Berita Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, PMI DKI Jakarta Mengikuti Apel dan Simulasi Bencana Banjir
10/11/2022

Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta mengikuti apel kesiapsiagaan nasional menghadapi bencana hidrometeorologi dan simulasi bencana banjir yang digelar oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan kebudayaan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Lapangan Utama Buperta Cibubur, Jakarta Timur. Rabu (9/11)
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan, BNPB serta berbagai Lembaga penggiat kemanusiaan lainnya yang dikenal sebagai Squad Penanggulangan Bencana.
Pj. Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono mengatakan apel pagi ini dilaksanakan secara hybrid diikuti oleh 10 provinsi, 34 kabupaten/kota, dengan jumlah peserta sebanyak 2.500 orang yang terdiri dari unsur Kementerian dan Lembaga, TNI, Polri, Pemerintah Daerah, 3 BPBD Provinsi, BMN BMD DKI Jakarta, 15 Kelurahan, 5 Universitas dan 128 Lembaga Penggiat Kebencanaan mengikuti secara luring.
“Berdasarkan informasi dari BMKG bahwa pada bulan November 2022 hingga Februari 2023 potensi cuaca ekstrim seperti hujan lebat disertai petir dan angin kencang. Oleh karena itu, pada periode tersebut potensi bencana hidrometeorologi juga dapat berupa banjir, tanah longsor dan angin kencang di kota Jakarta dan sekitarnya,” ucap Heru Budi Hartono.
Usai apel dilanjutkan dengan peragaan simulasi penanggulangan bencana banjir di Kawasan danau yang terletak tidak jauh dari lapangan utama.
Dalam simulasi tersebut PMI DKI Jakarta yang tergabung dalam Squad Penanggulangan Bencana bertugas memberikan layanan pertolongan pertama dan memberikan layanan rujukan pasien bagi masyarakat terdampak banjir menuju rumah sakit guna memberikan layanan lebih lanjut.
Diharapkan dengan mengikuti simulasi ini, dapat terjalin komunikasi serta meningkatkan koordinasi dilintas sektoral dalam menanggulangi bencana yang ada di DKI Jakarta.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan, BNPB serta berbagai Lembaga penggiat kemanusiaan lainnya yang dikenal sebagai Squad Penanggulangan Bencana.
Pj. Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono mengatakan apel pagi ini dilaksanakan secara hybrid diikuti oleh 10 provinsi, 34 kabupaten/kota, dengan jumlah peserta sebanyak 2.500 orang yang terdiri dari unsur Kementerian dan Lembaga, TNI, Polri, Pemerintah Daerah, 3 BPBD Provinsi, BMN BMD DKI Jakarta, 15 Kelurahan, 5 Universitas dan 128 Lembaga Penggiat Kebencanaan mengikuti secara luring.
“Berdasarkan informasi dari BMKG bahwa pada bulan November 2022 hingga Februari 2023 potensi cuaca ekstrim seperti hujan lebat disertai petir dan angin kencang. Oleh karena itu, pada periode tersebut potensi bencana hidrometeorologi juga dapat berupa banjir, tanah longsor dan angin kencang di kota Jakarta dan sekitarnya,” ucap Heru Budi Hartono.
Usai apel dilanjutkan dengan peragaan simulasi penanggulangan bencana banjir di Kawasan danau yang terletak tidak jauh dari lapangan utama.
Dalam simulasi tersebut PMI DKI Jakarta yang tergabung dalam Squad Penanggulangan Bencana bertugas memberikan layanan pertolongan pertama dan memberikan layanan rujukan pasien bagi masyarakat terdampak banjir menuju rumah sakit guna memberikan layanan lebih lanjut.
Diharapkan dengan mengikuti simulasi ini, dapat terjalin komunikasi serta meningkatkan koordinasi dilintas sektoral dalam menanggulangi bencana yang ada di DKI Jakarta.