Berita Bulan Dana PMI DKI Jakarta Tembus Rp. 36 Milyar, Anies : Bulan Dana Tahun Ini Bukan Hanya Sukses Tetapi Melampaui Kesuksesan
05/10/2022

Palang Merah Indonesia (PMI) mempunyai fungsi, peran, dan tujuan utama dalam membantu tugas pemerintah dibidang Kesiapsiagaan dan Penanggulangan Bencana serta Donor Darah.
Selama ini jika terjadi bencana baik Banjir, Kebakaran, Kecelakaan dan lainnya, PMI sudah menunjukkan eksistensinya dengan cara selalu tiba dilokasi bencana. Jika terjadi musibah Banjir atau Kebakaran PMI akan melakukan assesment serta mengevakuasi korban bencana, mendirikan tenda penampungan, memberikan layanan dapur umum, pelayanan ambulans, kesehatan dan lain-lain.
Untuk menjalankan kegiatan tersebut, PMI senantiasa memerlukan bantuan, dukungan, dan peran aktif masyarakat dan pihak terkait. Untuk itu, sudah menjadi kewajiban kita semua berupaya membantu tugas-tugas PMI, diantaranya dengan pengumpulan dana melalui Bulan Dana PMI yang diadakan setiap tahun.
Hari ini, Rabu (5/10/2022) PMI DKI Jakarta menyelenggarakan acara penutupan Bulan Dana PMI Provinsi DKI Jakarta tahun 2022 yang dilaksanakan di Ruang Pola, lantai 2, Jalan Medan Merdeka Selatan No.8-9 Jakarta Pusat.
Turut hadir Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Kepala Biro Kesejahteraan Sosial Setda Provinsi DKI Jakarta, Iwan Kurniawan, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, Dewan Kehormatan PMI DKI Jakarta, Nata Irawan, Ketua PMI Provinsi DKI Jakarta, Rustam Effendi dan jajaran pengurus, serta Wali kota, ketua PMI tingkat Kota/Kabupaten se DKI Jakarta.
Dalam sambutannya Kepala Biro Kesejahteraan Sosial Setda Provinsi DKI Jakarta, Iwan Kurniawan menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan Bulan Dana PMI DKI Jakarta tahun 2022 berlangsung selama 3 (tiga) bulan, yang dimulai pada tanggal 1 Juli hingga 30 September 2022 tersebut melebihi dari target yang telah ditetapkan.
Tahun ini Bulan Dana PMI DKI Jakarta berhasil menghimpun Dana sebesar Rp. 36.866.583.766,- (Tiga puluh enam milyar, delapan ratus enam puluh enam juta, lima ratus delapan puluh tiga ribu, tujuh ratus enam puluh enam rupiah).
Hasil tersebut mengalami kenaikan sebesar 17% bila dibandingkan dengan perolehan Bulan Dana PMI tahun lalu sebesar Rp. 31.381.578.750,- (Tiga puluh satu milyar, tiga ratus delapan puluh satu juta, lima ratus tujuh puluh delapan ribu, tujuh ratus lima puluh rupiah).
Hal tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat kepada PMI untuk melaksanakan berbagai kegiatan sosial kemanusiaan untuk kepentingan masyarakat luas sesuai dengan Prinsip-prinsip dasar Gerakan Internasional palang Merah dan bulan Sabit merah.

Ditempat yang sama, Ketua PMI Provinsi DKI Jakarta, Rustam Effendi mengungkapkan kegiatan ini sah dan legal karena sudah tercantum dalam Undang-Undang No.1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan, berdasarkan AD/ART PMI, kemudian sudah ada Surat Keputusan (SK) dari PTSP dan dibekali dengan keputusan Gubernur tentang pembentukan panitia Bulan Dana.
Jadi kita tidak perlu ragu, pelaksanaan kegiatan ini semata hanya untuk menunjang kegiatan PMI yang pada akhirnya akan dikembalikan lagi kepada masyarakat.
“Uang ini bukan uang pengurus, bukan uang karyawan, uang ini bukan uang PMI sesungguhnya, tapi uang ini adalah uang masyarakat dan harus mengembalikan lagi kepada masyarakat melalui kegiatan PMI dalam rangka pelaksanaan tugas pokok dan fungsi nya, Maka Jangan disalah gunakan” jelas Rustam Effendi pada acara penutupan Bulan Dana PMI di Ruang Pola, Gedung Balai Kota.
PMI merasa sangat terbantu dengan Bapak Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta dan juga Pelindung PMI DKI Jakarta, bukan hanya bantuan akan tetapi konsistensi dan kepeduliannya kepada PMI selama lima tahun berturut-turut.
Rustam menambahkan, kedepannya barangkali metode penggalangan dana PMI akan dilakukan dengan pola berbeda misalnya dengan mengajak masyarakat untuk datang ke PMI. Hal ini dapat dilakukan apabila PMI sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Apa yang dilakukan PMI harus benar-benar dibutuhkan masyarakat, dicintai oleh masyarakat. Karena kalau seandainya masyarakat sudah cinta kepada PMI maka berapapun masyarakat akan memberikan kepada PMI,” ucap Rustam Effendi.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengutarakan kegiatan bulan dana tahun ini bukan hanya sukses tetapi melampaui kesuksesan.
Meraih target berarti harus ada sesuatu yang kita capai, seperti sekarang ini kita memasang target di angka Rp. 33 Milyar tetapi mendapat Rp. 36 Milyar. Kalau target apabila sudah tercapai berarti selesai sudah, kalau misi maka itu harus dilaksanakan.
“Saya hadir disini sebentar untuk memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih,” ucap Anies Baswedan.
Kita bekerja dengan sebuah visi dan misi, tempat kita tugas pun bisa berganti, tapi misi yang kita bawa jangan diubah-ubah.
Kita semua ditakdirkan untuk berhadapan dengan pandemi, kita semua berhadapan dengan masa-masa sulit yang penuh dengan tantangan, tapi alhamdulillah Allah SWT takdirkan kita memiliki pengalaman itu. Dan itulah ladang pahala yang luar biasa. Dan selama itu kemitraan dengan PMI luar biasa intensif.
“Terima kasih kepada PMI, Bapak Rustam dan seluruh keluarga besar PMI yang sudah menjadi pahlawan kemanusiaan yang sesungguhnya.” tutup Anies Baswedan.
Selama ini jika terjadi bencana baik Banjir, Kebakaran, Kecelakaan dan lainnya, PMI sudah menunjukkan eksistensinya dengan cara selalu tiba dilokasi bencana. Jika terjadi musibah Banjir atau Kebakaran PMI akan melakukan assesment serta mengevakuasi korban bencana, mendirikan tenda penampungan, memberikan layanan dapur umum, pelayanan ambulans, kesehatan dan lain-lain.
Untuk menjalankan kegiatan tersebut, PMI senantiasa memerlukan bantuan, dukungan, dan peran aktif masyarakat dan pihak terkait. Untuk itu, sudah menjadi kewajiban kita semua berupaya membantu tugas-tugas PMI, diantaranya dengan pengumpulan dana melalui Bulan Dana PMI yang diadakan setiap tahun.
Hari ini, Rabu (5/10/2022) PMI DKI Jakarta menyelenggarakan acara penutupan Bulan Dana PMI Provinsi DKI Jakarta tahun 2022 yang dilaksanakan di Ruang Pola, lantai 2, Jalan Medan Merdeka Selatan No.8-9 Jakarta Pusat.
Turut hadir Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Kepala Biro Kesejahteraan Sosial Setda Provinsi DKI Jakarta, Iwan Kurniawan, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, Dewan Kehormatan PMI DKI Jakarta, Nata Irawan, Ketua PMI Provinsi DKI Jakarta, Rustam Effendi dan jajaran pengurus, serta Wali kota, ketua PMI tingkat Kota/Kabupaten se DKI Jakarta.
Dalam sambutannya Kepala Biro Kesejahteraan Sosial Setda Provinsi DKI Jakarta, Iwan Kurniawan menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan Bulan Dana PMI DKI Jakarta tahun 2022 berlangsung selama 3 (tiga) bulan, yang dimulai pada tanggal 1 Juli hingga 30 September 2022 tersebut melebihi dari target yang telah ditetapkan.
Tahun ini Bulan Dana PMI DKI Jakarta berhasil menghimpun Dana sebesar Rp. 36.866.583.766,- (Tiga puluh enam milyar, delapan ratus enam puluh enam juta, lima ratus delapan puluh tiga ribu, tujuh ratus enam puluh enam rupiah).
Hasil tersebut mengalami kenaikan sebesar 17% bila dibandingkan dengan perolehan Bulan Dana PMI tahun lalu sebesar Rp. 31.381.578.750,- (Tiga puluh satu milyar, tiga ratus delapan puluh satu juta, lima ratus tujuh puluh delapan ribu, tujuh ratus lima puluh rupiah).
Hal tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat kepada PMI untuk melaksanakan berbagai kegiatan sosial kemanusiaan untuk kepentingan masyarakat luas sesuai dengan Prinsip-prinsip dasar Gerakan Internasional palang Merah dan bulan Sabit merah.

Ditempat yang sama, Ketua PMI Provinsi DKI Jakarta, Rustam Effendi mengungkapkan kegiatan ini sah dan legal karena sudah tercantum dalam Undang-Undang No.1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan, berdasarkan AD/ART PMI, kemudian sudah ada Surat Keputusan (SK) dari PTSP dan dibekali dengan keputusan Gubernur tentang pembentukan panitia Bulan Dana.
Jadi kita tidak perlu ragu, pelaksanaan kegiatan ini semata hanya untuk menunjang kegiatan PMI yang pada akhirnya akan dikembalikan lagi kepada masyarakat.
“Uang ini bukan uang pengurus, bukan uang karyawan, uang ini bukan uang PMI sesungguhnya, tapi uang ini adalah uang masyarakat dan harus mengembalikan lagi kepada masyarakat melalui kegiatan PMI dalam rangka pelaksanaan tugas pokok dan fungsi nya, Maka Jangan disalah gunakan” jelas Rustam Effendi pada acara penutupan Bulan Dana PMI di Ruang Pola, Gedung Balai Kota.
PMI merasa sangat terbantu dengan Bapak Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta dan juga Pelindung PMI DKI Jakarta, bukan hanya bantuan akan tetapi konsistensi dan kepeduliannya kepada PMI selama lima tahun berturut-turut.
Rustam menambahkan, kedepannya barangkali metode penggalangan dana PMI akan dilakukan dengan pola berbeda misalnya dengan mengajak masyarakat untuk datang ke PMI. Hal ini dapat dilakukan apabila PMI sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Apa yang dilakukan PMI harus benar-benar dibutuhkan masyarakat, dicintai oleh masyarakat. Karena kalau seandainya masyarakat sudah cinta kepada PMI maka berapapun masyarakat akan memberikan kepada PMI,” ucap Rustam Effendi.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengutarakan kegiatan bulan dana tahun ini bukan hanya sukses tetapi melampaui kesuksesan.
Meraih target berarti harus ada sesuatu yang kita capai, seperti sekarang ini kita memasang target di angka Rp. 33 Milyar tetapi mendapat Rp. 36 Milyar. Kalau target apabila sudah tercapai berarti selesai sudah, kalau misi maka itu harus dilaksanakan.
“Saya hadir disini sebentar untuk memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih,” ucap Anies Baswedan.
Kita bekerja dengan sebuah visi dan misi, tempat kita tugas pun bisa berganti, tapi misi yang kita bawa jangan diubah-ubah.
Kita semua ditakdirkan untuk berhadapan dengan pandemi, kita semua berhadapan dengan masa-masa sulit yang penuh dengan tantangan, tapi alhamdulillah Allah SWT takdirkan kita memiliki pengalaman itu. Dan itulah ladang pahala yang luar biasa. Dan selama itu kemitraan dengan PMI luar biasa intensif.
“Terima kasih kepada PMI, Bapak Rustam dan seluruh keluarga besar PMI yang sudah menjadi pahlawan kemanusiaan yang sesungguhnya.” tutup Anies Baswedan.