian, PMI Jakarta Utara juga memiliki armada angkut yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan masyarakat secara gratis.
“Tujuan kita sama bagaimana membangun Jakarta Utara lebih baik. Apa yang bisa dikolaborasikan mari kita bahas,” tegasnya.
Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah 2 Kota Administrasi Jakarta Utara, Purwanto berharap kolaborasi program bisa diimplementasikan dalam bentuk tertulis. Dicontohkannya, peran dan fungsi Unit Kesehatan Sekolah (UKS) bisa ditingkatkan dengan program serta sumber daya yang dimiliki PMI Jakarta Utara.
“Kami berharap kolaborasi bisa dituangkan dalam MoU bersama. Bila terealisasi ini merupakan yang pertama di DKI Jakarta,” tandasnya. (BFS/Dayat)