Relawan PMI Bertahan di Palmerah Hingga Senin

Palmerah, Jakarta Barat. Hujan deras dan angin kencang yang mengguyur Jakarta siang ini, Sabtu (26/3/2022) sempat menggoyang dan nyaris merubuhkan tenda pengungsi korban kebakaran di Jalan Kemanggisan Utama, Palmerah, Jakarta Barat.

“Tapi alhamdulillah situasinya masih terkendali,” cerita Husein, pengurus PMI Kota Jakarta Barat yang berada di sana bersama sekitar 20-an relawan di bawah komando Bidang Penanggulangan Bencana PMI Jakarta Barat.

Masih dalam suasana hujan, Ketua PMI Jakarta Barat Beky Mardani menyempatkan diri menyambangi tenda penampungan sementara korban kebakaran. Dari dua tenda pengungsi, satu tenda tampak diisi oleh belasan warga, sedangkan satu tenda lagi yang terletak di belakang hanya ditempati beberapa orang saja.

“Sebagian pengungsi pindah ke (sekolah) Muhammadiyah, tidak jauh dari sini. Waktu hujan tadi sebagian tenda belakang ini memang sempat kemasukan air,” terang Santi, perawat yang juga relawan PMI Jakarta Barat. Santi bersama beberapa relawan membuka posko layanan kesehatan di dalam tenda.

“Sejauh ini tidak ada keluhan berat. Kebanyakan mengeluhkan demam, flu, pilek, ada juga luka kecil di tangan atau kaki,” jelas Santi, yang dalam perjalanan menuju Kemanggisan pagi tadi sempat menyaksikan kecelakaan lalu lintas, bahkan menolong dan membawa korbanya ke Rumah Sakit Tarakan, “Alhamdulillah korbannya, seorang pengendara sepeda motor, karyawan JNE, selamat,” tambahnya. Relawan PMI, di mana pun selalu siap menjalankan misi kemanusiaan.

Hari Sabtu ini, PMI Jakarta Barat, melalui dapur umum yang dibuka tak jauh dari tenda pengungsian, menyediakan makan siang bagi 100 orang pengungsi. “Hari ini menunya nugget, sayur sup, dan oseng tempe,” bilang Emak Marbun, koki dapur umum PMI Jakarta Barat. Hari Minggu (27/3/2022) besok Emak Marbun yang seperti biasa, selalu ceria, berencana masak telur balado dan sayur capcai, sedangkan hari Senin (28/3/2022) ia sudah menyiapkan menu semur ayam dan sayur nangka. Hmmm, yummie.

PMI Jakarta Barat memang berencana mendampingi korban kebakaran yang terdiri atas 11 orang lansia, 39 orang laki-laki dewasa, 25 orang perempuan, dan 11 orang balita, hingga Senin (28/3/2022) mendatang. Baik dapur umum maupun posko layanan kesehatan. “Nanti malam, untuk menenangkan hati para korban, kami akan menggelar pengajian, kita sama-sama membaca surah Yaasin,” jelas Husein.

Kehadiran PMI Amat Disyukuri

Total jumlah rumah yang terbakar, sebagian besar semi permanen ada 23 unit, ditempati oleh 19 kepala keluarga (86 orang). Data ini didapat redaksi Kominfo PMI Jakarta Barat dari Lurah Kemanggisan, Firmansyah.

Masih kata Firmansyah, berdasarkan pendataan, para pengungsi masih membutuhkan, antara lain pakaian dalam pria, pakaian dalam wanita, pakaian dalam anak, pampers bayi, pembalut wanita, selimut, handuk, susu bayi, serta biskuit+sereal untuk balita. Bagi masyarakat yang ingin membantu, dapat datang langsung menyalurkan bantuan ke lokasi pengungsian di Jalan Kemanggisan Utama, Palmerah, Jakarta Barat.

Minawati, pengungsi yang tampak sedang menikmati nasi kotak sumbangan PMI Jakarta Barat, saat berbincang dengan redaksi Kominfo menyampaikan terima kasih atas bantuan PMI Jakarta Barat dan para relawannya. “Kalau enggak ada bantuan kayak gini, saya enggak tahu mesti gimana,” ujarnya, kelihatan menahan diri agar matanya tidak basah.

Minawati menambahkan, “Saya senang ada dapur umum PMI, jadi enggak kekurangan makan selama di tenda. Enggak kelaparan. Kalau pusing-pusing dikit juga bisa ke posko kesehatan PMI. Jadi betul-betul enggak merasa sendirian di tengah kesusahan. Kan siapa pun enggak ada yang mau kena musibah kayak gini,” Minawati menerawang.

Saat redaksi Kominfo menanyakan soal cita rasa makanan hasil olahan dapur umum PMI Jakarta Barat, Minawati menukas cepat, “Enak, enak banget. Nih nenek saya juga suka banget sama masakannya,” ujar Minawati, sambil menunjuk seorang nenek yang duduk tidak jauh dari tempat dia bersila menikmati nasi boks.

Ketua PMI Kota Jakarta Barat, Beky Mardani, berharap bantuan kecil yang diberikan PMI dapat sedikit meringankan beban korban kebakaran. Dia juga mendoakan, ke depan ada solusi terbaik bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal. Aamiin.

Seperti diketahui, pada Kamis (24/3/2022) malam, telah terjadi kebakaran di permukiman warga sepanjang pinggir sungai di Jalan kemanggisan Utama Raya, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat. Total 14 mobil pemadam kebakaran dan 70 pesonel dikerahkan untuk mengatasi kebakaran yang terjadi sejak sekitar pukul 18.00 WIB dan baru dapat dipadamkan beberapa jam kemudian itu. (icul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.